SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 24 Oke, itu keren tapi...


__ADS_3

"Wow! Jadi seperti ini kota yang pak tua itu bilang? Besar juga!"


Ketika aku sampai disana, aku tak menyangka akan di buat terkagum-kagum oleh apa yang baru saja kulihat.


Benar saja, kota ini memiliki banyak sekali hal-hal yang menarik. Meski kemiliteran mereka agak kuno karena masih menggunakan armor bersenjata pedang atau tombak, mereka punya kalkulasi level yang lumayan sekitar level 100-120 untuk dua orang penjaga gerbang disana.


Dengan penglihatan mata dewaku, aku bisa melihat sesuatu yang jaraknya sangat jauh setidaknya sejauh 25 mil untuk pandangan maksimalku.


Lagipula, jarakku dengan jarak kota itu hanya 1 kilometer dari sini. Dan para penjaga itu tak akan menyadarinya.


[Pemberitahuan! Apakah master ingin berteleportasi?]


"Hentikan itu kau idiot!"


"Kita tak boleh sembarangan menggunakannya. Akan terlalu menarik perhatian jika kita berteleportasi dan muncul secara tiba-tiba. Bisa gawat nanti kalau mereka menganggapku musuh...."


[Dimengerti!]


Aku menegur Ciela-san agar tak menggunakan kemampuan itu. Lebih baik jika melakukannya secara normal dan mencoba masuk baik-baik.


Itu jauh lebih baik daripada mengundang kericuhan yang tak diinginkan.


Jujur saja, aku tak mau menyia-nyiakan rasa dari fantasi yang kuinginkan. Tidak ada yang jauh lebih menyenangkan dengan melihat seperti apa seorang murid dari dunia lain.


Yah, kalau ditanya mengapa... Ada dua hal yang kusukai dari sebuah sekolah sihir.


Pertama, rasa dari fantasi yang amat melekat disana adalah salah satu hayalanku yang paling kuharapkan di duniaku sebelumnya. Sungguh menyedihkan orang nolep sepertiku malah dapat jackpot masuk keisekai seperti yang ada di manga-manga dan novel fantasy. Tapi aku senang!


Dan kedua, alasanku datang kemari adalah ingin mengetahui seberapa kuat murid-murid disana. Biasanya, dalam novel-novel atau manga fantasy, dalam sebuah akademi, akan diadakan turnamen sihir. Aku tak tau apakah di sana juga mengadakannya atau tidak. Yah, tak ada salahnya mencoba.


"Papa! Apakah kita sudah sampai?" Tanya Yui.


"Itu benar, kita sudah sampai anak manis...." Jawab Kiryuu sambil mengelus kepala Yui.


"Yuu-san... Bagaimanakah kau ingin membawa Yui-chan masuk keakademi? Sedangkan umurnya masih anak-anak."


Rael menanyakan bagaimana caranya agar Yui bisa ikut masuk ke akademi bersama mereka.


Aku tak bisa bilang ke Rael karena wujud anak-anaknya itu bisa menipu mata. Umurnya bahkan jauh lebih tua dariku. Yaa, meski dia mengakui kalau ras vampir yang masih berumur 400 tahun ke atas masih disebut sebagai anak-anak dan belum benar-benar memasuki fase remaja.


"Hmm... Bagaimana ya? Apa yang harus kulakukan? Oh aku tau!"


Kiryuu menemukan sebuah ide yang baru saja terlintas di kepalanya.


"Yui-chan, apakah kamu bisa merubah wujudmu?" Tanyaku pada Yui.


"Em? Aku bisa kok... Aku mampu berubah wujud menjadi dewasa kapanpun aku mau."


"Apakah papa ingin aku berubah sekarang?" Tanya Yui.


"Kalau begitu, lakukanlah. Dengan begitu, segalanya akan lebih mudah."


"Baaiik..!!" Seru Yui.


Cesss...


Dalam sekejap, tubuh Yui diselimuti asap putih tebal yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Apakah berhasil?" Tatap Kiryuu.


Setelah kabut tebal itu perlahan hilang, muncul seseorang dengan tubuh yang sangat berbeda.

__ADS_1


Kelihatannya, perubahan itu berhasil.


"Wo-wow! Yui? Kau kah itu?" Kiryuu terpana dengan tubuh baru Yui.


"Menjijikkan! Kau mesum! Kau memandangi anakmu sendiri dengan tatapan gairah? Dasar perjaka mesum sialan, pedofil!!" Ledek Rael dengan tatapan sinisnya.


"TOLONG JANGAN MENGATAKAN SESUATU YANG AKAN MEMBUAT ORANG LAIN SALAH PAHAM, JADI TOLONG HENTIKAN!! DAN SIAPA YANG KAU SEBUT PERJAKA MENYEDIHKAN HUH!?" Sahut Kiryuu kesal.


Nana juga memberikan tatapan yang sama pada Kiryuu seperti yang Rael lakukan.


"O-oi... Nana? Kau juga? Teganya... Sudah kubilang aku bukan orang seperti itu... T_T"


Nana memalingkan wajahnya...


Kiryuu menghela nafasnya, "Kalian benar-benar sangat jahat hiks hiks..."


"Papa, jangan sedih... Aku disini." Ucap Yui mencoba menghiburnya.


"Huhuhu... Yui-chan! Kamu memang yang terbaik... Aku sekarang terobati karenamu." Ujar Kiryuu.


"Aku senang...." Kata Yui.


Setelah selesai menyembuhkan sakit hatinya sebentar, dia pun kembali terisi daya lagi. Tak ada yang lebih baik dari mengobati rasa sedih selain memandangi anaknya yang imut.


Yah, meski wujud dewasa Yui yang sekarang bisa membuat orang-orang salah paham, tapi kenyataannya tidaklah begitu.


Baiklah, sudah cukup basa-basinya! Sekarang, ayo masuk.


Eh bentar, aku melupakan sesuatu... Ada satu lagi bagian yang paling penting dalam sebuah dunia fantasy, itu tidak lain adalah kartu pengenal, kartu serikat pedagang, atau kartu guild petualang.


Ketiga benda itu paling sering muncul dalam cerita klise seperti ini.


Yah, meski author kita tau kalau ini klise, dia tetap menulisnya. Aku tak tau apa isi dari kepala sang author kita, siapa yang tau apa yang dipikirkannya.


Oke, stop parodynya! Lanjut ke storynya lagi...


Hmmm... Kira-kira kartu apa yang bisa kupakai agar bisa masuk kesana?


Untuk jaga-jaga saja jika nanti ada penjaga yang mencoba menghalangiku hanya karena tidak punya izin. Adegan klise ini sangatlah menjengkelkan! Kita akan diusir jika tak punya itu. Atau saat mereka membuat sebuah pengecualian dengan menjadikan wanita sebagai pelac*r mereka agar mereka mempertimbangkannya supaya bisa masuk secara illegal. Ini juga sangatlah klise.


Tidak sia-sia aku jadi otaku. Pengalaman ini sangatlah berguna. Hampir di semua novel fantasy ada adegan seperti yang dijelaskan di atas.


Aku bisa saja meminta pak tua itu untuk menjemputku di depan, tapi kurasa lebih baik tidak melakukannya.


Dan juga, sepertinya, pak tua itu juga sudah menyelesaikan formulir pendaftarannya.


"Nana, Yui, Rael, ayo berangkat!!"


"Okey!!" Seru mereka.


Kiryuu dan yang lainnya pun melanjutkan perjalanannya yang tertunda sesaat.


Semua syarat yang diperlukan untuk masuk telah dipersiapkan. Kartu pengenal juga sudah di buat. Sekarang, mereka menuju ke penjaga itu untuk diperiksa.


Sesampainya di sana~


"Berhenti! Tunjukkan kartu pengenal kalian!" Seru salah satu penjaga itu atau ownernya.


Kiryuu pun menunjukkannya.


Memegang dan mengamati...

__ADS_1


"Hmmmm...."


Owner itu terus bergumam dan menatap kartu pengenal Kiryuu dengan serius.


Dalam pikiran Kiryuu~


Apakah ini akan berhasil?


Kiryuu sedikit gugup dan berkeringat dingin serta menelan ludah.


[Jangan kawatir master! Owner itu tak mungkin menyadarinya. Dengan skill akashic records milik anda, tingkat keberhasilan adalah 95%. Jadi, tidak mungkin gagal.]


Justru itu aku kawatir idiot!!


[^^]


"Oke silahkan masuk...."


Lah? Beneran berhasil?


[Hehe... Apa kubilang. Jangan pernah meragukan kemampuan prediksi Ciela hebat ini]


"-_-"


Untuk pertama kalinya, systemnya menunjukkan ekspresi sombong seperti itu. Karena biasanya Ciela itu tenang dan kalem. Bagaimana bisa sesuatu yang tak berwujud seperti Ciela memiliki perasaan emosi? Sangat aneh...


Persetan dengan itu, sekarang lebih baik aku masuk kedalam dan segera mencari penginapan.


Kiryuu pun masuk ke kota. Pemandangan yang dia lihat sangat berbeda dengan kota monster.


Kota monster itu lebih tenang dan tak terlalu berisik. Mungkin karena masih baru. Saat ini, satu-satunya tempat teramai di kota monster hanya di dungeon saja. Sekarang, tempat itu sangat ramai. Banyak para petualang dan pedagang datang. Detailnya nanti saja.


Berbeda dengan kota ini, banyak pedagang dimana-mana. Tentu saja ramai karena ini adalah sebuah pasar.


[Analysis selesai! Mengirim informasi ke otak!]


Saat itu pikiranku dipenuhi informasi. Itu sedikit membuatku pusing, tapi itu bukanlah masalah.


Oke, singkat saja, pasar ini merupakan pasar perdagangan terbesar di benua manusia. Namanya juga pusat kota, tentu saja ini adalah hal lumrah. Pasar ini terletak di selatan kota dekat jalan masuk kota. Alasan diletakkan di situ ya, agar praktis saja.


Kerajaan ini menghadap ke barat daya atau kerajaan blood moon. Jika kota ALMONHULLIS berada di barat, maka kota Fulio berada di tengah-tengah benua.


Peta dunia tidak akan dijelaskan sekarang. Akan ada pengumuman untuk peta 4 benua besar.


Kemudian, ada rumah pak tua sialan itu. Setelah aku melihatnya, aku jadi sedikit ingin memukul wajahnya.


Tentu saja alasannya adalah istanan raksasa yang dia tinggali. Itu membuatku iri. Memiliki sebuah istana juga salah satu daftar benda yang sangat ku dambakan.


Aku bisa saja saja membuatnya, tapi karena ada banyak mata-mata dimana-mana, kuurungkan niatku.


"Waah... Papa! Tempat ini hebat!" Yui memandangi banyak tempat dengan wajah kagum.


"Aku senang jika kamu senang. Sekarang, ayo kita ke tempat pak tua itu."


"Kemana?"


"Ikut sajalah ayo..." Ajak Kiryuu.


Mereka berempat pun pergi ke istana di mana Loren tinggal. Dia membatalkan pencarian penginapan hari ini karena ada yang harus dilakukannya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


To Be Continued~


__ADS_2