SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 14.1 Konferensi 11 DEMON LORD


__ADS_3

JEGUARR...!!!


Suara petir menyambar keras di sekitar istana pertemuan. Hari ini, mereka akan melakukan konferensi untuk membahas masalah-masalah yang timbul akhir-akhir ini. Anggota yang menghadiri pertemuan ini antara lain:


1.Camelleon.


2.(Tidak hadir karena sibuk bermain dengan Kiryuu).


3.Ayato


4.Lancaster


5.Mepisto Deriudo


6.Alfred


7.Alfeon


8.Opris


9.Loki


10.Frankenstein


11.Deona


Tujuan mereka adalah untuk membuat keputusan bagaimana cara mereka mengatasi "Dewa" Yang akan bangkit nanti. Mereka juga membahas hilangnya Leviathan dan orang aneh yang sangat misterius(Merujuk pada Narue Kiryuu).


Ruangan pertemuan 11 Raja Iblis~


"Yo... Terima kasih sudah datang." Sambut Camelleon dengan ramah.


"Eh? Dimana yang lainnya? Kenapa hanya kita saja yang ada disini?" Gumam Deriudo.


"Duduklah... Sambil menunggu, bagaimana kalau kita minum dulu?" Ajak Camelleon.

__ADS_1


Pelayan pun mulai menuangkan beberapa cangkir teh. Lalu, anggota lainnya pun juga datang. Mereka adalah Alfred, Alfeon, Ayato, dan Loki.


"Cuih! Tempat membosankan ini masih saja tak berubah sejak dulu." Loki menggerutu.


"Berhenti mengeluh dan cepatlah duduk! Aku juga ingin cepat-cepat pulang menikmati makananku." Keluh Ayato.


Note:Mulai dari sini, Camelleon bakal di panggil Leon biar lebih mudah di baca.


Anggota yang tersisa pun juga datang.


"Hoo... Semuanya sudah disini lebih awal? Kukira kalian tak akan datang." Lancaster menyindir.


"Haa?! Apa maksud dari perkataanmu itu?!" Sahut Loki.


Lancaster mengabaikan Loki.


"Hoi! Kau berani mengabaikanku?!" Loki kesal.


"Humph! Untuk seukuran cecunguk sepertimu omongannya boleh juga!" Sindir Lancaster.


Leon yang melihat mereka berdua bertengkar seperti anak-anak membuatnya tertawa kecil.


"Hah?! Apa yang kau tertawakan? Apa yang lucu?!" Tanya Loki tak terima di tertawakan.


"Sudah-sudah! Apa kita bisa mulai diskusinya?" Tanya Leon.


Mereka semua pun duduk dan anggota juga sudah lengkap kecuali Layla.


"Cuih! Bocah sialan itu! Aku akan menghukumnya nanti." Gerutu Deona.


"Deona, berikan dokumennya." Ucap Leon.


Deona pun menyerahkan dokumen itu. Apa isi dari dokumen itu sebenarnya?


"Baiklah... Aku mengumpulkan kalian semua disini adalah untuk memberitahu kalian sesuatu." Ucap Leon.

__ADS_1


"Apa itu?" Tanya Deriudo.


"Aku memberitahu kalian semua tentang penemuanku dan Deona saat berada di kerajaan para manusia yaitu kerajaan Falmas. Berdasarkan data, kerajaan itu terletak di selatan dan dekat dengan samudra. Dan saat aku disana untuk mencari informasi, tak sengaja aku mendengar dua orang manusia membicarakan sesuatu. Mereka membicarakan sesuatu yang sangat aneh. Yaitu, "Jasad Dewa neraka." Kata Leon menjelaskan.


"Apa? Dewa? Apa sesuatu seperti itu ada di dunia ini?" Sahut Ayato terkejut sekaligus penasaran.


"Ntahlah... Kami tak yakin. Tapi, dunia ini sangatlah luas. Kita hanyalah sebutir debu jika dibandingkan dengan alam semesta. Lalu, saat aku dan Deona menyelidikinya, kami menemukan sebuah gua dalam air. Disana terdapat sebuah cahaya terang hingga tembus keluar. Kemudian kami menemukan sesuatu didalamnya. Yaitu sebuah peti mati!" Leon menjelaskan lagi.


"Ha? Peti mati? Apa kau bercanda? Untuk apa sebuah peti mati berada dalam dasar laut?" Sahut Loki heran.


"Terserah kalian mau mempercayainya ataupun tidak. Yang pasti, peti mati itu diselimuti aura membunuh yang sangat pekat! Bahkan diantara orang yang pernah kutemui dengan aura membunuh tak memiliki aura sebanyak itu... Aku bahkan tak bisa menyentuh peti mati itu dan malah terluka. Bisa dikatakan mungkin saja itulah dewa yang manusia itu bicarakan." Tutur Leon menjelaskannya lagi.


"Itu aneh... Memangnya seberapa gabutnya seorang dewa sampai turun ke dunia ini... Apa jasad itu benar-benar jasad seorang dewa?" Gumam Deriudo.


"Kemungkinannya sih begitu. Lagipula, energi itu sama sekali tak ada di dunia ini yang cocok dengan energi mayat itu setelah aku menyelidikinya dan mencocokannya. Benar-benar tak masuk akal. Bahkan, kekuatan dari mayat itu lebih kuat dari tuan Camelleon. Jadi, bisa dikonfirmasi bahwa itu benar-benar jasad seorang dewa." Tutur Deona.


"Lalu, bagaimana dengan leviathan yang baru-baru ini muncul kemudian menghilang begitu saja?" Tanya Alfeon.


"Untuk kasus itu, aku masih tak memiliki


data yang cukup untuk menjelaskannya. Keanehan itu benar-benar membuatku pusing! Bagaimana tidak... Kenapa bisa monster legendaris yang tidak mampu kita kalahkan dengan mudah tiba-tiba hilang secara misterius setelah ribuan tahun makhluk itu kembali. Mungkin saja, dewa membantu kita. Sangat bagus jika makhluk itu tak pernah ada. Akan sangat merepotkan jika monster itu mengamuk." Ucap Leon agak bimbang.


"Lalu... Bagaimana dengan bocah misterius yang kau katakan?" Tanya Loki.


"Nah itu dia! Kasus ini sangat rumit dan tak masuk akal! Saat aku mengintainya dengan bola kristalku, tiba-tiba itu tak berfungsi sebagaimana mestinya. Lalu, aku memperbaikinya. Ketika aku mencoba pada orang lain, itu berfungsi dengan sangat baik. Tetapi ketika aku ingin melihat anak muda itu lagi, lagi-lagi yang terlihat hanya warna hitam bertuliskan "Nullifycation."


"Bisa dibilang, aku sama sekali tak bisa memata-matainya berapa kalipun kucoba. Mungkin saja, hilangnya leviathan ada hubungannya dengan anak itu?" Gumam Leon.


"Kalau begitu, cepat lakukan!" Seru Loki.


"Jangan kawatir... Aku dan Deona akan terus menyelidikinya hingga tuntas!" Ucap Leon.


Note:Alhamdullillah akhirnya nanti kita bisa masuk main story! Siap-siap dapet crazy up uy!


To Be Continued~

__ADS_1


__ADS_2