
"Ma-maafkan aku! Aku tidak tau kalau anda adalah ayah Rael. Aku benar-benar minta maaf!"
Kiryuu membungkukkan badannya dan meminta maaf pada sang raja naga.
"Ah sudahlah! Aku memaafkanmu." Ucap raja naga.
"Eh? Anda memaafkanku?" Tanya Kiryuu.
"Ya... Lagipula, tak ada gunanya bertengkar. Tapi... Aku masih bingung apa kau ini benar-benar seorang manusia biasa?" Ucap raja naga bingung.
Kiryuu yang mendengarnya pun juga bingung harus menjawab pertanyaan itu seperti apa.
"Emm... Kalau boleh jujur, aku sebenarnya juga meragukan diriku sendiri manusia atau bukan." Ucap Kiryuu menjelaskan.
"Begitu? Tapi tetap saja aku terkejut. Setelah ratusan tahun aku belum pernah menerima pukulan sekeras itu. Bahkan pukulan terakhir yang dilancarkan padaku sekitar 200 tahun lalu oleh seorang... Bagaimana cara menguraikannya ya? Ah terserah lah! Aku sudah tidak ingat. Pukulan orang itu lumayan keras hingga membuatku terdorong mundur. Tapi..." Si raja naga menatap Kiryuu.
"Apa?" Tanya Kiryuu.
"Ya ampun... Pukulanmu itu benar-benar mengerikan. Aku saja sampai terpental ke bawah hingga aku tak sanggup berdiri sesaat. Bahkan, belum pernah aku mendapatkan pukulan sedahsyat itu. Nak... Sebenarnya kau ini apa? Dewa kah?" Si raja naga penasaran.
"Dewa, ya?"
Kurasa aku masih terlalu jauh dari itu. Jika aku jadi dewa, kurasa aku tak akan berada di sini bersama yang lainnya. Dewa... Merekalah yang memberiku kehidupan baru ini. Kurasa aku sudah mensyukuri kehidupan baruku ini. Meskipun aku masih kawatir pada ayah, ibu, kakak dan adikku yang masih menunggu kepulanganku. Mungkin jika suatu hari kekuatanku sudah cukup, kembali kesana bukanlah angan-angan lagi. Karena aku sudah memiliki metode cara kembali ke bumi.
Aku yang sekarang belum cukup kuat untuk menjelajahi dunia di luar sana.
__ADS_1
Kiryuu memandangi langit dan mengepalkan tangannya lalu bergumam pada dirinya sendiri. Kerinduan terhadap keluarganya sedikit membuatnya mengingat masa lalunya.
"Hei nak! Kenapa kau melamun? Sadarlah!" Si raja naga memanggil Kiryuu.
"Eh? Ah... Maaf, tadi aku hanya sedang memikirkan sesuatu." Ucap Kiryuu menyembunyikan isi hatinya.
"Kau terlalu banyak berpikir. Dengar! Jalanilah hidupmu seperti apa yang kamu inginkan. Tak peduli apa yang sedang kau pikirkan, dari raut wajahmu saja aku sudah bisa menebak apa yang kau gumamkan sejak tadi. Jangan terlalu memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan keluargamu. Karena itu akan membebani dan menghalangi pertumbuhanmu. Nikmati saja apa yang ada." Si raja naga itu
menasehati Kiryuu.
"Em? Kurasa anda benar. Tak ada gunanya memikirkan itu sekarang. Aku punya keluarga dan teman-teman yang mengisi kekosongan di hatiku. Terima kasih untuk nasehatmu itu. Aku merasa lebih baik sekarang." Ucap Kiryuu berterima kasih pada raja naga.
"Umu... Sama-sama." Balas raja naga.
"Oh iya... Dari tadi aku penasaran... Bagaimana kau mengetahui apa yang kupikirkan?" Tanya Kiryuu.
"_- Hmmm... Biar kutebak. Kau hanya asal menebak saja kan? Lalu saat si B menjawab, "Bagaimana kau tau?!" Si A pun berkata, "Hehe... Bukan apa-apa."
"Eek... Emm... ^_^" Ti-tidak kok! Aku benar-benar bisa membaca pikiran orang lain."
"Hee, kalau begitu... Ayo coba tebak apa yang sedang ku pikirkan. Kalau bohong, kupukul lagi kau nanti." Ancam Kiryuu.
"Baik-baik... Lihat saja! Akan kutunjukkan kalau aku benar..."
Bisakah Iris membuktikannya?
__ADS_1
"Hmm..."
Mata Iris menatap mata Kiryuu dengan fokus tanpa teralihkan oleh hal lain. Sialnya, Iris tak menyadari bahwa kemampuan membaca pikirannya sedang Ciela-san analisa dan disalin untuk diri sendiri. Kiryuu benar-benar sangat kampret! Tega juga dia menipu pada ayah Rael si penguasa para naga. Lebih parahnya lagi... Iris juga tak menyadari sebagian skill Iris sudah di salin Ciela-san secara sempurna. Sungguh malang kau nak.
Pikiran Kiryuu~
"Wuee... Hei naga jelek! Kau tidak bisa membaca pikiranku kan? Naga jelek! Tua bangka! Bodoh! *****! Tidak berguna!"
"😬... Kau mengejekku ya?!!" Iris kesal setelah mengetahui apa yang Kiryuu pikirkan.
"Eeh?! Jadi kau benar-benar tau apa yang sedang kupikirkan?" Tanya Kiryuu pura-pura kaget.
"Tentu saja bodoh! Sekarang aku benar-benar marah!!" Iris mulai memanas.
"Hoo, ngajak gelud?! Kuy baku hantam kita!!" Ajak Kiryuu.
"Ahaha... Tidak kok tuan aku hanya bercanda, hanya bercanda." Iris memendam amarahnya dalam-dalam.
Dalam pikiran Iris~
"Cih! Kalau saja aku lebih kuat darimu, sudah ku hajar bocah sialan itu dari tadi!" Iris menggerutu.
"Hahaha! Jadi, Iris-san... Kenapa kita tak membicarakan ini di dalam kotaku saja?' Ajak Kiryuu.
"Umu, baiklah." Jawab Iris.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
To Be Continued~