
Masuk akal! Meski cukup membingungkan, aku paham inti pokok permasalahannya. Kedatangan para dewa akan membawa kehancuran pada dunia serta perang besar yang melanda dunia dan memaksa seluruh umat untuk bertempur secara habis-habisan.
Aku tak habis pikir kalau sesuatu seperti ini akan terjadi begitu cepat disaat akau benar-benar mengharapkan sesuatu yang menarik.
Lalu, bagaimana dengan kekuatan mereka?
[Jawab! Berdasarkan data, kekuatan sejati mereka tidak diketahui, untuk kekuatan lainnya seperti kemampuan, beberapa informasi tipe sihir telah didapatkan! Mereka sebagian besar beratribut cahaya atau kita sebut seri angel/malaikat. Sedangkan sisanya, mereka memiliki tipe sihir campuran acak dan berbagai atribut]
Bagus! Seperti yang diharapkan dari Ciela-san, kemampuan dalam memprediksi sesuatu adalah yang terbaik.
Satu lagi, bagaimana dengan kebenaran tentang informasi ini?
[Dikonfirmasi! Info ini 100% benar!]
Baik, kurasa meragukan Ciela-san bukanlah hal yang baik, jadi semua ini benar?
Kalau memang perang besar akan benar-benar terjadi, berarti aku perlu melakukan persiapan yang matang juga.
Lawanku kali ini bukanlah ras yang dapat diremehkan! Dewa loh dewa!!!
Bahkan systemku ini juga berasal dari dewa meskipun aku masih tidak tau siapa dewa yang telah menghidupkanku kembali, tentunya pasti mereka semua sangat kuat.
[Master! Para malaikat juga akan ikut serta dalam peperangan kali ini! Mohon untuk berhati-hati!]
"WTF?!!"
Kau bercanda?! Mereka juga ikut join?!
Jika seperti ini, keadaan akan semakin memburuk sialan!!
Kiryuu menarik nafasnya, "Fuuh... Tenang dulu... Jika aku memikirkannya, aku kan tidak sendirian, bukan? Lagipula, masih ada para raja iblis dan ras lainnya yang bisa membantu.
Tapi... Mereka kan bisa saja malah saling bertempur... Jika itu terjadi, bagaimana caranya agar mereka mau bersatu? Daripada buang-buang darah secara sia-sia, bukankah lebih baik digunakan untuk menendang bokong para dewa-dewa dan malaikat biadap itu pergi dari sini?
Sambil terus memikirkan banyak hal, tak terasa Kiryuu sudah dekat dengan penginapannya.
"Okey, mari pikirkan hal itu nanti! Ayo pulang dulu!"
\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=
Istana pertemuan meja bundar para raja iblis~
"Leon-sama... Ada yang ingin kuberikan pada anda, silahkan dibaca!" Ucap salah satu sekretarisnya yang cantik lalu menyerahkan dokumen yang terlihat sangat sesuatu.
Leon pun membuka dokumen itu lalu membacanya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ini!? Bagaimana ini bisa terjadi?!" Ucap Leon yang melebarkan matanya saat membaca apa yang tertulis di dalamnya.
"Lia! Bagaimana bisa dia hidup kembali lalu hilang begitu saja?!! Ini akan sangat gawat jika makhluk berbahaya itu berkeliaran dengan bebas di luar sana! Kirimkan pasukan terbaik kita untuk melakukan pencarian!" Seru Leon pada sekretarisnya.
"Siap, tuan Leon-sama!!" Jawabnya tegas.
\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=
Besoknya~
"Tck!" Kiryuu mendecakkan lidahnya.
"Apa yang harus kulakukan untuk menghadapi perang yang akan datang selanjutnya?"
Jika aku memikirkannya, strategi dimana seluruh demon lord berkumpul di satu tempat dan melawan musuh yang sama tidak akan pernah dapat terjadi.
Karena itu akan menjadi keputusan yang akan mengabaikan orang-orang yang memiliki keyakinan pada demon lord mereka.
Ini akan menjadi cara yang dapat diandalkan jika kami ingin memenangkan sebuah peperangan besar, tapi jika rencana ini berjalan buruk maka itu bisa mengarah pada hasil yang lebih buruk dimana mayoritas penduduk akan hilang.
Dan jika peperangan antar ras benar-benar belum berakhir hanya karena perjanjian damai yang tidak seharusnya ada, maka ini akan semakin memperburuk keadaan.
Jika tujuannya hanya untuk mengalahkan bosnya, rencana ini dapat dianggap sebagai rencana terbaik, tapi tampaknya 11 demon lord tidak dapat mengabaikan pasukan lainnya seperti jendral musuh yang juga memimpin jalannya perang.
Ini tentunya menimbulkan pertanyaan yang sulit untuk dijawab bahkan 11 raja iblis sekalipun.
Selain itu, jika kami melawan para makhluk itu bersama dengan para demon lord, sepertinya itu akan berakhir dengan cepat tanpa masalah meski aku belum yakin, tapi wilayah yang kami atur kemungkinan besar akan hancur jika kami mengeluarkan kekuatan kita secara besar-besaran.
Dan juga, jika kami masih menahan diri, semua usaha hanya akan sia-sia, itulah mengapa untuk melawan pasukan musuh yang kekuatannya bukan main harus berusaha sekuat tenaga untuk memusnahkan mereka.
__ADS_1
Karena jika tidak, kematianlah yang hanya akan menunggu.
Untuk jumlah pasukan, hal itu masih belum diketahui. Tetapi menurut prediksi Ciela-san, jumlah mereka sepertinya berada pada jumlah apocalypse atau gerombolan yang sangat banyak setidaknya 400.000 untuk pasukan malaikat katanya.
Aku tak berharap kalau malaikat juga ikut campur tangan dalam peperangan ini.
Di sisi lain, musuh sepertinya lebih memilih menggunakan strategi menyerang bertahap atau secara bergiliran. Juga, dengan pembagian pasukan yang kurang efektif ini, kupikir celah diantara mereka semakin besar. Itulah sedikit informasi yang Ciela-san berikan padaku.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa, kerja sama antar ras itu penting! Dan bukan waktunya untuk saling berkelahi satu sama lain melainkan lebih memprioritaskan peperangan besar ini agar menjamin kesuksesan dalam bertempur di kemudian hari.
"Yah, apa ini waktunya bagi diriku untuk bersinar? Lupakan soal itu dulu, bagaimana jika aku memberitahu para bawahanku mengenai informasi ini?"
Dengan telepatinya, Kiryuu mengirimkan berita penting ini ke pada semua orang di kotanya, dan bawahanya hanya menerima hal itu dengan senang hati.
"Bagus! Kurasa-..."
Saat Kiryuu masih bergumam pada dirinya sendiri, sesuatu yang tidak seharusnya muncul begitu cepat telah terlihat dengan jelas di angkasa menyinari dunia.
Pada hari ini, deklarasi perang telah diumumkan kepada semua orang yang hidup di dunia.
Serta, sebuah proyeksi sihir yang sangat besar dan seorang pemuda dengan mata biru berada dalam proyeksi itu lalu membuka mulutnya dengan hormat.
"Halo, namaku Razor! Orang yang akan membawa kehancuran di dunia ini. Hari ini, pada hari ini dan saat ini, aku menyatakan perang kepada penduduk di seluruh dunia. Hidup atau mati, kalian harus berjuang sekeras mungkin! Kalau begitu, haruskah kita memulainya? World war dimulai dalam 3 hari lagi!"
Setelah orang yang bernama Razor mengucapkan deklarasi perang, proyeksi itu menghilang begitu saja.
Kata-kata itu adalah sinyal awal.
Dalam sekejap, dunia telah terbungkus ke dalam kekacauan.
Orang-orang di kota juga berlarian ke sana kemari dengan panik. Sementara orang yang berada di turnamen, mereka segera berhamburan keluar dan kepanikan besar terjadi! Akibatnya, turnamen pun langsung dihentikan dan semua orang telah meninggalkan arena.
Untuk Nana dan Yui, semenjak pertandingan yang membuat mereka bosan, mereka lebih memilih tetap berada di penginapan kecuali Rael yang masih harus ikut turnamen pertempuran terakhirnya.
Dan dengan pengumuman yang membuat seluruh dunia gusar, mereka bertiga bergerak mencari Kiryuu.
Di waktu yang bersamaan~
"WTF?!! Hoi Ciela-san!! Kau bilang peristiwa ini akan terjadi dalam satu minggu lagi, tapi lihatlah! Prediksimu salah!"
[Uh... Tak ada masalah dalam prediksinya, tetapi, hal ini terjadi karena orang yang merencanakan ini telah merubah keputusannya tanpa alasan yang diketahui. Prediksi itu tidak selalu akurat karena masa depan itu selalu berubah-ubah!]
....??
"Baik, baik! Kau menang oke... Kurasa aku memang tidak bisa menyalahkanmu tentang hal ini... Sekarang yang terpenting, aku harus mencari Nana dan yang lainnya lalu kembali ke kotaku dan bersiap!"
__ADS_1
To Be Continued~