SYSTEM DEWA

SYSTEM DEWA
Chapter 22 Ulang Tahun


__ADS_3

Suatu hari, ketiga pahlawan yang dipanggil sedang menjalani pelatihan melawan monster. Tapi sepertinya, ada yang salah...


"UWAAAHH!!! LARII!!!" Teriak jin.


Sepertinya, mereka sedang dalam masalah. Mereka ternyata sedang dikejar-kejar oleh monster yang membuat mereka lari seperti itu.


"Jin-san!! Awas dibelakangmu!!" Seru Yuuki.


SRING!!


"Uwaah!!"


Monster itu menghujamkan cakar besarnya pada mereka bertiga dan akhirnya terpental terkena gelombang kejut hentakan monster itu.


"Ugh!! Sialan! Rasakan ini!! Holy sword!!"


Jin mengangkat pedangnya dan berlari ke arah monster itu lalu menghunuskan pedangnya secara vertikal dengan sekuat tenaga.


TRANG!!


Pedang jin dan kaki monster itu saling bertabrakan dan membuat gelombang yang memantulkan serangannya dan pedangnya pun terlontar dari genggamannya.


"Cih! Tidak berhasil ya? Kurasa ini akhirnya."


Jin menutup kelopak matanya dan pasrah.


Tiba-tiba...


PIUU... CRASHH!!


Tiga anak panah itu meluncur dan mengenai mata kiri monster itu.


GROOARR...


Monster itu menjerut kesakitan.


"Eh?" Jin membuka matanya dan kebingungan sambil plonga-plongo.


"Jin-san!! Jangan menyerah sekarang! Kita adalah pahlawan yang akan menyelamatkan dunia ini! Karena sudah begini, kita harus tetap berjuang untuk bertahan hidup dan menjadi kuat agar bisa mengalahkan raja iblis suatu hari nanti!" Seru Kurosaki menyemangati Jin yang sudah putus asa sejak tadi.


Jin yang mendengarnya pun semangatnya mulai kembali lagi.


Dan Yuuki mengulurkan tangannya.


"Ayo!" Ajaknya.


"Ya! Ayo kita kalahkan dia!!" Ucap Jin dan berdiri lagi bersama.


"Hei makhluk jelek!! Ini saatnya pembalasan kami!! Bersiaplah!!" Ucap Jin meledek monster itu.


"Ayo teman-teman!!" Seru Kurosaki.


ROOARR!!!


Monster itu mengaung lagi dan menyerang mereka dengan cakar besarnya dan dengan cepat mereka bertiga menghindar.


Kurosaki mengambil tiga anak panahnya dan menargetkannya pada monster itu saat waktunya tepat dan bersembunyi di atas pohon.


Yuuki berlari dengan sangat lincah untuk mengalihkan perhatin dari monster itu.


Jin pun memanfaatkan kesempatan yang Yuuki berikan dan menyerang monster itu dengan skillnya sekuat tenaga dan menggunakan super heavenly supernya untuk menghancurkan pertahanan kulitnya.


"HAAAA!!! HANCURLAH!!"


ROOARR!!!


CRASHH!!


Monster itu menghujamkan cakarnya lagi ke arah jin.


"Trik yang sama tidak akan berguna untuk kedua kalinya!!"


Jin menghindari cakarnya dengan kemampuan analysis supernya dan berhasil selamat.


KREK!!.. TRASH!!!


GROOOAARR!!!


Akhirnya, pelindung tubuh monster itu hancur.


"Kurosaki-san!! Sekarang!!" Seru Jin.


Kurosaki Mio yang sejak tadi bersembunyi pun menunjukkan aksinya. Tiga anak panah yang sudah diberi sihir (Giant arrow) diluncurkankannya ke arah monster itu.

__ADS_1


CLEP!!.. CREAKK!!.. CRASH!!.. BIUURR!!..


Anak-anak panah itu tepat mengenai beberapa bagian yaitu mata, dada, dan perut bagian kiri. Darah segar pun terpancur dari arah tusukan itu.


GRAAARGG... ROOOAARR!!!


"Yeah!! Berhasil!! Akhirnya kita mengalahkannya!!"


Jin berseru kegirangan dan malah melengahkan kewaspadaannya.


"Jin-san!! Hati-hati dibelakangmu!!" Seru Kurosaki.


SIUU...


"AAARRRGG!!!"


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


"Hooaahm...!!" Kiryuu menguap.


Cih! Kenapa hari ini sangat membosankan? Jadi tuan tanah yang nganggur benar-benar sangat tidak mengenakkan!


Hari ini aku ingin ngapain yah? Beberapa waktu lalu aku sudah mengurusi dungeon dan semua properti yang ada beserta penginapannya sekalian. Dan aku juga sudah meminta Loren-san untuk mempromosikannya.


Meski para pendatang masih sedikit, itu bukanlah masalah. Lagipula, siapa sih orang yang bisa membuat usahanya sukses tanpa proses dan kerja keras bisa langsung dapat peminat? Kecuali mereka yang berbuat curang.


Aku sih tidak terlalu mempermasalahkannya biar pelan asal jalan dan tak perlu terburu-buru. Soal popularitas, aku yakin, para bawahanku bisa mengatasinya.


"Tapi ngomong-ngomong hari ini sepi sekali yah? Kemana semua orang?"


"Bodo amat lah! Mending aku pulang dan bermain bersama Yui-chan dan Nana saja. Lagipula, hari ini kan Nana tidak sedang sibuk bekerja.


Ehehe, Yui-chan, Nana, aku datang!" Ujarku.


Kiryuu pun pergi dan berlari ke rumahnya.


Sesampainya di sana~


"Tadaimaa...! Are? Kenapa disini gelap sekali? Apa sedang ada pemadaman lampu?" Gumam Kiryuu heran.


"Ara-ara, okaerinasai... Yuu-sama." Sambut Nana.


"Nana? Ada apa ini?" Tanyaku semakin bingung.


Yui yang melihat papa kesayangannya berlari ke pelukannya.


"Hohoho... Seperti biasa Yui-chan sangat bersemangat ya? Kelihatannya kamu sedang sangat senang hari ini." Ujarku pada Yui.


"Eh? A-anu... Tidak kok! Cuma perasaan papa saja pasti."


Yui memalingkan wajah dan berusaha menyangkalnya.


"Em? Apakah begitu? Ya sudah, aku tak akan bertanya." Ucapku.


Nana yang sedang menyiapkan sesuatu terus menatap Kiryuu dengan tatapan super imut dan...


"Nana? Sebenarnya ada apa ini? Kenapa di sini gelap seka..."


CUU~


Kiryuu sangat terkejut dengan apa yang dialaminya. Kiryuu yang baru saja pulang ke rumah malah langsung mendapatkan ciuman langsung dimulutnya dari Nana.


"Na-Nana?!" Kiryuu mulai gugup dan panik.


"Selamat ulang tahun, Yuu-sama! Ini adalah hadiah istimewa dariku." Ucap Nana.


Lalu...


CTEKK...


Lampu rumah pun kembali menyala tiba-tiba.


"SELAMAT ULANG TAHUN!! KIRYUU-SAMA!!"


"EEEEHH!?"


Sekali lagi, Kiryuu terkejut. Di ruang tamunya, semua teman-temannya berdiri disana dan mengucapkan ulang tahun padanya.


"Ka-kalian? Apa yang kalian lakukan disini?" Tanyaku semakin bingung.


"Ehehe... Papa, hari ini adalah hari spesial ulang tahunmu yang ke 18. Semua ini, mamalah yang merencanakannya." Ucap Yui menjelaskan.


"Ja-jadi begitu... Aku tidak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku terlalu sibuk dengan urusan di kota sampai tidak mengingatnya. Terima kasih! Aku senang sekali! Hiks... Hiks!" Untuk pertama kalinya, Kiryuu menangis terharu. Sejak dia datang ke dunia ini, baru kali ini dia menunjukkan ekspresi bahagiannya pada semua orang.

__ADS_1


"Terima kasih... Sebelumnya aku tak pernah merayakan ulang tahunku... Terima kasih banyak semuanya." Ucap Kiryuu tersenyum.


"Umu... Baiklah semuanya... Mari berpesta!" Seru Iris.


"YAAA!!!" Sorak yang lainnya.


Kemudian, pesta ulang tahun Kiryuu yang ke 18 dimulai. Semua orang yang menghadiri acara itu juga sangat bersenang-senang. Kiryuu yang melihat keluarga barunya senang ikut bahagia karena apa yang telah dia miliki sekarang membuatnya bertekad melindungi senyuman semua orang. Rasa bahagia di hatinya sangat membuatnya melupakan masa lalunya yang kelam.


\=\=\=Cerita bersambung di bawah ini\=\=\=


Flashback kehidupan Kiryuu yang sebelumnya~


Sebelum Kiryuu ada di dunia baru ini, setiap kali dia ulang tahun, hanya keluarganya saja yang hadir merayakannya. Dia tak punya teman ataupun sahabat. Bahkan, para keluarga lain paman, bibi, atau sepupunya tak pernah menganggap dia bagian dari keluarga besar mereka. Alasannya adalah karena Kiryuu dan orang tuanya sangat miskin.


Juga untuk membiayai sekolah SMAnya, dia harus kerja part-time di mana-mana. Kiryuu juga saat di sekolah sering dibully teman sekelas dan kakak-kakak kelasnya. Pernah sekali dia memiliki seorang pacar. Tapi saat itu, hatinya hancur setelah mengetahui bahwa dia hanya dimanfaatkan saja sebagai barang kalah taruhan. Disitulah awal mula Kiryuu mulai menjadi tak kenal ampun pada siapapun dan selalu waspada pada orang yang tak dikenalinya lalu memilih menjauhinya. Ketika di wc sekolah, dia dibully seperti biasanya. Nah, kali ini... Orang-orang yang membullynya tak sadar bahwa Kiryuu yang sekarang bukanlah Kiryuu yang dulu lagi seperti pecundang.


Setelah itu, ketika salah satu dari mereka memojokkannya dan berkata...


"Hoi!! Kau itu hanya sampah masyarakat tak layak untuk hidup di dunia ini! Kenapa kau tak mati saja dan berikan aku uangmu?!" Ancamnya.


Kiryuu yang sejak tadi terdiam menyeringai.


"Oi!! Kenapa kau malah tertawa hah?! Cari mati?!"


Siswa itu mengepalkan tangannya dan memukul pipi kiri Kiryuu.


BUUKK...


"Rasakan itu!! Ini akibatnya jika kamu berani lancang di hadapanku!!" Ucapnya sombong.


Kiryuu pun mulai menunjukkan sifat aslinya.


"Hehehe... Hahaha... KUAHAHAHAHAH!!!"


Kiryuu tertawa keras seperti tanggul bendungan yang sudah jebol.


"A-apa dia sudah gila?!" Mereka bertiga mundur beberapa langkah.


"Hahaha... Kalian para baj*ngan benar-benar sangat menarik! Kurasa orang seperti kalian harus dibersihkan dari dunia ini!" Katanya.


Kiryuu pun mengeluarkan pisau dari sakunya. Ketiga siswa itu mulai ketakutan.


"Ap-apa yang akan kau lakukan?!" Tanya siswa yang memukulnya tadi.


"Menurutmu?" Tanyaku menyeringai.


Dalam sekejap, Kiryuu sudah ada di belakang kedua siswa yang merupakan teman dari orang yang memukulnya barusan.


"Hiii?!! Tolong ak..."


JLEEBB!! Cabut... CUURR!!!


Luka tusukan yang Kiryuu tancapkan pada dua orang itu memancurkan darah merah segar dan membasahi jaket hitamnya.


"To-tolong!! Ada pembunuh disini!! Siapapun tolong aku!!" Teriaknya.


"Tak ada gunanya! Aku sudah mengunci pintunya rapat-rapat! Mau sekeras apapun kau berteriak, tak akan ada yang mendengarmu." Kataku.


"Ja-jangan mendekat! Akan kulapor polisi kau!!"


Siswa itu mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi polisi.


"Ke-kenapa tidak berhasil? Oh tidak! Tidak ada sinyal disini?!" Siswa itu semakin panik.


"Apa kau ini bodoh? Jelas-jelas ini kamar mandi mana ada sinyal tau! Berhenti omong kosong dan rasakan penderitaan ini!" Ucapku sambil berjalan mendekatinya.


"Kumohon tolong ampuni aku! Aku salah... Jangan bunuh aku... Aku janji tidak akan mengganggumu lagi huhuhuhu..."


Siswa itu bersujud dan memohon belas kasihan pada Kiryuu agar membiarkannya tetap hidup.


"Mengampunimu?! Kau bilang ingin aku mengampunimu?!!" Bentak Kiryuu.


"AARGH!!"


Kiryuu menendang wajah siswa itu dan menginjaknya.


"Saat aku meminta agar kalian mengampuniku, apakah kalian pernah mendengarkanku?! Kalian memerasku, memukuliku, merusak dan mencoret-coret meja dan buku-bukuku dengan kata-kata yang tak pantas, mengisi loker sepatuku dengan kotoran, memperkosa guru UKS yang ku sukai, dan bahkan memfitnahku hingga harga diriku hancur!! Setelah semua itu kau ingin aku mengampunimu?!" Tanyaku sambil menarik rambut kepalanya.


"AARGH!! SAKIT, SAKIT!! TOLONG MAAFKAN AKU!!" Ucapnya meronta-ronta kesakitan.


"Humph!! Minta maaflah pada yama di neraka nanti! Heyaa!!"


"TIDAAAKK!!!" Teriaknya.

__ADS_1


To Be Continued~


__ADS_2