
Menurut apa yang dikatakan si pak tua itu, syarat untuk bisa masuk keakademi itu sepertinya sangat mudah.
Bahkan, jumlah energi sihir yang dibutuhkan sebagai minimal syarat kelulusan bukankah itu terlalu lemah? 1.500?
Jika seperti itu, berarti aku perlu menurunkan energi sihirku hingga ke titik yang rendah.
"Ciela-san, berikan aku seluruh informasi mengenai tingkat tertinggi jumlah energi sihir di akademi Florensic."
[Loading...]
[Completed!]
[Jumlah energi sihir tertinggi diantara semua murid disana adalah milik Kondo yaitu sekitar 15.000. Lalu, untuk para guru adalah 36.000 milik kepala sekolah]
Ooh...
Seperti yang diharapkan dari Ciela-san, terima kasih untuk informasinya.
[Master! Satu lagi, dalam 3 hari kedepan, akan diadakan sebuah acara tahunan yaitu turnamen sihir antar sekolah. Semua murid dapat berpartisipasi mengikuti acara tersebut. Apakah master akan mengikutinya? Pendaftarannya tidaklah secara tertulis]
[Saat anda menjadi murid resmi akademi, secara otomatis di dalam menu event terdapat notifikasi dari system sekolah. Anda ingin melihatnya? YES/NO]
"Yes! Buka itu...."
[Menampilkan notifikasi...]
Event: Turnament
Participation: All student
Privacy policy:
Murid diperbolehkan membawa senjata apapun selama itu masih dalam batas wajar. Tidak diperkenankan membawa senjata pusaka milik keluarga karena terlalu berbahaya. Kami tidak bertanggung jawab jika murid dalam masalah. Urus saja masalahmu sendiri karena kebodohanmu!
Dilarang keras melakukan tindak kecurangan. Jika masih tetap melanggar, maka akan diberi hukuman sesuai pelanggaran yang diberlakukan.
Hanya murid dengan jumlah energi 2.000 keatas yang dapat berpartisipasi. Jumlah energi sihir dibawah kriteria yang tertulis tidak diperbolehkan ikut dikarenakan terlalu beresiko. Sekolah diperbebaskan dari segala tuntutan yang ada. Mohon untuk mematuhi peraturan yang berlaku.
Disarankan untuk melatih skill dan kekuatanmu dengan baik agar menjamin kesuksesan dalam pertempuran. Semoga beruntung!
Murid yang kalah setelah berhasil masuk ranking 20 besar masih dapat melanjutkan pertandingan. Murid akan diberikan kesempatan sekali lagi untuk maju ke peringkat yang lebih tinggi. Berjuanglah!
"WTF?!"
Apa-apan peraturan ini? Konyol sekali, mereka membuat peraturan yang sedikit aneh... Ini...
Yang benar saja! Apakah semua murid di akademi ini selemah itu? Syarat-syaratnya juga bahkan terlalu mudah. Kurasa aku akan menahan diri untuk tidak menghancurkan tempat ini.
__ADS_1
"Ciela-san, bisakah kau menurunkan, tidak! Menyembunyikan energi dan auraku hingga ke titik yang rendah?"
[Dimengerti! Mode incognito diaktifkan! Energi sihir master saat ini adalah 00.005.000. Penyamaran berhasil!]
Ooh... Menarik! Tak kusangka energiku bisa disembunyikan hingga ke nominal sekecil itu. Dengan begini, aku tak perlu kawatir akan menghancurkan arena turnamennya.
[Peringatan! Mohon untuk tidak menggunakan skill anda terlalu berlebihan. Skill ultimate dan skill lainnya telah disembunyikan serta dinonaktifkan kecuali skill normal dan seni berpedang anda. Jika anda masih memaksa menggunakan skill yang lainnya, mode incognito maka secara otomatis akan terbuka. Item di inventory dapat digunakan dan tidak dibatasi. Berhati-hatilah!]
"Hmm..."
Kupikir ini akan baik-baik saja, tak kusangka semua keterampilan utamaku terkunci hampir seluruhnya. Hanya skill biasa dan seni berpedang yang bisa kugunakan.
Untunglah kemampuanku dalam berpedang tak terlalu buruk. Kurasa aku terlalu kawatir. Lagipula, ini tak sesulit itu.
Uh, tunggu! Jika aku tak mengendalikannya, maka sekolah ini yang akan terbelah menjadi dua. Cih! Lagi-lagi aku harus mengendalikan diri. Kuharap murid-murid disini tak mengecewakanku.
Di depan gerbang sekolah, Kiryuu dan yang lainnya berjalan memasuki akademi.
Saat itu, ada seorang yang menabrak lengan Kiryuu dengan sengaja. Kelihatannya, siswa itu adalah kakak kelasnya.
"Ah, maafkan aku... Kamu baik-baik saja kan?" Tanyaku.
Siswa itu menatap Kiryuu dengan tatapan yang penuh amarah dan kelicikannya.
"Baj*ngan! Kau sengaja ya?! Lihat apa yang sudah kau lakukan pada makananku?!" Bentaknya.
"Hei, kawan. Aku kan tadi sudah meminta maaf, apa yang perlu diperpanjang lagi?" Tanyaku mencoba membuatnya tenang.
"Ha?! Kau pikir hanya dengan minta maaf akan membuat makananku kembali? Ganti rugi dan berikan aku uang hehe."
Dalam pikiran Kiryuu~
"Sudah kuduga dia meminta itu. Apalagi yang preman minta selain uang dan gadis? Aku akan memberinya pelajaran."
"Hei, bocah baru... Cepat berikan uangmu 100 koin silver dengan begitu aku akan melupakan masalah ini." Katanya.
"Cuih! Apa masalahmu! Aku sudah meminta maaf padamu tapi kamu malah memerasku! Itu kan cuma sebuah makanan murahan dan kamu meminta lebih dari harga aslinya? Sungguh rendahan!" Ledek Kiryuu.
"Nandatou?! Kau tau apa huh?! Makanan ini sangatlah mahal! Aku membelinya di restoran terkenal dengan harga 100 koin silver juga. Karena tadi aku merasa kasihan padamu, aku memberikan diskon dengan harga yang sama karena kau adalah siswa baru. Sekarang kau benar-benar membuatku marah! Karena kau tadi menabrak lenganku cukup keras, maka aku menuntut kau memberikanku 100 koin silver sebagai tuntutan!"
"Hei, lihat! Ada yang sedang bertengkar, ayo kita kesana dan melihat!" Serunya.
Murid-murid yang melihat Kiryuu dan siswa itu berdebat jadi heboh dan penasaran lalu mengerumuni mereka.
"Cuih! Kamu benar-benar seorang baj*ngan! Bagaimana mungkin Yuu-sama mau mau membayar sebanyak itu pada orang idiot sepertimu?! Mati saja sana!" Nana meledeknya.
"Pffft...."
__ADS_1
Siswa lain yang mendengar apa yang Nana katakan menahan tawa mereka.
"Nani?! Hoi gadis kecil! Tutup mulutmu itu! Apa kau mau mati?!"
Siswa itu marah karena Nana membuatnya malu didepan banyak orang dan berniat menyerangnya.
"Heyaa!! Matilah!!" Serunya.
Siswa itu meluncurkan pukulannya yang sudah diperkuat dengan sihir tanah hingga membentuk tangan golem melesat dengan cepat ke arah Nana.
Tiba-tiba...
Set...
Hanya dengan satu jari, Kiryuu menghentikan serangannya.
"A-apa?! Mustahil!!" Siswa itu terkejut dengan apa yang dialaminya.
"Hei bung, kurasa kamu sudah keterlaluan... Aku akan memberikanmu sebuah pelajaran yang akan selalu kau ingat oke?"
"Ha? Apa maksud dari perkataanmu itu?!" Tanyanya bingung.
Kiryuu mendekatkan tangannya ke wajah siswa itu dan...
Cetukk.... JEBUUMM!!
Dengan satu sentilan jari dihidungnya, siswa itu terpental kebelakang hingga menghancurkan dinding sekolah.
Siswa-siswa lain yang melihat kejadian itu menjadi kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.
"Ops... Aku terlalu berlebihan. Maafkan aku. Aku akan memperbaikinya."
Karena merasa bersalah akibat menghancurkan dinding sekolah di hari pertamanya, dia memperbaikinya.
Dengan sihirnya, dinding sekolah berhasil diperbaikinya dengan sempurna seperti sebelumnya. Sementara itu, siswa yang Kiryuu hajar menderita patah tulang di bahu serta tulang hidung yang hancur beserta kaki kanannya.
"Itulah akibatnya jika kamu berani-beraninya menyentuhnya. Hanya kali ini saja, aku akan mengampunimu. Tapi jika kamu masih berani ingin mengulangi kesalahan yang sama, maka jangan salahkan aku karena kejam." Katanya.
Dengan sihir absolute regeneration, seketika tubuh siswa yang terluka seketika sembuh.
"A-apa yang terjadi? Bukankah aku terluka tadi?" Siswa itu heran dan menatap Kiryuu dengan wajah penuh ketakutan.
"Ayo pergi!" Ajak Kiryuu pada Nana dan yang lainnya.
Mereka pun meninggalkan siswa itu dan segera memasuki ruang ujian.
Lagi-lagi sebuah masalah menghampiri Kiryuu di hari pertamanya sekolah. Dia awalnya mengira bahwa hari ini akan baik-baik saja tapi ternyata perkiraannya salah. Tak peduli dimanapun Kiryuu berada, masalah pasti akan datang padanya. Bisakah Kiryuu berhasil melaluinya?
__ADS_1
To Be Continued~