
Tetua lizardmen atau sekarang ras dragonewt yang beberapa waktu lalu ikut berevolusi bersamaan dengan yang lainnya memimpin pasukan ketiga.
"Pasukan ungu! Latihan kalian masih kurang! Itulah sebabnya, dukung pasukan darat. Jangan lakukan hal sembrono! Teruskan saja seperti saat kita berlatih!" Ungkapnya lantang.
"Tapi, pasukan itu... Jumlahnya sangat..."
"Tidak ada masalah! Kalian tidak perlu kawatir, dan tidak perlu menahan diri!"
Pasukan ungu mengindahkan perintah tetua mereka Agil.
Meskipun jauh dari komando Agil, masing-masing secara individual mendukung kelompok pasukan dengan sangat kompak.
Ribuan anak panah dan bermacam-macam sihir dilontarkan ke langit dan menghujani para pasukan orc itu.
Karena menerima dukungan dari langit, pasukan darat mulai meningkatkan momentumnya dan menunjukkan taringnya dengan perintah Shiro, pasukan destroyer dari berbagai sisi menyerbu dan mengepung pasukan orc.
Setelah itu, pesawat B-29 dengan jumlah lebih dari 10 buah muncul diatas langit.
"Squad Bomber! Siapa yang mengatur langit yang agung?!" Tanya Kazaru yang memimpin squad terbang pembom melalui transmisi komunikasi pesawat.
"Kami!! Squad Bomber ALMONHULLIS!!"
"Itu benar! Mereka yang menodai langit kita, harus kita beri hukuman!!"
"Ini adalah perintah Kiryuu-sama! Semuanya, serang tanpa perlu menahan diri! Bantai habis mereka!!"
Anggota yang lain mengindahkan kata-kata Kazaru.
(Kazaru: Salah satu penjaga yang bertugas di tempat yang sama dengan Shiro atau sahabat dekatnya).
Bom-bom mulai dijatuhkan ke bawah dengan jumlah yang sangat banyak. Kekuatan destruktifnya meluluh lantahkan arena medan perang dan mengacaukan seluruh barisan pasukan orc yang perlahan jumlahnya mulai berkurang.
Yang tadinya pasukan berjumlah 1 juta sekarang hanya tersisa 500 ribu pasukan. Itu pun masih belum dihitung dengan yang melarikan diri.
Jumlah mereka terus berkurang dan berkurang.
"Ayo!! Bantai semuanya!!" Seru Shiro pada regu pengancurnya.
Shiro dan pasukannya terus menyerbu pasukan orc² itu dengan ganas dari berbagai arah seperti arah mata angin. Timur, selatan, barat, dan utara.
Regu hijau, merah dan kuning yang membagi kelompok mereka di setiap arah tersebut, hasilnya, sangat tidak diduga! Itu benar-benar sangat efektif!
Pasukan orc dibantai habis oleh pasukan Shiro.
Dan gelombang selanjutnya pun datang.
"Jangan mau kalah dengan mereka!! Tunjukkan kekuatan sejati kita pada mereka!!" Seru Agil pada pasukan ungunya.
"Dragon mode!!"
Pasukan ungu melepaskan kekuatan asli mereka.
Otot-otot hitam kemerahan dengan cepat meluas permukaannya ditutupi oleh sisik hitam legam.
Ukuran mereka tumbuh 2 kali dari biasanya dan meningkat secara besar-besaran.
Serangan, dan pertahanan.
Tak perlu dikatakan, itu tidak dapat dibandingkan sebelum mereka bertransformasi.
Jika ego itu hilang, itu hanya perwujudan dari kekuatan.
Jika mereka kehilangan kendali diri mereka, maka ini akan menjadi transformasi sederhana akan kekuatan kasar.
Tapi, mereka tetap mempertahankan ego mereka.
__ADS_1
Pada saat ini, para prajurit naga sejati telah terlahir.
"Kalau begitu, mari kita maju!!"
"YAAA!!!"
Pasukan dragonewt yang dipimpin oleh Agil terbang meninggalkan dinding benteng dimana mereka melakukan serangan pertama tadi.
Mereka semua terjun ke medan perang dengan kecepatan yang luar biasa cepat lalu menghujani para pasukan orc dengan sihir elemen yang kuat beserta serangan fisik yang kuat juga.
Tak perlu dikatakan lagi, jika itu adalah individu Agil yang kuat sejak evolusi.
Membanggakan sejumlah sihir yang tidak biasa, dia adalah pejuang yang ganas.
Dan, dengan kekuatan ini...
"Lihatlah! Sihir spesialku! Storm strike!!"
Hembusan udara seperti angin berputar, kelembapan atmosfer yang berkumpul pada satu titik, dan pusaran sihir telah melahap jumlah pasukan orc sangat banyak setidaknya 50.000 musnah.
Mereka pasukan orc yang bahkan memiliki ketahanan terhadap sihir, tak mampu menahan serangan yang Agil lancarkan.
Koreksi, itu hancur tanpa bersisa sama sekali.
Melihat hal ini secara bersamaan, pasukan pesawat tempur mulai melakukan serangannya pada pesawat-pesawat dan tank sihir milik musuh secara gila-gilaan. Masing-masing mencari sasaran untuk dihancurkan.
Mayor jendral Durandal dibuat terkesima oleh pandangan di hadapannya.
Mereka mencoba bertahan dengan penghalang sihir seperti biasa, bertindak sebagai perisai bagi benteng yang mengambang.
Namun, itu tidak cukup kuat untuk menahan misil-misil dan bom yang pasukan udara lancarkan. Ditambah lagi dengan kecepatan pesawat tempur yang menyamai kecepatan suara. Mustahil mereka (Musuh) melawan balik.
Jumlah para ksatria suci dan artileri musuh terus menurun drastis.
Ketika hanya tersisa 100 dari mereka, dia memiliki firasat buruk...
Tiba-tiba, dia menerima laporan dari tim pengawas bahwa kekuatan mereka tiba-tiba melonjak.
Perasaan buruk ketika pasukan penunggang wyvern dan regu utamanya mundur, anomali itu mulai terlihat.
Lebih tepatnya, apa yang dia saksikan adalah sebuah transformasi.
Dragonewts yang menyerbu pasukan, memiliki kekuatan yang melebihi wyverns, mulai menyerang mereka.
Output sihir mereka telah ditingkatkan, tetapi itu tidak berguna.
Seolah-olah sihir itu sendiri tidak efektif.
"Sialan! Bagaimana omong kosong bodoh ini bisa terjadi?!" Ucap Durandal geram.
Ketika dia benar-benar terdesak, dia hanya punya satu pilihan terakhir yaitu menggunakan magic canceller.
Menggunakan prinsip ini, dia mencoba melemahkan lawan, tetapi mereka semua bergerak terlalu cepat baginya untuk dilihat.
Namun, yang memerintahkan itu bahwa, serangan awal mereka tidak memiliki efek pelemahan pada musuh itu sama sekali.
Dan dia mengerti, kekuatan mereka berada di dimensi yang sama sekali berbeda.
Dia mulai putus asa dengan pilihannya.
Lalu, tiba-tiba, aura yang luar biasa kuat terasa mencekam dirasakan oleh Durandal dibelakangnya.
"Hei, apakah kamu bahkan tidak menyajikan teh untuk tamu disini? Aku haus tau?"
Seorang gadis cantik dengan rambut berwarna kuning bertwintail telah duduk di kursi mayor tanpa ada siapapun yang tau disana.
__ADS_1
Dengan memakai setelan militer lengkap, ia memiliki penampilan yang tidak sesuai dengan usianya.
"Dari mana dia berasal? Tidak! Bukan itu masalahnya disini."
"Siapa kau?!"
Tidak orang lain selain mayor jendral Durandal yang memperhatikan, dan bawahannya hanya menyadari setelah melihat kebelakang.
Tidak ada anomali yang terdeteksi di dalam pesawat.
Namun, gadis itu hanya duduk disana seperti hal itu benar-benar alami.
"Siapa aku? Kau bertanya? Namaku Arseno. Aku datang kesini untuk bertanya tentang berbagai hal."
"Kau akan segera mati kan? Karena itulah, aku kesini untuk menanyakan sesuatu sebelum itu terjadi." Dengan senyum polos, kata gadis cantik itu.
Namun, mayor jendral Durandal merasakan perasaan ragu-ragu yang tak terlukiskan oleh gadis cantik itu.
Misalnya, seperti jenis perasaan luar biasa yang dia miliki terhadap orang yang kuat seperti para penjaga raja kerajaan.
"Tidak mungkin... Aku, merasa takut? Pada gadis muda ini!?"
Namun, gadis yang ada dihadapannya adalah eksistensi abnormal yang mampu menyusup kedalam pesawat sendirian.
Durandal mengeluarkan pedangnya dan mengambil sikap untuk melawan gadis cantik itu.
Durandal sangat percaya diri terhadap kemampuan berpedangnya.
Dalam keadaan aktif, kepercayaan dirinya tidak akan mengembara seperti ini bahkan melawan para petualang.
Udara di sekitar Durandal berubah, membentuk benang ketegangan yang tak terlihat antara dia dan gadis muda itu.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Durandal bertanya.
Gadis muda, Arseno mengangguk dengan gembira.
"Struktur pesawat ini, metode operasinya, pasukan tempur yang kalian miliki, berapa banyak orang kuat yang ada, dan seluk beluk tentara ini. Ah, dan berbagai hal lainnya. Jangan kawatir, bahkan jika kau tidak berbicara, aku bisa mengoyak pengetahuanmu." Ucapnya berbicara tanpa basa-basi.
"Bodoh! Aku sama sekali tidak akan mengikuti maumu. Dihadapanmu, adalah sebuah individu yang kuat."
Mayor jendral Durandal mengambil kesempatan selama Arseno berbicara, melompat maju sambil mengangkat pedangnya diatas kepalanya dan menebas.
Skill berpedang yang sering diajarkan pada bawahannya, tebasan pedang di level master.
Serangan yang bahkan tidak bisa iblis hindari sekalipun, serangan yang sudah pasti akan membunuh target terpotong menjadi 2.
"Kemudian, mari kita mulai dengan kau!"
"Eh?"
Dia mendengar suara dari punggungnya.
To Be Continued~
Note: Sekalian nih gua kasih tau nama-nama tim regu pasukan kota monster:
Regu pertama, pasukan black panther.
Regu kedua, pasukan jingga.
Regu ketiga, pasukan ungu.
Regu keempat, pasukan hijau, merah, kuning.
Tim eksklusif, Destroyer.
__ADS_1