
Keikhlasan terbesar adalah di saat kita bisa ikut bahagia melihat kebahagiaan dia yang kita sayangi, sekalipun kebahagiaan itu bukan datang dari kita.
Tidak perlu merangkai kata indah, menyatakan kita Ikhlas, biarkan ke ikhlas itu cukup kita ucap dalam hati.
"Ikhlas itu seperti surat Al-Ikhlas"
"Bay... sini gabung..." panggil papa Arga
Sosok pria yang ikut bahagia melihat kebahagiaan Khanaya dan Arga adalah Bayu, hari ini dia dan kedua orang tua berkunjung ke rumah Papa Arga, om dari Bayu sendiri.
Arga yang tadi nya rebahan di paha Khanaya pun duduk, mereka beranjak menghampiri Bayu beserta orang tuanya.
Khanaya mencium takzim tangan Mama Bayu, tapi untuk Papa Bayu, Khanaya hanya bisa menangkupkan tangan di depan dada.
"Pas banget ya lagi barbequean.." ujar papa Bayu
Para orang tua pun bergabung, sedangkan Bayu menghampiri Artika dan Ardana yang sedang asik dengan Bakaran nya , tapi mereka juga nampak sedang berdebat.
"kira-kira kalau berdebat kapan Mateng nya..." ujar Bayu
"Mas Bayu..." mereka sedikit kaget
"perlu bantuan gak...??" tanya Bayu
"Adan nih mas, api nya jadi mati gara-gara arang nya kebanyakan" ujar Artika
"ok, sini mas bantu..." Bayu meraih besi panjang yang di gunakan untuk menambahkan arang.
Arang yang tadi menumpuk di kurangi sedikit oleh Bayu.
"tuh kan dek kebanyakan..."
"cuma dikit pun..."
"tapi kan api nya jad mati..."
Bayu terkekeh mendengar perdebatan kakak beradik itu, mereka benar-benar seperti anak kembar.
"lihat tuh nyala kan arang nya pas udah di kurangi..." tunjuk Artika
"iya deh iya... aku mau gabung sama teh Naya aja lah..." balas Ardana sambil membawa sepiring sosis bakar dengan ekspresi ngambek
"yah ngambek..."
"abis teteh bawel..." balas Ardana sambil ngacir
"udah... biar mas yang lanjutkan..." balas Bayu menengahi mereka
Saat api sudah kembali menyala,. Artika dan Bayu pun melakukan membakar sosis dan juga daging yang masih ada.
"gimana kuliah nya Dek...??" tanya Bayu
"Alhamdulillah lancar mas,.mas gimana udah move on..??" Tanya Artika
"In Syaa Allah..." jawab Bayu dengan senyum mengembang
"Allah pasti udah siapin jodoh terbaik buat mas Bayu..."
"aamiin....rencana mau nunggu Tika...hehehe..." canda Bayu
__ADS_1
"hmmm... bercanda jangan kelewat, bahaya kalau ada malaikat lewat" balas Artika
"hahaha...." tawa Bayu
"oh ya Kak Riana udah nyebar undangan, mas Bayu datang gak..??" tanya Artika
"In Syaa Allah, kalau gak datang bisa di lempar petasan nanti sama Riana.." jawab Bayu
"rajin-rajin mas datang di acara pernikahan, trus ikut rebutan bunga pengantin nya, kata nya kalau dapat bisa cepat nyusul.." ujar Artika
"percaya sama yang begituan...??" tanya Bayu
"hehehe... gak sih.." jawab Artika
Mereka nampak asik berbincang sambil membakar sosis dan daging, setelah semua masak, mereka pun membawakan untuk para orang tua dan mereka bergabung dengan Arga di bawah.
"Gimana kantor Bay..??" tanya Arga
"Alhamdulillah lancar mas..." jawab Bayu
"jadi ke sini mau bisnis tour atau apa tuh..??"
"Bayu sih bisnis tour, kalau Mama lagi kangen tuh sama kakak nya" jawab Bayu
"oh ya jadi Naya masih jadi sekretaris di kantor nya mas Arga...??" tanya Bayu
"masih, tapi rencana bakal ada yang bantu juga" jawab Arga
"wah 24 jam lah ya..."
"ya mungkin nanti kalau kandungan udah mulai besar baru rehat, seperti permintaan ratu" ujar Arga sambil melihat ke arah Khanaya
"iya, baru mau jalan dua bulan..." balas Arga dan Khanaya hanya menganggukkan kepalanya
"masyaallah,. selama ya Nay, selama juga buat mas..ikut senang"
"makasih bay,. doain lancar semua nya ya"
"pasti lah, sebentar lagi bakal di panggil om..hahaha" Bayu nampak begitu tulus, Khanaya dapat melihat itu
Dari dulu Bayu memang begitu tulus, tapi perasaan tak bisa di paksakan, karna jodoh tak pernah tahu kemana dia berlabuh.
"Tika lihat di sinetron, kalau bumil itu lebih pencemburu loh mas, hati-hati dan harus ekstra sabar" ujar Artika
"di dunia nyata lebih parah lah kayak nya" ujar Ardana ikut nimbrung
"gak papa, nama nya ada dua, ibu dan anak nya, jadi kalau cemburu nya luar biasa ya cukup ngelus dada..." balas Arga sambil merangkul Khanaya dan yang lain malah tertawa
Malam semakin larut yang lain masih asik berbincang, tapi Khanaya izin masuk terlebih dahulu, karna kondisi tubuhnya memang tidak mendukung berlama terkena angin malam
sepasang suami istri itu melihat aktifitas di luar dari atas jendela.
"seperti ini aja bahagia, mas gak ngebayangin gimana bahagia mereka saat cucu mereka telah lahir" ujar Arga sambil merangkul Khanaya
"Kebahagiaan orang tua saat anaknya telah menikah adalah melihat cucu nya lahir,.doain Naya ya mas..."
"doa terbaik untuk istri mas tercinta.." balas Arga
"makasih ya sayang...." Tamba Arga sambil mengecup kening Khanaya
__ADS_1
"oh ya besok kata nya calon sekretaris mas datang ya...??" tanya Khanaya
"jangan bahas pekerjaan ya, kita bahas besok..." jawab Arga
"Mas, boleh tanya sesuatu..??" tanya Khanaya
"apa...??"
"apa yang membuat mas memilih Naya..??"
"gak ada jawaban, Allah yang menggerakkan hati ini" jawab Arga
"nah sekarang mas yang tanya, kenapa Kamu menerima mas...??" tanya Arga balik
"Karna Allah menunjukkan nya.." jawab Khanaya
mereka sedikit terkekeh, lalu saling merangkul.
"jangan pernah berubah, apapun yang terjadi nanti di depan sana.." ujar Khanaya sembari menatap lekat mata sang suami
"jangan pernah bosan selalu menjadi alarm untuk mas, sama-sama kita berjalan hingga ke Jannah.." balas Arga membalas tatapan Khanaya dengan penuh kasih.
Setiap bahtera rumah tangga pasti akan ada ujian nya, semakin tinggi pohon maka semakin kencang pula angin yang berhembus.
Pohon itu arus memiliki akar yang kokoh agar tidak mudah patah, tidak mudah terombang-ambing terbawa angin.
Dan Akar dalam rumah tangga itu adalah terus libatkan Allah, jangan tinggalkan Allah, terus perbaiki diri untuk lebih dekat dengan Allah. Saling mengingatkan,. saling mencurahkan perhatian dan kasih sayang.
ππππ
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
...
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setiaππ₯°
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah βAlβQuran
π
Kak Ajeng boleh minta bantuan nya gak...??
bantu cerita kak Ajeng masuk di Rekomendasi ya.
Yang sempat bingung, ini kak Ajeng tandai ya yang harus di isi.
Jazaakumullah khairon
yang kak Ajeng tandai warna Hijau dan orange harus di isi dulu ya... baru deh bisa di posting.
Sekali lagi
__ADS_1
Jazaakumullah khairon