
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Arga benar-benar gelisah malam ini saat mendengar pengakuan dari Bayu, bagaimana mungki mereka mencintai Wanita yang sama, apa yang harus dia lakukan, jika mungkin orang lain dengan mudah dia mengatakan bahwa Khanaya akan menjadi Wanita nya, tapi ini adik sepupu nya.
Ingin rasa nya Arga menguhubi Khanaya, bahkan benda pipih itu sudah dia genggam, tinggal menekan tombol panggilan saja, tapi Arga ragu untuk melakukan nya. Dia takut Khanaya berfikir bahwa dia tidak mempercayai nya.
‘’Gimana ini ya Allah…’’ gusar Arga
Makan tak enak tidur tak nyenyak, itulah yang Arga rasakan hari ini. Arga pagi-pagi sudah bersiap untuk menuju rumah Khanaya, pagi-pagi tadi Arga sudah memberi tahu Khanaya bahwa dia kan menjemput Khanaya yang kebetulan pagi ini mereka ada pekerjaan di luar.
Ibu membukakan pintu saat pintu rumah di ketuk.
‘’ Assalamuallaikum bu..” salam Arga
‘’ Waalaikumusalam . masuk dulu yuk lagi pada mau sarapan tuh…’’
Ada rasa sungkan, jika harus menolak juga bingung, seperti nya dia datang nya terlalu pagi.
‘’udah masuk dulu..’’ ujar ibu lagi, dan Arga pun menurut
Arga mencium takzim tangan ayah.
‘’wah pas banget, tuk Naya lagi nyiapain sarapan, sarapan dulu ya..’’ ujar Ayah
‘’hmm…’’
‘’ kenapa, bukan nya ini bakal jadi rumah kamu juga nanti nya kan..??’’ tanya Ayah seakan tahu ke canggungan Arga
‘’Mas Arga, buruan ke tahap selanjut nya, gak baik lama-lama loh..’’ ujar Artika
‘’Pengen nya, teteh kamu tuh…’’ balas Arga berusaha santai sambil mengambil posisi duduk
‘’Pak Arga mau minum teh..??’’ tanya Khanaya saat di meja makan dengan membawa nasi goreng yang baru saja dia masak
‘’hadeeehh…. Tika aja manggil nya mas, masak iya teteh manggil nya pak..’’ ujar Artika
Arga dan Artika memang lebih nampak Akrab, tidak terlalu formal seperti Khanaya.
‘’iya Nay.. kamu ini gimana sih…’’ ujar Ibu
‘’Belum terbiasa Bu, dan udah kebiasaan di kantor kayak gitu…’’ balas Khanaya
‘’belajar donk, masa nanti udah nikah tetap manggil pak..’’ ujar Ibu
Ucapan ibu membuat Khanaya menjatuhkan sendok yang sedang dia pegang.
‘’nay…’’ tegus Ayah
‘’Maaf yah… licin..’’ balas Khanaya sambil berjalan ke arah dapur untuk mencuci sendok yang akan dia pakai untuk menyendok nasi goreng ke piring.
Khanaya berusaha bersikap biasa begitupun Arga.
__ADS_1
‘’ini masakan teh Naya loh Mas… belum seenak masakan Ibu atau juru masak di warung ayah, tapi udah lumayan lah..’’ujar Ardana sambil meledek sang kakak
‘’enak kok, enak banget malah,…’’ balas Arga
‘’ calon suami mah gitu ya Yah, suka berlebihan muji nya…??’’ tanya Artika sambil memainkan mata nya ke arah sang kakak
‘’udah…kenapa malah ngeledekin sih, buruan sarapan nya, kalian harus ke kampus ‘’ balas Ayah
Saat selesai sarapan semua pun berpamitan, Khanaya dan Arga menuju Gudang , sedangkan Artika dan Ardana menuju kampus.
‘’tiap hari ada yang masakin enak juga ya, kok pas banget ya tadi malam gak napsu buat malam, pagi-pagi malah sarapan sama masakan calon…’’ ujar Arga
‘’Pak Arga gak makan tadi malam…??’’ tanya Khanaya
‘’Nay..kita gak di kantor loh, kamu gak kepikiran sama ucapan Tika…?’’
‘’hmm… ( sambil menggaruk tengkuk nya) belum biasa, tapi naya coba perlahan..tapi nanti jika waktu nya sedah tepat ‘’ jawab Khanaya
‘’apa kamu belum sepenuh nya menerima aku ya Nay..??’’ tanya Arga masih dengan mode fokus pada kemudi nya
‘’dan soal bayu…’’ Arga menghentkan ucapan nya, ada rasa tak sanggup untuk melanjutkan ucapannya
‘’Saya dan bayu dari dulu gak lebih dari sebatas sahabat…’’ ujar Khanaya
‘’tapi laki-laki dan wanita itu sulit untuk murni sebatas sahabat atau teman, kalau gak laki-laki nya yang suka, ya Wanita nya…’’
‘’Bayu pernah nyatakan perasaan nya saat saya kan kuliah ke kota P’’ jujur Khanaya
‘’tapi sampai saat ini saya gak bisa membalas itu semua… mungkin hubungan kita belum terikan komitmen, tapi saya juga tahu arah dari hubungan kita ini…’’
‘’ya walapun saya juga gak bisa jamin apa hasil akhir dari ini semua, sebelum semua nya memang di pastikan..’’ tambah Khanaya
‘’siang ini Bayu ngajak ketemu, pak Arga mau ikut..??’’ tanya Khanaya
Arga melihat ke arah Khanaya sekilas.
‘’saya percaya sama kamu.. selesaikan jika ada yang belum selesai… tapi jujur saya bingung, bagaimanapun dia adalah sepupu saya..’’
‘’masih ingat gak kata-kata Naya waktu Pak Arga meminta jawaban…??’’ tanya Khanaya
‘’Menikah bukan tentang seberapa dekat kamu dengannya, bukan seberapa lama kamu menjalin hubungan dengan nya, dan bukan seberapa jauh kamu mengenal tentang nya, tapi seberapa yakin kamu mau memulai hidup dengan nya..’’ jawab Arga
‘’Deg…’’ jantung Arga berdebar tak karuan saat seleai dengan ucapannya sendiri
‘’Bukan tentang seberapa lama, atau seberapa jauh aku mengenal nya, tapi seberapa yakin.. ya seberapa yakin… ada apa dengan diri ku ini, khanaya udah menjawab semua nya dari awal, lalu kenapa seperi nya malah aku yang ragu, seharus nya jika aku yakin tidak perlu menunggu selama inikan..??? ‘’ batin Arga dia seakan baru sadar makna dari apa yang Khanaya ucapkan beberap waktu lalu.
Khanaya bukan tidak mau merubah panggilan nya, tapi di butuh pembuktian.
‘’Malam ini saya kerumah…’’ ujar Arga tiba-tiba
‘’ngapain…?? Kan belum akhir pekan..??’’ tanya Khanaya
Tapi Arga tidak menjawab karna mobl sudah memasuki area Gudang.
__ADS_1
‘’Pakai masker nya, banyak debu di dalam…’’ titah Arga sambil keluar dari mobil nya
Kali ini tampa membukakan pintu mobil untuk Khanaya, karna ini jam kerja.
Khanaya pun menurut lalu mengikuti kemana Arga melangkah, mereka pun mulai menemui staf yang jadi kepercayaan di bagian Gudang ini.
Memeriksa beberapa produk dan juga beberapa laporan. Mereka tampil selayaknya pimpinan dan sekretaris pada umum nya.
‘’ingat system di perusahaan kita , First In First out , Pertama masuk pertama keluar, karna itu sangat mempengarusi kwalitas bahan, jangan sampai nanti ada yang tertimbun dan menajadi kadaluarsa ya..’’ ujar Arga mengingatkan
‘’siap pak, setiap dua pekan kami akan cek apabila ada terselip barang lama yang belum kami keluarkan…’’
‘’harus..dan ingat bahan yang digunakan serta kemasan juga harus memenuhi kriteria Halal..’’
‘’ siap Pak… ‘’
‘’Karna salah satu penyebab doa kita belum terkabulkan itu juga dari apa yang kita pakai, sudah Halal belum…’’
‘’kami selalu ingat pesan pak Arga…’’
Mendengar penuturan Arga barusan membuat Khanaya mengukir senyuman.
Ya kekuatan kita adalah doa, dan salah satu pengaruh doa kita terhambat salah satu mengenal Halal.
Sudah Halal kah Rezeki yang kita dapatkan??
Jika sudah halal dalam mendapatkannya maka, sudah halal kah kita dalam mebelanjakan nya??
Apa yang kita pakai, dari pakaian, keperluan kamar mandi, apa yang kita makan.
Halalan Thoyyiban yang artinya Halal lagi Baik
Halal secara zatnya, yaitu semua makanan yang tidak diharamkan oleh Al Quran dan hadits. Yang secara jelas dinyatakan sebagai haram di Al Quran adalah bangkai, darah, dan daging babi:
Halal cara memprosesnya.
Halal cara memperolehnya, contohnya bukan makanan hasil curian
Tidak mengandung bahan yang memabukkan.
‘’Hai sekalian manusia, makanlah yang Halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karna sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu (QS Al-Baqarah ayat 168)’’
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran