
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
****************
Empat hari berlalu dan Arga sudah di perbolehkan pulang, tapi harus tetas rutin kontrol, rumah adalah tempat ternyaman tak ada dua nya, itulah yang Arga rasakan saat sudah berada di apartemen.
Sebelum nya Mama meminta mereka tinggal dulu di rumah nya, tapi Arga menolak, dia ingin pulang ke apartemen.
Sebagai seorang istri, Khanaya akan mengikuti ke mana langkah kaki sang suami melangkah.
Semua urusan kantor di tangani oleh Gani, jika ada rapat yang harus dia tangani langsung maka mereka akan melakukan via Zoom.
Sebelumnya ibu juga meminta Khanaya untuk tidak melakukan pekerjaan rumah, karna Khanaya memang tidak mual seperti yang lain hanya dia mudah lelah.
Urusan makan sementara ibu yang akan mengirim melalui ojol.
"Sayang mas ke kamar sebentar ya.." ujar Arga
"mau Naya bantu..??" tanya Khanaya menawarkan
"gak usah mas bisa kok, cuma mau ambil laptop" balas Arga
"ya udah, Naya mau siapakah makan siang dulu ya, Mama dan Ibu tadi ngirim makan siang, Naya gak tahu apa ini akan habis untuk kita berdua..." ujar Khanaya
"itu tanda nya mereka sayang sama istri mas ini..." sambil mencolek dagu Khanaya lalu melangkahkan kaki nya menuju kamar
Saat di kamar Arga langsung mengambil laptop yang ada di meja di dekat sofa, sebelum keluar Arga memutuskan untuk ke kamar mandi tapi tiba-tiba mata nya tertuju pada amplop kecil yang ada di atas nakas.
"amplop apa itu.. perasan tadi gak ada" guman Arga
Arga pun menuju ke nakas, mengambil posisi duduk di tepi ranjang di raih nya amplop putih yang ada di nakas, ada lebel rumah sakit dimana di Arga di rawat beberapa hari lalu.
"perasan rekap medis kemarin pakai map lah, trus ini apa...??" heran Arga
Arga pun membuka amplop itu, ada sebuah foto yang tak dapat dia pahami.
Di baca nya keterangan bagian atas, ada nama rumah sakit, tanggal dan juga jam nya. yang paling membuat kaget adalah tulisan Ny. Khanaya Putri, yaitu nama dari sang istri.
Jantung nya berdetak tak karuan,. ada rasa Khawatir, apakah sang istri sakit???
Arga langsung keluar dari kamar, melangkah kaki nya cukup lebar, rasa nyeri di bagian luka nya di abadikan karna rasa Khawatirnya dengan kondisi kesehatan sang istri tercinta.
Di tarik nya tangan Khanaya yang sedang membuka kotak lauk.
__ADS_1
"mas ada apa...??" tanya Khanaya kaget
"jangan ada yang di tutupi, kamu kenapa?? mas nemu foto ini di atas nakas, ada nama kamu sayang, dan ini dari rumah sakit yang sama dimana mas di rawat, kenapa gak ada cerita pas kita di rumah sakit" cecar Arga dengan nada sangat Khawatir.
Khanaya menangkup wajah sang suami, senyum mengembang terbit dari bibir nya.
"Naya baik-baik aja, bahkan sangat baik..."
"sayang mas serius...ada ini dan kondisi kamu juga mudah lelah, pusing.. jujur ,jika ada yang sakit bilang, kita akan cari penanganan terbaik"
Bukan menjawab, Khanaya malah menuntut tangan kekar sang suami ke perut rata nya. Di bimbing nya tangan sang suami untuk mengusap perut rata nya.
Mata Arga tertuju pada apa yang Khanaya lakukan, sesekali mata nya berkedip kedip.
"maksudnya nya...??" tanya Arga masih bingung
Diraihnya foto yang Arga genggaman.
"mas lihat " tunjuk nya
"ada seperti gumpalan kecil di dalam lingkaran ini kan..??" Tanya Khanaya dan Arga mengangguk
"dia ada di sini, dia adalah amanah dari Allah untuk kita..." ujar Khanaya dan mata Arga membulat seketika.
Khanaya mengangguk sembari menghapus air mata Arga dengan ibu jari nya.
Dengan cepat Arga merangkul Khanaya dengan erat nya, mungkin jika saat ini dia sedang tidak terluka, Khanaya sudah di gendong memutari apartemen.
Dilepaskannya pelukannya, di cium nya Kening Khanaya dengan penuh sayang, lalu Arga berjongkok perlahan sambil memegang bagian perut nya, setelah di rasa nyaman di kecup nya perut Khanaya yang masih rata itu.
Khanaya mengusap rambut Arga dnegan lembut.
"orang tua kita harus di beritahukan sayang..."
"mereka udah tahu mas... Ibu dan Mama yang nemenin Naya periksa"
"Jangan bilang mas yang terakhir tahu kabar ini..??" tanya Arga tak percaya
Khanaya pun menceritakan kapan dia mengetahui kehamilan nya, dan kejadian dalam perjalanan ke kota S, hingga itu yang membuat orang tua mereka tahu.
"Maafin mas, kalian jadi harus susah..." sambil mengusap lembut pipi Khanaya
"Qadarullah mas, kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi di luar, saat mas di rumah maka mas adalah milik Naya,. tapi saat mas di luar sana, semua Naya kembalikan ke pada Sang maha pemilik, karna pemilik kita sebenarnya adalah Allah..."
__ADS_1
"Naya pasrahkan kepada Allah... kelancaran pekerjaan mas, keselamatan mas, semua Naya serahkan kepada Allah..."
Arga membawa kepala Khanaya ke dada bidang nya, berulang kali di kecup nya ubun-ubun sang istri tercinta.
"mau sampai kapan kita berdiri aja, Naya laper mas..."
"Astagfirullah... maaf sayang,.kita makan..." Arga menarik kan kursi untuk Khanaya.
"Jadi ini semua juga karna mereka tahu istri mas ini gak bisa kelelahan...??" tanya Arga sambil melihat sayur dan lauk pauk yang ada di meja
Khanaya menganggukan kepalanya.
"dan itu juga alasan Mama minta kita tinggal rumah...??" tanya Arga lagi
"mungkin..." jawab Khanaya
"kalau gitu kamu gak perlu ke kantor, fokus di rumah aja, doain rumah kita segera selesai ya...." ujar Arga
"Bosan mas, lagian kerjaan Naya kan gak berat.." balas Khanaya
"Kita bahas nanti, kita makan dulu , kaya nya laper, utun juga pasti laper..." Ujar Arga sambil menyuapkan satu suapan nasi dan lauk nya.
Mereka pun makan dengan saling suap-suapan.
Kebahagiaan mereka menuju sempurna, dan akan di sempurnakan dengan kelahiran-kelahiran buah hati mereka nanti.
Senyum kebahagiaan tak lepas dari ke dua insan ini, saling memberikan perhatian-perhatian kecil tapi bermakna untuk ke dua nya.
Mereka pun duduk di sofa sembari menikmati tayangan televisi saat mereka sudah selesai dengan makan siang mereka.
Arga menyempatkan memeriksa email yang masuk.
🍃🍃🍃🍃
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
...
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran