Tak Berujung

Tak Berujung
Cinta Bukan sekedar perasaan, melainkan Tanggung jawab


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Mulai pagi Khanaya beserta team perencanaan sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan tempat dimana mereka sedang launching produk terbaru dari perusahaan mereka.


‘’Semoga produk nya bisa mudah di terima ya guys…’’ ujar Nilam


‘’Aamiin….’’ Jawab Khanaya dan yang lain dengan kompak sembari menadahkan tangan


Merak pun mulai di buat sibuk , dari memasang banner , menyusun produk agar tampak menarik, semua bekerja sama dengan sangat baik.


‘’Nay… gak di cariin pak Arga..??’’ tanya Widia


‘’Nanti pak Arga kesini, mau lihat launching ini sekaligus ada mau ketemu rekan bisnis nya…’’ jawab Khanaya


‘’eh Nay, kamu tahu gak siapa calon istri Pak Arga…??’’ tanya Winda dan itu membuat Khanaya tersenyum canggung


‘’tahu gak Nay..??’’ tanya Nilam kali ini


‘’kok tanya sama Naya sih, tanya aja ke pak Arga nya..’’ jawab Khanaya


‘’ya siapa tahu kamu tahu, secara kamu kan sekretaris nya, siap tahu pernah di kenalin..’’ ujar Winda


‘’wah gak pernah bahas hal pribadi di kantor atau di tempat meeting bahas nya pekerjaan…’’ jawab Khanaya


‘’pas di acara malam itu kok pak Arga bisa ikutan…?? Berarti kan kalian cukup akrab…’’ tanya Roy


‘’pas ngerencanain acara malam itu pas pak Arga ada di samping Nay, trus beliau mau ikutan, masa iya gak di bolehin…?? dan kebetulan Bayu dan pak Arga itu sepupu’’ jawab Khanaya


Saat sedang berbincang rupanya Arga datang melihat dekorasi launching produk baru nya.


‘’Khanaya jam berapa Kita janji ketemu dengan pihak perusahaan TX..??’’ tanya Arga


‘’eh pak Arga..hmm..jam dua pak’’ jawab Khanaya sedikit gugup karna kaget dengan kedatangan sang bos


‘’kalau begitu kita berangkat sekarang saja, takut nya macet kan… dan untuk launching ini nanti Pak Gani dan Bu Sandra yang akan membuka nya ya..’’ ujar Arga


Semua yang ada hanya bisa menganggukan kepala sambil menjawab ‘’baik pak…’’


Kini Khanaya mengikuti langkah Arga.


‘’kamu bareng yang lain tadi kesini nya atau bawa motor sendiri…?’’ tanya Arga sambil membalikan badannya dan hampir saja Khanaya menabrak nya


‘’pak, pak Arga kalau mau putar badan atau pas mau berhenti bisa kasih kode dulu gak..??’’ ujar Khanaya dan itu malah membuat Arga terkekeh


‘’udah kayak mobil aja ya kasih rambu-rambu…’’jawab Arga

__ADS_1


‘’udah buruan masuk mobil…’’ titah Arga kan Khanaya hanya bisa menurut, bukan karna dia super penurut, tapi dia malu karna barusan saja mengomentari sang Bos.


Suasana di mobil cukup senyap, dan saat sampai di restauran, mereka langsung menuju meja yang sudah mereka pesan.


‘’Pak ini baru jam satu lewat, apa kita gak kecepatan…??’’ tanya Khanaya


‘’gak…saya memang sengaja, pengen ngobrol aja sama kamu, bukan mengenai pekerjaan…’’ jawab Arga


‘’Ya Allah , apa Pak Arga minta jawaban nya sekarang ya…???’’ batin Khanaya


‘’Kelak Jika Allah izinkan aku berjuang bersamamu dalam sebuah ikatan Halal, maka akan aku ceritakan betapa tersiksanya diriku, Ketika merindukan mu tapi harus tetap menjaga..’’ batin Arga


‘’boleh saya tanya sesuatu..??’’ tanya Arga


‘’hmmm…mengenai..??’’ tanya Khanaya


‘’Rafa…’’ jawab Arga


‘’apa dia alasan kamu belum siap membuka hati…???’’ tanya Arga


‘’Saya dan kak Rafa tidak pernah terikat dalam hubungan apapun, tapi kami cukup dekat, saya dan teman-teman semua cukup dekat dan akrab dengan nya..’’


‘’sebenar nya saya gak mau bahas masa lalu, tapi biar gak ada salah paham, jadi biar saya jelaskan’’ tambah Khanaya


Khanaya pun mulai menceritakan apa janji rafa sebelum Rafa kuliah di Kota S, hingga sampai Rafa membawa calon tunangan nya kerumah.


Tapi semua kejadian membuat nya yakin dan belajar banyak hal, kalau memang benar tidak ada tempat berharap terbaik selain kepada Allah.


‘’saya hanya sedikit kaget saja Pak, dan juga bertanya, kenapa saya???’’ jawab Khanaya


‘’Saya pernah membaca dalam sebuah buku …’’ ujar Khanaya dan Arga pun mulai memasang wajah serius untuk mendengarkan perkataan Khanaya


‘’Menikah bukan tentang seberapa dekat kamu dengannya’’


‘’Bukan seberapa lama kamu menjalin hubungan dengannya’’


‘’Dan bukan seberapa jauh kamu mengenal tentangnya’’


‘’tapi, perihal seberapa yakin kau mau memulai hidup bersamanya’’


‘’seberapa siap kamu menerima setiap kekurangannya’’


‘’karena jika suatu saat Ketika Cinta dan rasa itu pudar..’’


‘’kau masih memiliki keyakinan bahwa….’’


‘’surga adalah garis finis yang harus kau tuju bersamanya’’

__ADS_1


‘’Cinta bukan sekedar perasaan, melainkan tanggung jawab antara Kau,Dia dan Tuhan…’’ ujar Khanaya dengan penuh hati-hati


Arga terpaku pada setiap rangkaian kata yang Khanaya ucapkan, begitu kena di hati nya.


‘’Saya boleh tanya ke pak Arga..??’’ tanya Khanaya


‘’dengan senang hati…’’ jawab Khanaya


‘’adakah alasan lain pak Arga memilih saya,,?’’ tanya Khanaya


‘’saya tidak tahu, tapi satu yang saya lihat saat pertama kali melihat dan mengenal kamu, kamu yang selalu menjaga sholatmu…’’


‘’wanita yang nanti nya akan menjadi seorang istri lalu menjadi ibu, dia adalah madrasah pertama untuk anak-anak nya, dan saya lihat itu di diri kamu..’’ jawab Arga


‘’seperti yang pernah kamu katakana di depan Ayu, Gani dan Laras, bahwa Harta , Tahta dan Rupa itu bisa berubah..dan saya percaya, dia yang selalu menjaga sholat nya maka dia dekat akan pintu surga’’


‘’dia yang menjaga sholat nya sekalipun dia tahu belum tentu sholat nya di terima, itu membuktikan Allah berada disisi nya…’’ tambah Arga


‘’saya bukan lelaki sempurna Nay, Saya juga belum bisa Khusyuk dalam sholat, maka dari itu saya ingin memiliki pasangan yang siap melangkah bersama untuk lebih dekat dengan Nya, dan saya melihat itu di diri kamu,,,’’


Khanaya terdiam mencerna kata demi kata yang Arga ucapkan


‘’saya tidak meminta kamu harus langsung menerima saya ke tahap lebih pasti, tapi saya meminta ke kamu dan juga Ayah untuk di izinkan mengenal kamu..’’


‘’ada yang bilang istilah ta'aruf , tapi saya sangat sadar diri ini bukan lah seperti ta'aruf, karna yang saya tahu ta'aruf itu ada tahap-tahap juga yang harus di lewati..’’


‘’tapi jika kamu bertanya seberapa keyakinan saya, dan seberapa serius saya.. kamu bisa menilai itu, karna percuma saya bilang saya yakin 100 persen atau apapun itu, jika kamu tidak dapat melihat itu, dan bagaimanapun hanya Allah yang sejatinya tahu bagaimana hati kita…’’ ujar Arga


Khanaya terdiam sesaat, dari setiap kata yang Arga ucapkan Khanaya dapat melihat ketulusan, tapi begitu berat saat ini untuk membalas ucapan Arga


‘’Nay…’’ panggil Arga


Khanaya melihat ke arah Arga, dan Khanaya berusaha tampak dengan senyum mengembang ke arah Arga untuk menetralisir rasa groginya.


Saat khanaya akan mengatakan sesuatu, Pundak Arga di tepuk oleh seseorang


‘’maaf pak Arga, kami terjebak macet..’’ ujar orang tersebut lalu mengambil posisi duduk di sebelah Arga


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2