Tak Berujung

Tak Berujung
Menyebar Undangan


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Gani sudah berada di kantor, langsung menuju ruang rapat sebagaimana yang sudah dia infokan tadi di chat Grup para pimpinan divisi.


Gani langsung menyerahkan undangan sesuai banyak nya team per divisi.


"Setelah undangan ini di berikan, minta semua berkumpul di ruang serba guna" titah Gani


"Baik pak..." jawab mereka semua kompak..


Semua pun bubar dan Menuju divisi masing-masing.


Semua stafp dan Pegawai melongo saat mendapat undangan tersebut, di tambah melihat foto dari surat nikah Arga dan Khanaya yang jelas terpampang di Undangan tersebut.


"Pak ini beneran, jadi pak Arga dan Bu Khanaya sudah Menikah...??" tanya beberapa staf


"Semua berkumpul di ruang serbaguna, akan di jelaskan di sana"


Masih tidak percaya tapi mereka mau tak mau menurut sesuai instruksi.


Semua staf dan pegawai sudah berkumpul, begitu pun para kepala Divisi.


Gani dan para kepala divisi berdiri di atas podium. Gani membuka pembicaraan.


"Gimana sudah di buka Undangan nya??" tanya Gani


"Sudah Pak..??" jawab Mereka kompak


"ini beneran pak..?? bukan Prank kan pak??"


"Ini Bener-bener seperti yang kalian lihat dan kalian baca... kami semua kepala divisi sudah mengetahui dari awal sejak mereka baru Menikah" jawab salah satu ketua Divisi


"Sebenarnya acara resepsi ini akan di adakan sebulan lagi, tapi karna insiden kemarin pagi Pak Arga memutuskan untuk mempercepat" ujar Gani


"Insiden apa pak...??"


Gani pun menceritakan apa yang sempat terjadi kemarin pagi,. kejadian di lobby yang membuat beberapa staf membicarakan Khanaya dan Arga


"Tidak ada suami yang ingin harga diri istrinya di rendahkan, Seperti yang kalian lihat selama ini , Bu Khanaya sudah menjadi Istri dari pimpinan perusahaan, tapi dia tidak pernah menyalah gunakan kekuasaan, bahkan dia meminta pak Arga untuk profesional" ujar Gani


"Saat masalah pekerjaan pak Arga akan memberikan perintah sebagaimana Bos dan sekretaris"


"Saat Bu Khanaya salah pak Arga pun tak sungkan menegur Bu Khanaya.."


Semua yang ada di ruangan itu diam, sesekali mereka saling melirik rekan nya.

__ADS_1


"Dan apa yang pak Arga tunjukkan kemarin sore di hadapan para staf dan pegawai itu memang pak Arga sengaja Tampa izin terlebih dahulu dengan Bu Khanaya"


"Saya paham kalian beranggapan Bu Khanaya ini dan itu.. tapi Jangan suka berspesifikasi terlalu jauh, apalagi berspekulasi yang ke arah negatif, saya adalah saksi di pernikahan mereka..."


"mengenai siapa yang membuat Pak Arga melakukan ini semua pak Arga memilih menutup nya, dan ini juga salah satu permintaan Bu Khanaya, hanya satu permintaan Pak Arga,tidak ada lagi gunjingan tentang Istri nya....jika itu tetap terjadi makan pak Arga akan bertindak tegas.."


"Bu Khanaya pun meminta di saat di dalam menjalankan tugas kantor, maka dia adalah sekretaris sang Bos, bersikap sewajar nya.."


Begitulah cara Arga menunjukkan siapa Khanaya, bukan dengan cara marah-marah karna Arga tahu Khanaya tak akan setuju.


Menyelesaikan dengan cara yang elegant.


"Gak nyangka ya, Bu Khanaya selama ini bersikap biasa saja..."


"bahkan di kantin mereka gak pernah loh makan bersama, Bu Khanaya tetap gabung dengan teman-teman di divisi lama nya"


"Seperti yang di sampaikan pak Gani... Bu Khanaya ingin tetap profesional" ujar Nilam tiba-tiba


"kalian udah tahu ..??"


"ya udah lah.. kami divisi perencanaan jelas udah tahu dari awal..." balas Winda


"terus siapa yang melihat kejadian di Lobby...??"


"kan udah di bilang pak Arga gak mau membuka nya, dan itu sesuai permintaan Bu Khanaya, ambil hikmahnya aja, sebentar lagi makan enak..." jawab Roy yang tahu siapa orang-orang itu.


🍃


Sebelum ke rumah Ayah , mereka memutuskan untuk ke warung ayah terlebih dahulu.


Warung dengan dekorasi serba bambu membuat yang datang pun merasa nyaman.. Masakan Khas Sunda menjadi pilihan di warung ayah.


"Assalamualaikum..." salam Khanaya yang diikuti Arga dari belakang dan di sambut salam juga oleh pegawai ayah.


"Wah pengantin baru...." ledek salah satu pegawai


"ayah mana om...??" tanya Khanaya


"lagi di dapur tu Nay... langsung aja kesana"


Semua pegawai Ayah sudah tidak asing dengan Arga, jadi mereka nampak ngobrol dengan santai,.Arga juga mudah berbaur jadi membuat mereka tampak Akrab.


Arga sambil ngobrol juga menyerahkan undangan pernikahan mereka, sedangkan Khanaya menuju dapur menghampiri sang Ayah.


"Lancar ya mas Arga..." ujar pegawai ayah


"aamiin....mohon doa nya om.." balas Arga ramah

__ADS_1


Tak berselang lama Khanaya keluar dengan sang ayah,.lalu Arga mencium takzim tangan Ayah mertuanya itu.


"Jadi pada gak ngantor??" tanya Ayah


"Gak yah, sengaja luangkan waktu untuk ngantar undangan.." jawab Arga


Kan gak mungkin Arga menjawab bawa ingin sang istri istirahat setalah ibadah mereka tadi malam.


Mereka pun duduk di salah satu meja lesehan.


"Yah gimana dengan yang Arga tawarkan beberapa waktu lalu...??" tanya Arga


"mas menawarkan apa sama Ayah, kok Naya gak tahu ...???" tanya Khanaya heran


"Begini sayang, Arga saat ijab kabul sebenarnya Arga akan memberikan mahar yang seharusnya lebih dari itu, kan kalian gak ada istilah ijab kabul ulang, jadi Arga ingin membantu pembangunan warung menjadi lebih besar lagi" jawab Ayah


Khanaya bingung harus berkata apa.. karna dia tak ingin di nilai memanfaatkan keadaan, apalagi pernikahan mereka juga batu saja.


"Ayah bilang untuk membicarakan semua ke kamu dulu, kan mahar itu hak kamu.."


"Nay... mahar itu sudah saya siapkan jauh hari, tapi saat itu saya hanya ada uang yang ada di dompet saja, jadi saya tetap ingin memberikan mahar itu.." ujar Arga


"tapi mas apa penilaian orang, akan berfikir ayah memanfaatkan mas..."


"maka dari itu, sampaikan saja ini mahar dari saya ke kamu dan kamu memberikan kan nya ke ayah.." ujar Arga


"warung ayah semakin ramai, kadang orang gak kebagian tempat duduk .." tambah Arga


"mas udah bicarakan ini ke Mama dan Papa..??" tanya Khanaya


"sudah, papa dan mama tahu kok mahar yang mas siapkan...." Jawab Arga


"Ayah serahkan ke kamu keputusan ini sayang..." ujar Ayah sambil mengusap kepala Khanaya yang berbalut jilbab


"Khanaya ngikut aja gimana baik nya, jika memang semuanya sudah mengetahui, Naya cuma gak mau nanti membuat orang menilai yang tidak-tidak ke ayah..." balas Khanaya sambil menatap lekat wajah sang Ayah


🍃🍃🍃


Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


....


Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.


...


Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia🙏🥰

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2