Tak Berujung

Tak Berujung
Menjadi sekretaris dadakan


__ADS_3

Dua bulan sudah Khanaya berada di divisi nya, Khanaya sangat-sangat bersyukur di pertemukan dengan banyak orang baik.


Team nya begitu solid dan sangat kompak. Masa-masa lembur pun sudah pernah Khanaya lakoni.


Pak Surya walaupun tak banyak bicara tapi cara nya yang berbeda mampu membuat team di divisi ini sangat kompak, ya mereka harus kompak dan saling mengisi.


Bagaimanapun Divisi perencanaan harus bisa saling berkontribusi dan professional agar apa yang di rencanakan perusahaan bisa berjalan dengan baik.


Divisi Perencanaan lah yang memutuskan apakan perencanaan itu tetap lanjut atau stop.


“Khanaya… di panggil sama Bu Diana tuh, disuruh langsung ke ruang bagian HRD..??’’ ujar salah satu staf perusahaan yang di perintahkan oleh bu Diana


‘’Nay, ada apa kok sampai di panggil Bu Diana..??’’ tanya Nilam


‘’Naya juga gak tahu, Naya keruangan bu Diana dulu ya…’’ balas Khanaya


Khanaya pun bergegas menuju ruangan bu Diana, jantung dag dig dug, prasangka-prasangka tak baik mulai timbul.


Apakah dia telah melakukan kesalahan dan lain nya bertebaran di pikiran Khanaya.


Tok..tok..tok


Pintu ruang HRD Khanaya ketuk.


‘’Masuk..’’ titah suara bu Diana dari dalam


‘’Assalamualaikum,, ‘’ salam Khanaya sambil membuka pintu


‘’ Waalaikumusalam … duduk Khanaya..’’ balas Bu Diana sambil mempersilahkan Khanaya duduk di kursi yang ada di depan meja nya


‘’Maaf ibu memanggil saya, ada yang bisa saya bantu bu? Atau apakah saya melakukan kesalahan dalam bekerja..??’’ tanya Khanaya


‘’Dua bulan kamu disini, emangnya kamu merasa melakukan kesalahan.??’’ Tanya Bu Diana balik


‘’hmm…sejauh ini lancar bu, tidak ada kendala, karna saya berada di team yang solid’’ balas Khanaya


‘’tuh kamu tahu, kenapa kamu bisa berfikir melakukan kesalahan..??’’ tanya Bu Diana


Khanaya membalas dengan senyum kecut nya, plus malu karna sudah berfikir negatif thinking


‘’Begini Khanaya, Ibu minta untuk beberapa saat ini kamu untuk menjadi sekretaris dari pak Arga…’’ Ujar Bu Diana


‘’kalau boleh tahu kenapa ya bu, pak Arga itu bukan nya pimpinan perusahaan ini’’


‘’Ya Pak Muhammad Arga Anshar atau biasa di panggil pak Arga adalah anak dari presdir perusahaan ini, beliau lah yang mengambil alih perusahaan ini, kurang lebih sudah tiga tahun’’

__ADS_1


‘’Sekretaris nya sedang cuti melahirkan, jadi selama cuti saya minta kamu yang menggantikan..’’ tambah Bu Diana


‘’Kenapa saya bu, rasa nya posisi itu…’’


‘’posisi itu kenapa??’’ potong Bu Diana


‘’Saya percaya kamu bisa, dengan prestasi kamu di akademi, dengan kinerja kamu selama dua bulan ini, banyak yang ingin di posisi ini, tapi mereka belum tentu mampu, saya yakin kamu mampu..’’


Perkataan Bu Diana membuat Khanaya bergidik


‘’apakah Pak Arga galak bu..??’’ tanya Khanaya


Bu Diana terkekeh dengan pertanyaan Khanaya


‘’Kamu akan tahu nanti, yang pasti dia sangat teliti, dan ketelitian kamu itu yang membuat saya memilih kamu, saya tidak menerima penolakan, saya antar kamu sekarang menemui Bu Ayu’’ ujar Bu Diana sambil bangkit lalu berjalan menuju pintu, tapi Khanaya malah masih terdiam


‘’Khanaya ayuuk buruan, bu Ayu akan serah tugas..’’ ujar Bu Diana saat melihat Khanaya masih duduk anteng di posisi nya


Menurut itu lah jalan satu-satu nya, mana bisa menolak, menolak berarti siap di pecat, pikir Khanaya


Khanaya pun bangkit lalu mengikuti langkah Bu Diana menuju lantai empat.


Berkali-kali khanaya membuang napas panjang, berusaha mengendalikan perasaan tak karuan yang ada di hati dan pikirannya.


‘’tenang aja, saya yakin, kamu bisa dengan mudah beradaptasi ’ ujar Bu Diana sambil menepuk-nepuk Pundak Khanaya, agar Khanaya rileks.


Nampak perut buncit sang sudah sangat turun, tinggal menunggu hari untuk launching.


Bu Diana memperkenalkan Khanaya ke Bu Ayu.


‘’Santai saja, seperti nya usia kita gak jauh berbeda kok,..’’ ujar Bu Ayu


‘’Dia gak percaya diri, itu inti nya’’ balas Bu Diana


‘’Pak Arga baik kok orang nya, tapi dia juga sangat professional dalam urusan kerja, untuk pekerjaan Pak Arga sangat-sangat teliti… dan saya dengar dari pak Pak Surya kamu sangat teliti.. sebenarnya pak surya berat melepaskan kamu dari team nya, tapi jika sudah urusan atasan, mana bisa menolak..’’ ujar Bu Ayu menjelaskan


‘’Dua hari ini kamu akan mempelajari apa saja pekerjaan Bu ayu, dan Bu ayu akan menjelaskan projek apa saja yang sedang di tangani Pak Arga’’ ujar Bu Diana


‘’Bismillah, Saya akan berusaha semaksimal mungkin’’ Balas Khanaya


‘’nah gitu donk harus percaya diri…’’ balas Bu Diana


Mendengar bagaimana dukungan Pak Surya dan Bu Diana membuat nya harus yakin, jika mereka saja yakin dirinya mampu, lalu kenapa dia tidak yakin dengan diri nya sendiri


Khanaya pun mulai membuka berkas-berkas dan Bu Ayu pun memberikan Tablet dimana di sana data-data perusahaan, kontak klien, dan juga agenda-agenda Pak Arga semua ada di Tablet itu.

__ADS_1


Jika Khanaya sedang sibuk dengan bu Ayu, berbeda dengan team di divisi nya, mereka semua kaget dengan Khanaya menjadi sekretaris pak Arga untuk sementara ini.


‘’Yah pak, Khanaya itu potensial pak, kenapa harus di pindah sih..’’ protes Nilam


‘’mau membantah bu Diana…??’’ tanya Pak Surya


Bukan menjawab mereka membuang napas panjang dengan bersamaan


‘’kompak ya kalian buang napas nya..?? ckckck..’’


“Pak surya sich, sepi kan divisi kita…’’ Ujar Rio


‘’nanti bakal ada yang gantiin Khanaya..’’ ujar pak Surya


‘’Khanaya gak tergantikan pak..’’ balas winda


‘’kalian ini udah kayak di tinggal pacar aja..’’ balas pak Surya sambil beranjak Kembali keruangan nya


Kembali ke Khanaya


‘’Gimana..? ada yang bingung gak..??’’ tanya Bu Ayu


‘’sejauh ini paham Bu, nanti jika ada yang kurang jelas Naya akan tanya lagi..’’ balas Khanaya


‘’Oh ya bu Pak Arga nya lagi gak di tempat ya Bu..??’’ tanya Khanaya


‘’Pak Arga dalam perjalan dari kota S, nanti akan langsung mampir ke kantor, dan kamu harus bersiap dengan berkas-berkas yang akan diberikan pak Arga’’


‘’Oh ya Naya, Pak Arga punya aspri yang bernama Pak Gani yang selalu menemani nya dalam dinas di luar kota, dulu saya juga ikut, tapi sejak hamil hanya pak Gani yang menemani pak Arga..’’


‘’Maksud ibu nanti apakah saya juga akan ikut juga dalam perjalanan dinas Pak Arga..?’’ tanya Khanaya


‘’nanti beliau yang putuskan…’’


Jawaban Bu Ayu membuat Khanaya menggigit bibir bawah nya.


🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut boleh lah ya Follow Akun IG kak Ajeng dan jangan ngaku suka sama cerita kak Ajeng kalau belum Follow IG kak Ajeng 🤭 @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2