Tak Berujung

Tak Berujung
Suasana Mencekam


__ADS_3

Arga menuang kopi ke piring kecil yang menjadi alas dari gelas kopi nya. Diseruput nya kopi dari hasil racikan Khanaya.


‘’Kamu yang buat kopi ini..???’’ tanya Arga


‘’iya pak, kenapa pak?? Terlalu manis atau terlalu pahit..??’’ tanya Khanaya


‘’hmmmm… lumayan pas di lidah saya..dan ada..hmmm sudahlah’’ jawab Arga tampa menyelesaikan kata-kata nya


‘’Alhamdulillah pak..kalau begitu saya permisi kembali ke meja kerja saya..’’ ujar Khanaya


‘’silahkan…’’ balas Arga


Arga menikmati kopi dari racikan Khanaya, dan di tegukan terakhir, mata Arga mengeryit


‘’Jahe…?? Pantas aja ada rasa yang berbeda dengan kopi ini..’’ ujar Arga dengan senyum sekilas


Saat jam istirahat datang Arga melihat Khanaya beranjak dari kursi nya dengan membawa tas kecil bermotif bunga, dan sajadah kecil yang dia sampirkan di lengan kiri nya.


Arga mengikuti langkah Khanaya, sebenarnya tidak niat mengikuti karna Arga juga sebenar nya akan menuju mushola yang tersedia di kantor.


‘’benar kata Ayu, sosok gadis sholeha, yang lain ke kantin kantor untuk makan siang, dia ke mushola’’ lirih Arga


Meraka mengambil wudhu di tempat yang berbeda. Selesai dengan wudhu mereka tidak sengaja berpapasan saat akan masuk ke dalam mushola


‘’SIlahkan pak…’’ ujar Khanaya memilih mendahulukan Arga


‘’Kamu duluan…’’ balas Arga dan Khanaya menurut saja


Meraka sholat berjamaah, ada salah satu staf yang menjadi imam


Melaksanakan sholat dengan Khusuk, melepaskan dahulu masalah dunia, itulah yang sedang mereka maksimalkan, karna banyak dari kita yang tubuh nya melakukan pergerakan sholat, tapi hati dan pikiran nya masih dengan dunia.


Selesai melaksanakan Sholat khanaya langsung Kembali ke lantai 4 bukan langsung ke kantin


Saat sampai di meja kerja nya handphone Khanaya berdering


‘’Nay,kamu gak ke kantin..?? aku telfon dai tadi gak ada jawaban’’ tanya Nilam dari balik telfon


‘’baru selesai sholat, hp Naya tinggal…kalian kalau mau duluan gak papa..’’ balas Khanaya


‘’Kita tunggu ya, kamu mau menu apa?? Biar aku ambilkan..’’


‘’Apa aja dech… ni Naya langsung ke kantin..’’ balas Khanaya


Saat berbalik ternyata ada pak Gani


‘’Pak Gani…’’ sapa Khanaya


‘’Bu Khanaya mau ke kantin nich..??’’ tanya Pak Gani


‘’Iya pak, ada yang bisa saya bantu pak??’’


‘’gak papa, Bu Khanaya makan siang aja dulu, saya Cuma mau memberitahu, jam 2 nanti kita ada meeting dengan divisi bagian keuangan, ada yang mau kita bahas disana..’’

__ADS_1


‘’mendadak ya pak..??’’ tanya Khanaya


‘’iya Bu, ada laporan yang kurang menyenangkan, saat ini Pak Arga sedang di divisi bagian keuangan…’’


‘’kalau gitu saya tunda saja dulu makan saya pak, gak papa kok pak..’’


‘’gak perlu, pak Arga juga saat ini sedang ada yang di bahas, mengenai lain-lain nya akan kita bahas selesai jam istirahat…’’


‘’baik pak, kalau begitu saya permisi..’’


Khanaya pun bergegas menuju kantin kantor, seluruh staf di perusahaan ini sudah tersedia jatah makan siang nya.


‘’Nay…’’ panggil Nilam sambil melambaikan tangan


Khanaya pun menuju meja dimana para rekan lam nya di divisi perencanaan berada


‘’hayuuk…’’ ujar Winda, dan Khanaya pun duduk di kursi nya


‘’Nay, kenalin ini Juli team baru…’’ ujar Rio memperkenalkan


Khanaya dan Juli pun berkenalan


‘’Gimana enak jadi sekretaris nya pak Arga..??’’ tanya Nilam


‘’baru juga sehari, sejauh ini sih lancar..’’ balas Khanaya


Ada beberapa mata yang melihat ke arah Khanaya saat mendengar bahwa dialah sang sekretaris pimpinan mereka yang baru


‘’Kenapa nay…??’’ tanya Nilam


‘’wajar banyak yang merhatiin kamu Naya, pas tahu bu Ayu akan cuti, banyak yang sudah menyodorkan diri mereka termaksud aku juga, tapi kamu yang di pilih…’’ ujar Juli


‘’Naya juga gak tahu , karna soal adanya pergantian sekretaris Naya juga gak tahu..’’ balas Khanaya santai


‘’santai aja Nay, kan mereka yang memilih,kamu fokus aja ke pekerjaan kamu sekarang, pasti gak mudah, yamg kamu hadapi semua divisi, ada apa-apa kamu juga harus terlibat..’’ nasihat Widia


Khanaya membalas dengan anggukan. Rekan nya di divisi perencanaan selalu memberikan nya dukungan.


Tepat jam dua siang mereka sudah berada di ruang rapat, dan sebelum nya Arga dan Pak Gani sudah membahas sekilas mengenai apa yang terjadi di divisi keuangan ke Khanaya.


Khanaya duduk tepat di hadapan pak Gani di samping Arga.


Arga nampak memijat pelipis nya, seakan emosi nya siap meledak. Semua yang ada di ruangan diam seribu Bahasa, suasana mencekam.


‘’Jadi bagaimana solusi dari masalah ini, bagaimana bisa masalah tiga tahun lalu baru terbongkar sekarang… bukankah saya sudah jelaskan dari awal saya mengambil alih perusaahan ini, cek dan telusuri semua nya, karna saya gak mau ada masalah kedepan nya..’’ ujar Arga dengan sedikit emosi


‘’Pak Adi baru resign bulan lalu pak, selama ini dia pandai memanipulasi…’’ jawab salah satu staf


Arga menggebrak meja nya membuat semua kaget termaksud Khanaya, apalagi Khanaya tepat di samping nya, Khanaya memejamkan mata nya, dan Arga dapat melihat ekspresi kaget yang khanaya keluarkan.


‘’saya gak mau tahu, cari semua kontak yang berhubungan dengan beliau, ini semua juga salah dari divisi keuangan yang tidak teliti, bagaimana bisa terjadi kebocoran dana sebesar ini tapi tidak di ketahui, begitu banyak team audit di divisi keuangan, tapi gak ada yang tahu..???”


Semua tertunduk

__ADS_1


‘’Tenang pak, kita gak bisa menyelesaikan ini dengan emosi, saya tahu bapak kecewa dengan kinerja divisi keuangan kali ini, tapi yang kita tahu pak Adi sudah berada di divisi keuangan sejak Pak Darma masih menjadi pimpinan, manipulasi nya sangat rapi…’’ ujar pak Gani menenangkan


‘’Khanaya…’’ panggil Arga dengan nada sedikit tinggi dan itu membuat khanaya kaget


‘’iya pak..’’ jawab Khanaya gugup, bagaimana tidak gugup, dia baru hari pertama tapi disuguhkan kasus penggelapan dana.


‘’Kamu cek semua personal dari team divisi, mulai dari slip gaji , bonus dan lain nya, saya mau semua transparan..’’ titah Arga


‘’Baik pak…’’ balas Khanaya masih dengan gugup


‘’Pak Gani, bantu Khanaya, karna bisa jadi akses untuk kanaya mereka tutup..’’ titah Arga


Cukup lama mereka di ruang rapat sampai saat akan masuk Ashar mereka baru kembali ke ruangan masing-masing


Khanaya menyandarkan tubuh nya di kursi nya, hari pertaman yang mencekam untuk nya.


‘’Bu Khanaya..’’ sapa Pak Gani


‘’eh pak gani, iya pak..’’balas khanaya gugup


‘’tenang, kita pasti bisa, di hari pertama tapi bu Khanaya langsung yang di beri kepercayaan, berarti pak Arga percaya, jangan sia-sia kan, pak Arga itu gak akan sembarang dalam memberikan tugas..’’ ujar Pak gani dengan lembut.


‘’siap pak..mohon bimbingan dan kerja sama nya..tapi saya gak bisa pungkiri pak, kaget dengan kejadian seperti ini’’ balas Khanaya dengan senyum mengembang


‘’Gitu donk yang semangat… nanti semua data bagian keuangan akan saya kirim melalu email ya… ‘’


‘’baik pak…’’


Saat sedang asik berbincang dengan pak Gani, Arga keluar.


‘’Mau keluar pak..??’’ tanya Pak Gani


‘’Sudah masuk Ashar pak…’’ balas Arga sambil berjalan melewati mereka


‘’yuk Bu Khanaya sholat berjamaah…’’ ajak Pak Gani sambil mengejar Arga


Khanaya pun membalas dengan anggukan, lalu mengambil perlengkapan sholat nya.


‘’jangan tegang-tegang, kalau mau ngajak sholat ya ajak aja..’’ bisik Pak Gani saat sudah di samping Arga


‘’Pak..mulai ya…’’ balas Arga


Dan pak Gani malah terkekeh.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut boleh lah ya Follow Akun IG kak Ajeng dan jangan ngaku suka sama cerita kak Ajeng kalau belum Follow IG kak Ajeng 🤭 @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2