Tak Berujung

Tak Berujung
Siapa yang berani ngehujat Istri BoS


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Arga dan Khanaya sudah dalam perjalanan menuju kantor.


"Mas , Naya turun di depan aja ya, gak enak kalau kelihatan yang lain berangkat bareng..." ujar Khanaya


"Nay, kita udah sering loh berangkat dan pulang bareng, dan masa iya saya turunkan istri saya di depan gang, udah kaya cowok yang nurunin cewek nya di gang depan karna takut ketahuan pacaran sama bapak dari si cewek..." balas Arga


"tapi mas..."


"saya gak akan turunkan kamu, kalau perlu saya akan buat pengumuman kita sudah menikah tadi Malam...." ujar Arga tegas tak ingin ada penolakan


"jangan..." cegah Khanaya sambil menggenggam tangan Arga dengan ke dua tangan nya


Arga bukan menjawab dia malah tersenyum melihat tangan nya di genggam Khanaya.


Khanaya yang baru sadar dengan ekspresi Arga pun dengan cepat melepas genggaman nya.


"apa yang salah... kan kita memang suami istri... biar gak timbul fitnah ya lebih baik kita umumkan..." Ujar Arga saat mobil sudah memasuki kawasan kantor.


"mas kan tahu posisi Naya di kantor apa?? omongan miring lebih banyak dari pada omongan yang baik nya, apalagi dengan gelar nikah siri, mereka akan semakin memandang rendah Naya, sejatinya Nikah siri bukan lah suatu dosa, tapi banyak nya mereka yang menyalahgunakan nya, seperti menikah karna tidak di restui, atau karna istri ke dua... membuat nikah siri di salah artikan, padahal buka nikah siri nya yang salah, tapi orang-orang nya yang menyalahgunakan"


Mobil Arga sudah berhenti tepat di pintu masuk kantor.


"maka dari itu tunjukkan ke mereka, lagian siapa yang berani ngehujat istri bos mereka.." ujar Arga sambil menggenggam tangan Khanaya


"itu sama dengan memanfaatkan status mas..."


"Nay.. saya gak peduli, kan kamu memang istri saya.. udah buruan masuk, soal yang lain itu urusan saya, dan seperti yang kamu minta, urusan kantor kita profesional, tapi jika mereka menyerang hal pribadi, maka saya kan maju sebagai suami..." ujar Arga begitu tenang


Khanaya pun mencium tangan Arga dan Arga membalas dengan mencium kening Khanaya


Khanaya kaget dan masih terlihat kaku, karna ini ciuman ke dua Arga.


Khanaya dan Arga pun turun bersama, kunci mobil Arga serahkan ke pak satpam, Khanaya mengikuti langkah Arga sebagaimana biasanya, bos dan sekretaris.


Cukup banyak yang melihat, tapi sejauh ini merek Berfikir bahwa mereka baru dari luar urusan pekerjaan.


Mereka langsung menuju lantai 4. Dan Khanaya di buat kaget karna teryata beberapa petinggi perusahaan sudah berkumpul di depan ruangan sang pimpinan.


Pak Gani, Pak Surya, Bu Diana dan beberapa petinggi Divisi dan juga ketua satpam.

__ADS_1


"Pagi Pak Arga, Pagi Bu Khanaya.." sapa mereka ramah


Arga dan Khanaya membalas dengan anggukan ramah.


"sudah kumpul semua, langsung ke ruangan saya saja ya..." Ujar Arga


"oh ya Khanaya, tolong kamu hubungi Bu Sari untuk menyiapkan kopi..." titah Arga masih dengan bahasa profesional.


"baik pak..." jawab Khanaya


Semua yang tadi ada di depan ruangan pun masuk ke ruangan Arga, tapi tidak dengan Khanaya,. ada pertanyaan dalam hati, tapi tidak mungkin Khanaya berani menanyakannya untuk saat ini.


Semua agenda Meeting Arga dia tahu, tapi tidak untuk yang satu ini. Khanaya pun menghubungi Bu Sari,. menyampaikan apa yang di katakan sang pimpinan perusahaan tadi.


Bu Sari pun masuk membaca kopi yang Arga minta tadi, saat selesai mengatakan kopi Bu Sari langsung keluar, dan saat keluar Bu Sari tersenyum melihat Khanaya.


"Mbak Naya saya permisi dulu ya..." pamit Bu Sari dengan senyum mengembang


"silahkan Buk..." balas Khanaya


Cukup lama mereka ada di ruangan Arga, Khanaya sebenarnya penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di dalam, bagaimana mungkin dia sebagai sekretaris tidak tahu sedang membahas apa , tiba-tiba Pak Gani keluar, meminta Khanaya masuk.


Dan saat masuk betapa kaget nya Khanaya, Ada foto dimana dia melangsungkan pernikahan dengan Arga yang di tampilkan dari proyektor.


"Selamat ya Bu Khanaya, kami tunggu undangan resepsi nya..." Ujar Bu Diana ramah


"iya kami siap menerima undangan makan enak nya..." ujar Pak Surya


Semua yang ada di ruangan memberikan doa dan selamat, Khanaya hanya bisa mengucapkan terimakasih dan mengaminkan doa mereka.


"Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, cukup kepala divisi yang tahu dulu, karna kami sedang proses pengurusan semua nya.


"kami paham pak..." jawab mereka kompak


Bu Diana mengelus pundak Khanaya.


"Saya tahu kamu pasti takut ada omongan yang tidak-tidak, tapi apa yang di lakukan pak Arga sudah sangat tepat, ini bentuk dia menjaga istrinya dari Fitnah" ujar Bu Diana saat semua sudah keluar


"Makasih Bu untuk dukungan nya..." balas Khanaya


"ini murni dukungan saya, bukan karna kamu istri pak Arga, karna saya tahu kamu wanita yang baik..." tambah Bu Diana


Semua pun keluar tinggal Khanaya dan Arga.

__ADS_1


"kenapa mas gak cerita soal ini...??" tanya Khanaya saat Arga kembali ke kursinya


"kira-kira kalau saya cerita, kamu bakal izinkan gak ..??" tanya Arga balik


"udah gak usah mikir yang aneh-aneh, sekarang siapa kan berkas laporan dari gudang..."


Khanaya pasrah, dan Arga malah nampak santai saja.


Rutinitas tak jauh berbeda sebagaimana biasanya, Saat jam istirahat Khanaya lebih dulu ke mushola kantor lalu menuju kantin untuk mengambil makan siang nya.


Khanaya dengan teman-teman, Arga dengan Gani.


"Nay, cincinnya bagus banget, hayo dari siapa??" tanya Nilam


"hmm... iya dikasih.." jawab Khanaya, kan memang bener di kasih bukan nyolong atau nemu di jalan.


"serius lah Nay, dikasih siapa...??" tanya Nilam pemasaran


"nanti bakal tahu kalau waktu nya udah tepat,. udah buruan makan gih... jam istirahat Sebentar lagi habis loh..." Jawab Khanaya tak ingin memperpanjang pembahasan soal cincin


"oh ya Nay, nanti pulang sama siapa..??" tanya Winda


"kita mau ngafe nich, ikutan yuk..." ajak Nilam


"hmm.. hari ini belum bisa deh..." jawab Khanaya


"Khanaya itu kan sering Meeting di luar bareng pak Arga dan Pak Gani, paling ada jadwal meeting, ya gak Nay...??" tanya Rio


Khanaya hanya bisa membalas dengan senyum kuda, bingung harus menjawab apa.


Khanaya memang berencana memberi tahu tiga rekan nya itu, tapi tidak mungkin di kantor ini, sedangkan jika ikut ngafe bareng mereka , dia belum izin dengan Arga yang sekarang sudah bergelar menjadi suami nya.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2