Tak Berujung

Tak Berujung
Satu Payung


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Khanaya sedang berdiri si samping motor nya , melihat ke sekeliling, langit nampak menghitam.


"Astagfirullah, mana gak kebawa lagi mantel nya..." Guman Khanaya


"kalau sempat hujan di jalan bisa basah kuyup nih, mana mendung banget lagi" Guman Khanaya lagi


"naik taksi saja Bu, mendung nya gelap banget..." ujar pak satpam


"iya deh pak, saya titip motor nya lagi ya pak, saya pesan taksi online aja dech..." balas Khanaya


"kuncinya biar kami yang pegang Bu, Dijamin aman kok Bu..." balas salah satu satpam


Tin.. Tin


Terdengar bunyi klakson mobil, Khanaya dan kedua satpam pun menoleh ke sumber suara


Pintu kaca mobil pun di buka


"Masuk, biar saya antar..." ujar Arga


"saya pesan taksi online saja pak.." balas Khanaya


"udah buruan masuk saja, biar saya antar, sebentar lagi jatuh tuh air hujan..." ujar Arga lagi


"iya Bu, sama pak Arga saja, sini kuncinya Bu, motor aman dengan kami...."


Khanaya pun menyerahkan kunci motor nya ke pak satpam, dan Khanaya pun masuk ke dalam mobil Arga.


Setelah seatbelt terpasang, Arga pun melakukan mobil nya menuju kediaman Khanaya, tak berselang lama Hujan pun turun.


"Maaf pak lagi-lagi harus ngerepotin pak Arga.." ujar Khanaya


"gak ada yang merasa direpotkan... oh ya besok jadi mau ikut Gani lihat Ayu dan anak nya...??" tanya Arga


"In Syaa Allah, mungkin nanti ngajak Artika.." jawab Khanaya


"besok siang saya jemput, kita pergi bareng... Artika di ajak juga boleh.." ujar Arga


"hmmm... tapi pak..."


"gak enak kan kalau kita pergi sendiri-sendiri , nanti kesan nya sekretaris dan bos gak akur..." balas Arga, entah memang itu alasannya sebenarnya atau hanya sekedar alasan karna malu untuk ngajak secara terbuka, hanya Arga lah yang tahu niat nya itu


"baik lah pak..." pasrah Khanaya


Tiba-tiba handphone Khanaya berdering.


tertulis nama -Riana- di layar handphone nya

__ADS_1


"Pak saya izin angkat telepon dulu bisa pak...??" izin Khanaya


"silahkan, siapa tahu penting..." jawab Arga dengan mata fokus ke depan, karna hujan lebat membuat jalanan agak kabur dsn dia harus super fokus


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Na..." salam Kanaya


"Waallaikumusallam Nay... lagi gimana?? udah balik??" tanya Riana


"nih lagi di jalan, hujan lebat jadi gak bisa cepat-cepat.."jawab Khanaya


"Nay besok malam anak-anak ngajak ngumpul, pas kebetulan Bayu lagi disini, bisa...??" tanya Riana


"Bayu lagi disini...??" tanya Khanaya dan sekilas melihat ke arah Arga, kening Arga nampak sedikit mengerut bahwa nama Bayu di sebut


"iya, di ada projek disini, ngajak kita kumpul..." jawab Riana


"mau dimana kumpul nya..??" tanya Khanaya


"dirumah kamu aja ya, kangen sama masakan ibu..." balas Riana


Mendengar kata kangen masakan ibu membuat Khanaya tertawa sekilas


"ok....nanti Naya bilang ke ibu kalau kalian mau kumpul dirumah dan kangen juga sama masakan ibu..." balas Khanaya


"berarti ok ya, besok malam...??" Ujar Riana memastikan


"ok..." balas Khanaya


"Bayu.. disini...??" tanya Arga saat telfon sudah terputus


"iya pak, teman-teman besok malam pada ngajak kumpul dirumah, pak Arga kalau mau ikutan, kan kemarin gak sempat mau ngopi sama Bayu..." jawab Khanaya


"emang boleh, itukan acara kamu dan temen-temen sekolah dulu...??" tanya Arga


"ya boleh lah pak, rencana sih saya juga mau ngundang anak-anak divisi perencanaan..."


"hmmm... ok dech..." balas Arga


Mobil Arga pun sudah berhenti tepat di depan rumah Khanaya.


"Tunggu disini, jangan turun dulu..." titah Arga


Arga pun meraih payung yang ada di kursi belakang.


Arga keluar dari mobil dengan memakai payung, lalu menuju pintu mobil di mana Khanaya duduk, lalu membukanya.


"Ayuk keluar, mau di dalam aja...??" ujar Arga


bukan mau di dalam saja, tapi sikap Arga kali ini cukup membuat Khanaya sedikit salah tingkah di Buat nya.


Tangan kiri Arga memegang gagang payung, dan tangan kanan Arga tepat di pintu mobil bagian atas, menjadi benteng agar Khanaya tidak terjedut saat keluar.

__ADS_1


"pak Arga gak perlu sampai seperti ini, saya bisa lari sebentar..." ujar Khanaya saat sudah berdiri sejajar dengan Arga.


"udah Ayuk saya antar sampai teras.. kalau kelamaan berdiri disini kita tetap bisa basa..." ujar Arga, sebenarnya dia juga tak kalah berdebar diposisi nya saat ini


Jantung Khanaya seakan mau keluar dari sarangnya, tapi dia berusaha mengendalikan nya. berjalan beriringan dengan satu Payung.


"Pak Arga gak mampir dulu...??" tanya Khanaya saat sudah di teras rumah


"salam aja buat Ayah dan Ibu, saya langsung saja, besok jam 10 saya jemput ya, karna harus cari kado dulu..." balas Arga dan Khanaya hanya bisa mengangguk kepalanya.


Saat Arga telah pergi, Khanaya langsung membuang napas panjang sembari menyentuh dada nya, di rasakan irama jantung nya yang sangat kencang.


"cie yang di antar, satu payung lagi..." Goda Artika sambil menepuk pundak sang kakak


"jadi ngintip nih ceritanya..." sambil menjewer telinga Artika yang tertutup jilbab.


"sakit teh... bukan ngintip, tapi lihat dari balik kaca..." jawab Artika


"sama aja non.. itu ngintip..."


"sering-sering aja hujan ya kan teh, biar di antara terus..." goda Artika lagi


"kamu ya dek..." geram Khanaya tapi sayangnya Artika sudah ngacir menuju kamar nya,


Khanaya pun menuju kamar nya, dan segera membersihkan diri.


Ada sebuah pertanyaan besar sebenarnya, tapi tidak akan mungkin dia utarakan.


Sikap Arga saat di luar jam kerja sebenarnya cukup mengusiknya, tapi dia tidak mungkin mempertanyakan itu semua langsung kepada Arga.


Khanaya berusaha menepis semua itu, ada rasa takut terulang lagi.


Karna berharap kepada yang tak pasti itu sungguh menyakitkan.


Luka tak berdarah, tapi cukup membuat nya tak berdaya.


Apa yang terjadi dulu itu cukup sekali dan gak akan mau dia ulang lagi.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2