Tak Berujung

Tak Berujung
Menggoda sang istri


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Khanaya terbangun di sandarkan nya tubuh lelah itu di dinding ranjang, mata yang awal nya terfokus pada jam dinding, kini terfokus pada sang suami yang masih begitu lelap dalam tidur nya.


Senyum mengembang, momen malam tadi membuat pipi nya merona. Kini dia sudah seutuhnya menjadi milik dari seorang pria yang bernama Muhammad Arga Anshar itu, pria asing, yang banyak di minati para staf kantor , yang membuatku kaget karna amarahnya di saat masalah penggelapan dana, tapi dari situ semua di mulai.


Detak jantung karna kaget dan takut kini berubah menjadi detak jantung akan rasa Cinta nya kepada sang suami.


Di usap nya rambut sang suami, wajah yang begitu teduh. Di kecup nya singkat kening Sang suami yang masih terlelap itu.


Jam masih menunjukkan pukul tiga dini hari, Khanaya enggan untuk membangunkan sang suami, Khanaya berniat untuk menyiapkan air hangat untuk mandi, tapi Khanaya tiba-tiba meringis , merasakan rasa perih, tapi dia berusaha menahan rasa perih itu.


Khanaya berusaha berjalan dengan perlahan, baru akan melangkah tiba-tiba tubuhnya ada yang menahan.


Arga sudah berdiri sambil merangkul pundak Khanaya.


"Mau kemana?? kenapa gak bilang sama mas...??" tanya Arga


"mas udah bangun...?? Naya cuma mau nyiapin air hangat untuk mandi." jawab Khanaya


Arga kembali mendudukkan tubuh Khanaya.


"duduk anteng disini, biar mas yang siapkan semua nya..."


"tapi...."


"manut..." potong Arga sambil mengacak rambut Khanaya, tak ingin ada penolakan


Arga pun menyalakan mesin penghangat air, lalu dia keluar lagi, Arga menuju lemari, di raih nya sprei baru.


"Biar Naya aja mas...." ujar Khanaya saat Arga sudah berdiri tepat di sampingnya.


Bukan jawaban, Arga malah mengangkat tubuh Khanaya lalu di dudukannya di atas meja nakas.

__ADS_1


"maas......" protes Khanaya


Arga tak menjawab, dia malah mencium singkat pipi kiri Khanaya dan itu berhasil membuat Khanaya diam.


Arga mengganti seprei nya, lalu seprei yang mereka gunakan tadi malam, Arga letaknya di keranjang pakaian kotor.


Selesai urusan seprei,Arga mengangkat tubuh Khanaya, di bawa nya ke kamar mandi, sebuah bathub yang sudah berisi air hangat sudah siap untuk di gunakan.


"mandi lah..."


"Naya gak biasa mandi di bathtub mas, lagian mau mandi wajib masa di bathtub..."


"ini untuk merilekskan tubuh kamu Nay.... pasti lelah kak, nanti Baru mandi wajib nya.. air nya juga sudah mas atur kehangatan nya...atau mau mas bantu mandi nya...??" goda Arga


"iih... gak.... Naya bisa sendiri mas keluar gih...." balas Khanaya dengan pipi merona


"yakin...??" tanya Arga meyakinkan dengan nada menggoda lagi


Khanaya mendorong pelan tubuh Arga, meminta nya keluar, Khanaya sudah sangat malu dan Arga malah terkekeh.


"maaas..." protes Khanaya dengan menahan malu.


Beberapa menit berlalu, Arga baru saja akan membuka pintu kamar mandi, tapi Khanaya sudah membuka nya lebih dulu dengan mengenakan baju kimono nya.


"mas ngapain di depan pintu??" tanya Khanaya heran


"udah..??" tanya Arga sambil melihat Khanaya dari ujung kaki hingga kepala yang masih berbalut handuk putih


"udah... mas buruan mandi, harus ke masjid kan...??" tanya Khanaya sambil mendorong ringan tubuh Arga menuju kamar mandi.


Bukan tanpa sebab, Khanaya malu jika cara jalan nya akan menjadi pusat perhatian dari sang suami.


Beberapa menit berlalu Arga pun sudah keluar dengan wajah yang fresh, fresh nya pakai banget.


Sedangkan Khanaya sudah duduk di meja rias dengan gamis rumahan nya, sembari mengeringkan rambut nya.

__ADS_1


Arga berdiri tepat di belakang Khanaya, di cium nya singkat ubun-ubun Khanaya dari belakang.


"Mas... Naya udah wudhu...." protes Khanaya lalu memanyunkan bibir nya sambil menatap sang suami dari cermin , dimana Arga sedang menutup mulut nya rapat-rapat


"maaf... mas gak tahu, ya udah wudhu ulang...perlu di antar...??" goda Arga, entak kenapa mulai pagi ini dia suka menggoda sang istri,. melihat pipi Khanaya bersemu kemerahan membuat nya bahagia.


"Naya bisa sendiri, mas wudhu duluan aja, sebentar lagi adzan subuh..." jawab Khanaya sembari menunduk


Rasa nya ingin tetap di kamar ini menggoda sang istri, tapi karna memang waktu subuh sudah akan tiba, Arga pun mengambil wudhu lalu mengenakan perlengkapan sholat nya, setelah berpamitan dengan sang istri , Arga pun menuju Masjid yang berada tepat di samping apartemen nya .


Khanaya pun menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, lalu melaksanakannya sholat subuh sendiri.


Bukan tidak ingin sholat berjamaah dengan sang suami di rumah, tapi sebaik-baiknya laki-laki adalah melaksanakan sholat di masjid dan sebaik-baiknya tempat sholat untuk seorang perempuan adalah rumah nya .


Tapi bukan berarti perempuan di larang sholat di masjid.. perempuan tetap boleh sholat di masjid, karna bagaimanapun sholat berjamaah itu 27 derajat lebih tinggi dari sholat sendiri.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah (menghadiri) masjid-masjid Allah, akan tetapi hendaklah mereka keluar dengan tanpa memakai wangi-wangian.” (HR. Abu Dawud, kitab as-Salah, bab Maa ja`a fii khuruj an-Nisa’ ilaa al-Masjid, hadis no. 478)


Jika laki-laki di sunahkan memakai wewangian maka sebaliknya perempuan di haramkan memakai wewangian.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu ia keluar dan melewati para lelaki sehingga tercium sebagian dari wanginya tersebut, maka ia adalah seorang pezina. Dan setiap mata yang melihatnya juga pezina” (HR Abu Daud 4173)


Begitulah istimewanya wanita, dia sangat di Jaga oleh Allah. Mulai dari menutup aurat, keluar dengan mahram dan dalam memakai wewangian.


🍃🍃🍃


Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


....


Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.


...


Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia🙏🥰

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2