Tak Berujung

Tak Berujung
Pulang


__ADS_3

Khanaya sudah keluar dari airport dengan menarik koper nya sudah ada ayah yang menunggu di depan mobil.


Mencium takzim tangan Ayah, lalu ayah pun memeluk sang putri tercinta.


"ayah sehat kan...??" tanya Khanaya dengan nada serak menahan tangis


"Alhamdulillah sehat sayang, putri ayah kok kurusan..??" tanya Ayah sambil membuka pintu mobil untuk sang putri.


Setelah Khanaya masuk ke dalam mobil,. ayah pun menuju pintu mobil kemudi


"pasang seatbelt nya..." titah ayah


"ayah bilang tadi Khanaya kurusan?? ayah ngeledek ya, ini Naya gemukan loh..." sambil menggembungkan pipi nya dan itu membuat ayah mencubit pipi nya.


"ibu dan yang lain udah nunggu di rumah..." ujar ayah setelah puas mencubit pipi Khanaya


"nanti kalau Naya sakit gigi ayah ya yang tangguh jawab" sambil mengelus pipi nya yang sedikit nyeri akibat cubitan dari Ayah.


Sakit tapi dia bahagia, karna moments seperti ini lah yang selalu dia rindukan.


"hahaha... ayah akan bawa putri ayah ini ke dokter gigi terbaik..." jawab Ayah sambil tertawa lepas


Mobil ayah sudah memasuki kawasan komplek, tempat yang sangat Khanaya rindukan.


Saat mobil sudah terparkir di halaman rumah, Khanaya langsung berhambur lari masuk ke dalam rumah, tak lupa mengucap salam.


Belum sempat Ibu menjawab salam, Khanaya sudah memeluk nya.


"Masyaallah anak ibu..." ujar Ibu sambil membalas pelukan Khanaya dengan air mata yang menetes


"kangen ibu.." lirih Khanaya


"ibu juga sayang, iih anak ibu kok kurusan sich...??" tanya ibu sambil meraba pipi Khanaya


"ayah bilang kurusan, ibu bilang kurusan.. hadeeh, BB Naya itu baik 3 kilo loh bu..huaa...." balas Khanaya dengan ekspresi seperti anak kecil yang menangis


"nak, yang namanya anak lama tak pulang, orang tua pasti akan bilang gitu, karna merasa anak nya gak terurus..." ujar Ayah yang masuk sambil membawa masuk koper Khanaya


"Teh Naya..." teriak Artika


"Sudah seperti bang Toyib yang gak pulang-pulang tau gak sih..." omel Artika sambil menangis sesegukan


"hahaha....kasihan bang Toyib selalu jadi kambing hitam.." balas Khanaya


"itukan takdir nya bang Toyib.." balas Artika

__ADS_1


"Ardana mana dek...??" tanya Khanaya yang tak melihat adek laki-laki nya


" lagi latihan bola Teh, biasa teh dia lagi rajin mau jadi atlet kata nya" jawab Artika


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Berkumpul dengan formasi lengkap, Ayah, Ibu, Khanaya, Artika, Ardana mereka sedang duduk di ruang tengah


"ayah ganti mobil ya...??" tanya Khanaya, dia seperti anak umur lima tahun yang sedang bermanja di pangkuan sang ibu, paha ibu menjadi bantal nya


"Alhamdulillah, mobil lama ayah jual, dan upgrade ke yang itu.." jawab Ayah


"kredit...??"


"Nauzubillah Nay, ayah lebih baik gak punya dari pada Riba.." Jawab Ayah


"ayah memang best pokok nya" puji Khanaya


"jika sudah jelas Haram, lalu kenapa kita masih terlibat... jikapun kita sudah terlanjur terjerat di dalam nya, jika sudah tahu, maka selesaikan lah itu, saat sudah selesai jangan di ulangi, tapi jika sudah tahu masih di ulangi, maka hukum Allah itu Nyata.." nasihat Ayah


"saat kita meninggal dalam meninggalkan hutang saja, jiwa kita akan tergantung sebelum hutang itu lunas, apalagi sampai hutang riba.. Nauzubillah..." tambah Ibu


"Ada sebuah kisah, sahabat Rasulullah yang meninggal, Rasullullah tidak mau menyolatkannya, karna Rasulullah tahu dia masih memiliki hutang..." ujar Ayah


"setelah ada sahabat lain yang melunasi hutang nya, baru lah Rasulullah menyolatkannya...bukan Rasulullah merasa suci, melainkan Rasulullah tak ingin hamba nya tersiksa di akhirat..." jawab Ayah


"Semoga Allah jagakan kita selalu ya yah" ujar Khanaya


"aamiin..." jawab mereka kompak


"oh ya Nay, besok malam anak-anak mau kumpul,. mereka pun lagi libur kuliah" ujar Ibu memberi tahu


"iya Bu, udah pada ngechat tadi.." balas Khanaya


"mau buat menu apa??" tanya Ibu


"Teh... gantian lah Tika yang tidur di pangkuan ibu.." ujar Artika


"iih.. kamu mah setia hari sama ibu, teteh kan lagi melepas rindu.." balas Khanaya


"siapa suruh kuliah nya jauh-jauh..."


"pengalaman itu gak ada dua nya.. walaupun kita berbeda suku di sana, tapi teteh banyak belajar hal baru di sana"


Khanaya pun mulai menceritakan pengalaman di sana, pengalaman pertama bawa motor jarak jauh, dengan jalan yang memacu adrenalin, melihat Jam Gadang, semua dia cerita tak ketinggalan satu hal pun

__ADS_1


"iih Tika pas libur mau lah kesana.." ujar Artika antusias


"boleh, asal ayah izinkan..." balas Khanaya


"kalau tempat wisata disini kan teteh bisa nikmati pas balik, tapi kalau di sana ya teteh gak sia-siakan Donk mumpung disana.."


"pas liburan pokok nya Tika mau kesana yah...kita kesana ya yah..." rengek Artika


"cckckck... In Syaa Allah" jawab Ayah


Khanaya terkekeh dengen rengekan adik nya itu.


"lusa deh kita jalan-jalan disini" ajak Khanaya


"Artika pengen nya yang disana,, lihat jalan yang kelok sembilan itu, mau Tika hitung, bener gak ada sembilan, pasti seru,.kan cuma ada disana, kalau pantai, atau wahana bermain air atau wahana adrenalin di taman mah di mana-mana ada teh, tapi kalau itu kan langka..."


"kita nabung dulu, nanti jika sudah Allah cukupkah kita kesana.." ujar Ayah


"yeee.. janji ya yah..." kali ini Ardana yang bersorak


"tadi mah diam, sekarang heboh..." ujar Khanaya


"Aku mah nunggu yang pasti aja teh, bagian merayu biar Tek Tika...hahaha" balas Ardana


Malam ini benar-benar heboh, penuh keceriaan, kehangatan..


moments yang selalu mereka semua rindukan.


ada istilah makan gak makan kumpul..


tapi kenyataan jika sudah kumpul pasti makan-makan..


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Lanjut…???


Sebelum lanjut boleh lah ya Follow Akun IG kak Ajeng @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...πŸ™πŸ₯°


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2