
...🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠...
*****************
Khanaya berada di kamar sang suami, tak perlu di ukur lah ya, karna lagi gak bawa meteran, yang pasti berkali kali di banding kamar Khanaya, kamar mandi juga gak perlu gantian dengan penghuni rumah yang lain.
Khanaya kebetulan sudah lebih dulu mandi, dan saat ini dia sedang berdiri di balkon kamar, melihat matahari yang mulai terbenam.
Langit berwarna oranye saat matahari terbit dan terbenam, warna yang memberimu harapan bahwa matahari akan terbenam hanya untuk terbit kembali, ada yang datang dan ada yang pergi.
Arga keluar dari kamar mandi dengan rambut nya yang basah, di usap nya rambut itu dengan handuk kecil, tiba-tiba mata nya terfokus pada sosok wanita yang tengah menikmati indah nya pantulan warna di langit.
Arga pun mendatangi Khanaya, ada senyum manis terukir dari sudut bibir nya, sangat manis, manis nya jika dinikmati terus menerus akan menambah kebahagiaan.
"Indah banget kan, bisa menikmati matahari yang mulai kembali ke peraduan nya.." ujar Arga sembari mensejajarkan posisi nya dengan Khanaya.
"Mas udah dari tadi...??"
"hmm... lumayan lah, bisa menikmati senyuman indah dari istri.."
"oh ya Nay, tahu gak apa beda nya senyuman kamu sama Gula..??" tanya Arga sambil melipat ke dua tangan nya di dada, sambil mengambil posisi membelakangi matahari sehingga kini dia menghadap sang istri.
"gak tahu.... emang apa..??" tanya Khanaya
"Kalau Gula itu sering di nikmati apalagi secara berlebihan, bisa bahaya.."
"nah kalau senyum kamu semakin sering di nikmati bisa membuat saya Bahagia.." jawab Arga
Khanaya terdiam sejenak, mencerna setiap kata yang Arga ucapkan.
"kok malah diem, kurang romantis ya..??" tanya Arga
Kali ini Khanaya malah terkekeh...
"iih kok sekarang malah ketawa sih...??" tanya Arga heran
"hehehe....mas lucu ternyata bisa ngelawak juga ya..." Jawab Khanaya dengan terkekeh
"yaah, suami lagi buat tebakan romantis malah di bilang ngelawak..." protes Arga
Khanaya pun dengan cepat menutup mulut nya tapi Arga bisa melihat Khanaya sedang menahan tawa, Arga menggeleng kepalanya, lalu tiba-tiba malah menggelitik area perut Khanaya, dan itu membuat Khanaya tak bisa menahan tawa nya.
"hahaha....mas ampun geli..." mohon Khanaya sambil terus tertawa
"gak ada ampun, masa saya di bilang ngelawak...." balas Arga masih dengan menggelitik perut Khanaya.
"hahaha... ampun mas , Naya bercanda..." mohon Khanaya
__ADS_1
Arga pun menghentikan aktifitas nya menggelitik perut Khanaya, saat akan melepaskan tangan nya, hampir membuat Khanaya akan terjatuh, dan Arga pun dengan cepat menangkap Khanaya, kini posisi Arga sedikit membungkuk menahan tubuh Khanaya, dan itu membuat dua pasang mata itu saling menatap sangat lekat.
Khanaya yang tadi nya terbahak pun terdiam seketika.
Entah sadar atau tidak, Arga semakin mendekati wajah nya ke wajah Khanaya, mula nya mata nya menatap lekat pada mata Khanaya, lalu turun ke hidung, dan saat ini turun ke bibir Khanaya, bibir dengan warna lipstik natural.
Jantung mereka saling bersautan, saling beriringan irama nya, mereka bisa saling merasakan detak jantung pasangan nya.
Wajah mereka semakin tidak berjarak, semakin dekat dan terus mendekat, tapi tiba-tiba.
Cekrek
Pintu kamar terbuka, mama lah yang membukanya, mata mama pun langsung berkedip-kedip melihat pose mereka. di detik berikutnya mama pun mengalihkan pandangannya nya.
Jika mama mengutuk diri karna telah mengganggu kegiatan mereka. berbeda dengan mereka, mereka langsung mengambil posisi tegak lurus, seperti anggota paskibraka yang menerima komando untuk membentuk posisi tegak lurus.
"mama gak lihat kok, mama cuma mau bilang, sebentar lagi magrib, di tunggu papa.." ujar Mama sambil ngacir keluar dan menutup pintu dengan buru-buru.
Khanaya masih seperti patung, sedangkan Arga berusaha mengembalikan kesadaran.
"saya mau ke masjid dulu..." ujar Arga dan itu membuat Khanaya hanya bisa mengangguk kepalanya.
Beberapa jam berlalu Khanaya sudah berada di bawah dengan sang mama mertua sedang bersiap menghidangkan makan malam di bantu juga dengan simbok.
"jadi non Naya merangkap Donk? jadi sekretaris plus istri.." ujar Simbok
Khanaya menghampiri sang suami, mencium takzim tangan sang suami lalu mengambil sajadah yang diselempangkan di pundak sang suami, tak lupa mencium takzim tangan papa mertua juga.
"Aden mah mau enak nya aja, hemat biaya ya den..." canda simbok
"ah simbok kalau ngomong suka bener...hahaha" balas Arga
"enak aja, segera cari sekretaris baru, mama mau mantu mama di rumah aja..." protes sang mama
"Ma, kerja bareng istri itu Nikmat nya gak ada tandingannya..." balas Arga, dan Khanaya hanya menjadi pendengar perdebatan dari mereka
"Arga... istri kamu itu bisa kamu penuhi kebutuhan, dia gak harus kerja.." balas sang mama lagi
"hadeeh,... papa udah laper nich, kenapa malah debat masalah Khanaya lanjut jadi sekretaris atau tidak.. biarkan mereka menentukan sendiri, papa lapar, mana nasi buat papa..." ujar Papa sambil mengambil posisi duduk, dan Khanaya pun menyendok kan nasi ke piring sang papa mertua
"sudah cukup sayang.." ujar sang papa mertua
"mau lauk yang mana pa..??" tanya Khanaya
"sup ayam kampung nya aja deh, sama perkedel" jawab Papa
Khanaya pun menyiapkan sup ke dalam mangkuk kecil dan perkedel ke piring papa mertua.
__ADS_1
"Hmmm... yang di layani mantu..." ledek mama
Khanaya hanya tersenyum lalu mengambil posisi duduk tepat di samping sang suami.
Menaruh nasi ke piring sang suami, dan piring sang mama mertua juga.
"mama biar ngambil sendiri aja Nay, kamu layani aja suami kamu..." ujar Mama
Khanaya mengangguk paham
"Mas mau lauk yang mana??" tanya Khanaya
"hmm....apa aja , semua makan kok.." jawab Arga
"Arga paling suka semur ayam kampung Nay..." ujar sang mama
Semur ayam kampung dengan sambel terasi dan perkedel Khanaya sajikan untuk sang suami.
Sedangkan Khanaya menikmati sup ayam kampung sebagai lauk makan malam nya.
Di tengah aktifitas makan malam Papa membuka obrolan.
"oh ya Ga, kapan kamu urus surat pernikahan kalian ke KUA??" tanya Papa
"Senin Pa, ini Arga sekalian mau ambil surat-surat yang di butuhkan, kan KK mama yang simpan" jawab Arga
🍃🍃🍃🍃
...Lanjut…???...
Jazaakumullah Khairan untuk semua doa dan dukungan nya... untuk Reader kak Ajeng yang best semua..🥰
....
...Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai....
..
Jangan lupa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Jangan lupa tinggalkan Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1