Tak Berujung

Tak Berujung
Saya lah Suami itu


__ADS_3

๐ŸŒ Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa๐ŸŒ 


*****************


Rasa nya tiga hari tak cukup Arga menghabiskan waktu berdua, bahkan Arga sudah mempersiapkan tempat honeymoon mereka setelah acara resepsi nanti.


kini mereka harus sudah kembali ke rutinitas kantor.


"Mas... Naya agak gimana gitu untuk ke kantor..." ujar Khanaya dalam perjalanan menuju kantor


"seperti biasa aja Nay..."


Mobil Arga sudah berhenti tepat di depan pintu masuk kantor, tapi mereka belum juga kunjung keluar dari mobil


Arga mengecup kening Khanaya..


"Jangan mikir yang tidak-tidak, semua berjalan sebagaimana mestinya, beda nya mas bisa bebas mau genggam Istri mas yang cantik ini" sambil mencubit singkat hidup Khanaya


"tuh kan, itu nama nya gak profesional.." protes Khanaya


"kan mas bos nya..hehehe..."


Mereka pun turun dari mobil, seperti biasa mobil akan di parkiran oleh pak Satpam.


Tak bisa di elakkan ada pandangan mata yang terfokus pada Khanaya, tapi Khanaya berusaha bersikap seperti biasa.


Saat mereka berjalan beriringan, tiba-tiba di hentikan oleh seseorang


Dialah sang Aspri nya pak bos, pak Gani.


"Ga, kita kedatangan pak Wilson, dan dia ingin bertemu kita siang ini" ujar Gani


"kok mendadak gini..??" tanya Arga


"gue juga baru tahu tadi, dia dalam perjalanan" Jawab Gani


"Kalau gitu biar saya urus penyambutan mereka, biasa pak Wilson suka menu makanan apa ya Pak..??" tanya Khanaya ke Gani, Khanaya benar-benar bersikap profesional


"dia suka makanan Khas Italia, nanti kita pesan online aja" jawab Gani


"berarti beliau sudah terbiasa makan makanan Italia, maka saya izin akan menambah menu lain, makanan khas Sunda" ujar Khanaya


"ya sudah Sekarang langsung ke ruangan saya saja, dan kamu Khanaya, saya mau kamu sajikan kopi yang biasa kamu seduh untuk saya" titah Arga dengan profesional


"Baik pak, saya akan minta bantuan Bu Sari" jawab Khanaya dan Arga menjawab dengan anggukan kepala. dan Khanaya pun langsung Menuju Pantry


"istri Lo itu profesional banget " Bisik Gani


Dan Arga hanya membalas dengan senyum bangga atas istri nya.


"kalian lihat dan dengar kan, mereka benar-benar gak nampak seperti sepasang suami istri" Bisik petugas resepsionis

__ADS_1


"iya ya... salut ya sama Bu Khanaya"


๐Ÿƒ


Yang di tunggu telah datang, ruangan VIV perusahaan ini juga sudah siap.


Hidangan juga sudah siap untuk di sajikan oleh para petugas pantry.


Pak Wilson dan para Rekan nya di sambut langsung oleh Arga, Khanaya , Gani dan juga beberapa kepala Divisi.


"Apa kabar pak Arga..??" sapa Pak Wilson


"Alhamdulillah baik pak, mari kami sudah menyiapkan hidangan" Balas Arga


Mereka semua pun menuju ruang VIV.


Khanaya nampak berbincang dengan sekretaris pak Wilson, ini kali ke dua merek bertemu saat di luar kota, jadi sudah lebih akrab.


"Bu Jessi ada rencana lain....??" tanya Khanaya


"kalau Bu Khanaya berkenan membawa saya jalan-jalan di kota ini" jawab Jessi


"In Syaa Allah nanti saya usahakan jika sudah dapat izin.." balas Khanaya


Merekapun sampai di ruang VIV, aneka makan Itali dan Khas Sudan sudah tersaji.


"lihat Jessi, kita benar-benar di sambut dengan hangat" ujar Pak Wilson


"benar sekali pak..."


"saya tertarik dengan aroma kopi nya..dan tampilan menu makanannya" ujar pak Wilson


"silahkan di cicip pak..."ujar Gani mempersilahkan


"pasti itu.. oh ya sama mau memperkenalkan ini Pak Andre, dia salah satu investor di perusahaan kami" ujar Pak Wilson


"Salam kenal pak Andre.." sapa Arga dan di sambut pula oleh Andre dengan Baik


Merekapun menikmati hidangan yang tersaji, dan kopi seduh Khanaya cukup membuat pak Wilson ketagihan.


"oh ya pak Arga, saya lihat sekretaris anda cukup ramah dan cantik.. boleh saya minta kontaknya..??" tanya Andre


Mendengar permintaan dan Pujian yang Andre berikan untuk istri nya membuat raut wajah Arga berubah


Tiba-tiba Andrea menaruh potong udang ke piring Khanaya, dan itu cukup membuat Khanaya kaget apalagi Arga.


"terimakasih pak Andre, maaf saya bisa ambil sendiri, dan lagi pula saya tidak makan udang" ujar Khanaya berusaha tenang, sesekali melihat ekspresi sang suami


"katakan apa yang Bu Khanaya suka??" tanya Andre


"sudah cukup pak, saya tidak terbiasa makan banyak.." jawab Khanaya dengan penolakan yang cukup Halus

__ADS_1


"sayang sekali, jika ada waktu luang, boleh lah berbagi waktu, ajak kami jalan-jalan"


Gani tahu Arga sedang menahan diri, tapi Andre Tak henti mengajak Khanaya berbincang.


Khanaya tersenyum kecut.


"Saya siap menjadi tour guide pak Andre" ujar Gani menengahi


"Pak Gani ini gimana, jika jalan dengan pak Gani mana ada istimewanya" balas Andre


Gani kehabisan kata, ekspresi Arga sudah tak bisa Gani prediksi, entah apa yang akan Arga lakukan selanjutnya.


"maaf pak Andre,saya sudah menikah, dan tidak mungkin saya keluar dengan pria lain, sekalipun saya belum menikah, saya juga tidak akan mungkin keluar dengan yang tak seharusnya" ujar Khanaya berusaha tenang, dia tak ingin sang suami merusak citra nya di depan rekan Bisnisnya.


Khanaya bisa melihat amarah yang siap meledak dari diri sang Suami.


"Bu Khanaya sudah menikah...?? kapan..??" tanya Jessi antusias


"baru tiga pekan Bu Jessi, maka dari itu tadi saya bilang akan menemani Bu Jessi jika sudah mendapatkan izin" jawab Khanaya


"Wah... siapa pria beruntung itu Bu Khanaya...??" tanya Pak Wilson


Khanaya baru akan menjawab, tapi sudah lebih dulu di potong oleh Andre


"Bu Khanaya dengan posisi ibu, dengan wajah cantik ibu, hati-hati dalam memilih, harus cari yang di atas jenjang karir nya" ujar Andre


"Pak Gani bisa ambil beberapa lembar undangan di ruang kerja saya" titah Arga ke Gani


Gani mengerti dan menurut bergegas beranjak ke ruangan Arga,


Tak butuh waktu lama Gani sudah kembali, saat Gani pergi pak Wilson cukup penasaran undangan apa, tapi Arga meminta nya untuk menunggu sampai Gani kembali.


Gani pun kembali dengan membawa beberapa lembar Undangan pernikahan nya, diserahkan nya ke Arga, dan tak perlu basa-basi, Arga langsung memberikan undangan itu ke pak Wilson dan yang lain


Pak Wilson mengerutkan kening saat membaca nama yang ada di halaman depan undangan itu.


"Ini undangan resepsi pernikahan saya dan Khanaya, jika pak Wilson,. Bu Jessi, pak Andre dan yang lain datang, saya persilahkan" ujar Arga


Semua terbelalak tak percaya dengan apa yang Arga ucapkan.


"Saya suami yang pak Andre bicarakan tadi, harus lebih tinggi posisinya, saya lah suami itu" tambah Arga dengan senyum mengembang


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


....


Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.


...

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia๐Ÿ™๐Ÿฅฐ


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah โ€“Alโ€™Quran


__ADS_2