
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Seperti yang di agendakan, siang ini mereka akan mengajak adik-adiknya mereka untuk cuci ATM... Bukan cuci mata, soal nya yang di kuras isi ATM bukan isi mata.
Sebelumnya pagi tadi Khanaya sibuk membantu sang mama mertua sambil berbincang juga, bagaimana Arga, apa makanan kesukaan Arga, atau mungkin apa yang bisa Arga makan.
Sang mama mertua juga ingin mereka menghabiskan beberapa malam lagi di rumah nya jika memang mereka memutuskan untuk tinggal di apartemen.
Kalau untuk Khanaya sendiri sih ngikut aja kemana Arga mau, bukankah jika sudah menikah langkah Suami lah yang akan dia ikuti, dan tempat suami lah tempat dia pulang. rumah suami adalah rumah nya.
Mobil Arga sudah terparkir di depan rumah ayah, sengaja tidak di masukan agar gak repot keluar nya nanti, mereka langsung turun dan menuju rumah, dan benar saja ke dua adik nya itu sudah siap sedia.
Setelah berpamitan dengan ayah dan ibu mereka pun langsung ngacir menuju mobil, seperti anak SD yang akan di ajak ke warung untuk jajan, begitu lah tingkat mereka berdua.
Mobil mereka sudah memasuki kawasan parkiran di salah satu pusat perbelanjaan. mereka pun turun dengan membuka pintu nya sendiri berbeda dengan Khanaya, ada Arga yang membuka kan nya pintu.
"gitu teh kalau cari suami, pengertian, pintu mobil aja di bukakan..." ujar Ardana
"kamu juga dek, kalau nanti nikah jadi suami yang pengertian, jangan galak-galak ya..." balas Artika
"mau berdiri di situ aja ??" tanya Khanaya
"ya gak lah....kita mah mau masuk.." jawab Artika
Mereka pun mengikuti langkah sang kakak..
"Gandengan Mulu, kapan ya tangan ini ada yang ngegandeng...??" sindir Artika yang melihat sang kakak di gandeng Arga, sang kakak ipar
Ardana tanpa komando langsung meraih tangan sang kakak dan membawa nya melewati Khanaya dan Arga
"nih udah Adan gandeng... No dosa" ujar Ardana dan Itu membuat Khanaya dan Arga terkekeh sedangkan Artika malah memanyunkan bibir nya
"mereka memang selalu gitu ya...??" tanya Arga
"usia mereka Cuma selisih 2 tahun, jadi berebut mainan atau saling ledek itu udah hari-hari mereka mas.. bahkan kalau jalan bareng gitu gak ada yang tahu mereka adik kakak, apalagi lebih tinggi Adan..." jawab Khanaya
"Seru ya kalau ramai gitu.. gak kayak saya, sendirian... temen main cuma di sekolah aja, jadi nanti kita kalau punya anak kalau bisa lebih dari tiga..." ujar Arga sambil tersenyum sumringah ke arah Artika dan Ardana
"uhuk..uhuk..." mendengar ucapan Arga membuat Khanaya malah terbatuk
Gimana gak kaget, ibadah saja belum di mulai, yang di omongin udah anak, lebih dari tiga pula..
"kenapa...??" tanya Arga dan itu membuat Khanaya menelan saliva nya, mana mungkin dia jawab kalau di terbatuk karna ucapan Arga barusan saja.
"gak tahu nih mas, tiba-tiba..."
"ya udah kita beli minum aja dulu ya..."
"kita antar mereka aja dulu, nanti baru cari minum..."
__ADS_1
"yakin..???"
"yakin..."
Mereka pun mengantarkan ke dua adik mereka ke sebuh Butik, bukan hanya butik, mereka juga ke toko buku untuk membeli kebutuhan kuliah dan lain nya.
"mas... Naya ke toko depan sebentar ya.." ujar Khanaya
"saya antar ya..."
"gak usah, Naya sendiri aja..." ujar Khanaya
Khanaya pun menuju toko yang di tunjuk nya,. melihat beberapa pilihan baju Koko, Arga sebenarnya memperhatikan itu tanpa Khanaya sadari.
Dua baju Koko pun Khanaya pilih, Koko berwarna putih tapi dengan motif yang berbeda.
"berapa semua nya mbak...??" tanya Khanaya saat di kasih
"500 ribu rupiah mbak..." jawab kasir
"di pisah ya mbak paper bag nya.." pinta Khanaya sambil menyerahkan uang merah lima lembar, tapi tiba-tiba di tahan oleh Arga
"Biar saya yang bayar ya..." ujar Arga
"Biar Naya aja mas..."
"Nay...."
rasa nya tak mau memberikan izin, bagaimana pun uang nya adalah uang Khanaya juga dan berhak Khanaya berikan untuk orang tua nya, tapi melihat ekspresi sang istri , Arga pun mengalah.
Uang merah lima lembar itu Khanaya berikan ke mbak kasir, dan dua paper bag pun Khanaya terima.
Khanaya tahu sang suami mampu menuruti apapun ke inginan nya, tapi itu bukan lah seorang Khanaya terlebih Ayah dan ibu selalu mengajak anak-anak nya hidup sederhana.
Merekapun menyusul Artika dan Ardana.
Entah berapa paper bag yang ada di tangan Ardana ,. sedangkan Artika memiliki melenggang santai memberikan belanjaan nya kepada sang adik.
"bantu atuh teh.. berat nich..."
"adik yang baik harus melayani sang kakak.. ok..harus berbakti" balas Artikan
Ardana menjatuhkan tubuhnya, duduk bersila dengan paper bag yang dia letakkan di lantai, melipat ke dua tangan nya di dada dengan memasang raut wajah malas.
"loh ini kenapa nich...??" tanya Arga, yang sudah berdiri di samping Ardana
"teh Tika tuh curang.. kan berat..." jawab Ardana
"ya udah biar mas bantu, kita cari makan dulu ya, biar di isi tenaganya..." ujar Arga
"jangan, teh Tika aja tuh suruh bantuin.."
__ADS_1
"Nay.. kamu susul Tika aja tunggu di cafe depan sana, saya bantu Adan dulu..." titah Arga setelah meyakinkan kalau dia tidak masalah harus membawa belanjaan adik-adik nya.
Khanaya pun menyusul Artika,karna Artika sudah lebih dulu di depan.
Dan saat Khanaya menemukan Artika, Khanaya langsung menjewer telinga Artika yang tertutup jilbab.
"aduh..sakit teh..."
"kamu yang belanja, Adan dan mas Arga yang bawa ya..." masih dengan setia menjewer telinga Artika
"sakit teh....maaf...maaf..."
Khanaya pun melepaskan jewerannya, sedangkan Artika menggosok telinga nya yang panas karna jeweran sang kakak.
Saat ini mereka pun sudah duduk di salah cafe yang masih di pusat perbelanjaan, memesan minuman dan juga makanan.
"habis ini rencananya mau kemana...??" tanya Arga
"pulang.." jawab Ardana cepat
"udah pegel muter-muter bawa belanjaan teh Tika..." tambah Ardana dan Arga malah terkekeh
"iya..iya....teteh bawa sendiri.. kamu nya pegel, teteh telinga nya panas..."
"panas kenapa..??" tanya Ardana
"di jewer sama teh Naya...puas..."
"hahaha....puas banget..." balas Ardana puas, sedangkan Arga malah melirik ke arah Sang istri
dan Khanaya membalas tatapan Arga dengan mengangkat ke dua bahu nya.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Jangan di tanya waktu up karna saya gak tahu jawabannya, ada pekerjaan di dunia nyata yang gak bisa saya tinggalkan atau abaikan.
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
....
...Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai....
..
Jangan lupa tinggalkan Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran