Tak Berujung

Tak Berujung
Rumah Impian


__ADS_3

Pagi ini mereka sudah bersiap untuk ke kantor.


‘’udah siap dengan semua rutinitas kantor..??’’ tanya Arga


‘’In Syaa Allah siap, yang gak siap kalau di tinggal seharian..’’ jawab Khanaya dengan mata penuh selidik, tak ingin di tinggal lagi


‘’Mas gak ke mana –mana kok, tapi siang ini kita ada pekerjaan di luar’’ balas Arga sambil merangkul Khanaya dan mereka pun keluar dari apartemen untuk menuju kantor.


Sudah jadi pemandangan yang tak asing untuk para staf dan pegawai Arga di kantor melihat keromantisan Bos dan sekretaris ini.


Walaupun sebenarnya Khanaya segan tapi mana bisa di menolak, jadi ya mau tidak mau dia pun terbiasa.


Mereka pun sudah berada di lantai empat, di sambut oleh Sindy.


‘’selamat pagi Pak , Bu..’’ sapa Sindy


‘’Assalamualaikum Sin, selamat pagi juga’’ balas Khanaya


‘’ Waalaikumusalam bu..’’ balas Sindy dengan menggaruk tengkuk nya, merasa malu dengan sapaan nya.


‘’Sayang, mas ke dalam duluan ya..’’ ujar Arga dan Khanaya menganggukan kepala nya.


‘’oh ya Sindy, kontrak kerja untuk BA kita yang baru sudah selesai dan sudah sesuai dengan yang saya minta..??’’ tanya Khanaya


‘’Sudah Bu, tinggal di cek ulang, jika sudah tepat tinggal di tanda tangani saja’’ jawab Sindy


‘’kalau begitu biar saya cek di dalam..’’ balas Khanaya


Sindy pun memberikan hasil kontak kerja yang sudah dia selesaikan kemarin sore


Saat sudah menerima beberapa berkas yang memang harus Khanaya cek, Khanaya pun masuk ke ruangan Arga, dimana saat ini juga telah menjadi ruangan nya.


Khanaya langsung duduk di kursi nya, menyalakan laptop dan memulai pekerjaan nya, masih dengan sikap profesional kerja nya, selama mood nya masih terjaga. Maklum bos nya kan suami nya, jadi saat mood nya sedang amburadul siap-siap sang suami kena imbas nya.


Khanaya sibuk dengan berkas nya, sedangkan Arga sibuk juga dengan pekerjaan nya.


Setelah semua berkas Khanaya cek dan sudah tidak ada kesalahan, Khanaya pun langsung memberikan nya kepada Arga.


‘’Mas ini kontrak kerja yang harus di tanda tangani Mas dan juga BA baru kita…’’ ujar Khanaya sambil duduk di hadapan Arga


‘’Dan ini ada hasil lab yang baru keluar, yang baru di email kan tadi". tambah Khanaya


‘’Jika sudah pas, langsung minta Gani hubungi BA baru kita itu, dan untuk hasil Lab apa ada masalah..??’’


‘’Ada beberapa kandungan yang masih harus kita uji coba, untuk produk baru yang akan launching kan untuk anak remaja, jadi semua memeng harus di perhatikan, karna kulit remaja masih sangat sensitif’’


‘’Ya sudah, biar Gani yang urus.. istri mas ini gak perlu terlalu memforsir pekerjaan, ingat ada Gani dan juga Sindy..’’ ujar Arga sambil mencolek dagu Khanaya

__ADS_1


‘’Mas, bagaimanapun tetap Naya harus ikut terjun juga…’’


‘’ya sudah terserah kamu aja, tapi gak perlu sampai ke lapangan, cukup kamu kontrol dari sini, ok..’’


‘’ok… tapi kalau bosen boleh kan ke lapangan juga..’’


‘’No, cukup ke taman aja..’’ balas Arga


‘’oh ya tapi tadi katanya ada pekerjaan di luar?? mau kemana coba?? mau gak mau Naya ke lapangan juga kan?’’ tanya Khanaya


‘’hmm.. nanti juga tahu..kalau pekerjaan yang satu itu istri mas tercinta harus ikut’’ Jawab Arga kali ini sembari mencolek hidung Khanaya dan Khanaya malah memanyunkan bibir nya.


🍃


Tepat jam 2 siang setelah semua berkas telah Khanaya cek dan juga sudah memberikan arahan kepada Sindy, Khanaya dan Arga pun bersiap keluar dari kantor, seperti yang Arga beritahukan tadi, bahwa mereka ada pekerjaan di luar.


‘’Kita mau kemana sih mas..??’’ tanya Khanaya cukup penasaran, karna dari jadwal meeting yang Khanaya cek , Arga tidak ada jadwal meeting di luar hari ini.


‘’Udah ngikut aja ya… pokok nya ada yang harus kita cek’’ jawab Arga


Beberapa menit berlalu, mereka memasuki kawasan perumahan yang cukup elit.


‘’mas, kita mau berkunjung ke rumah siapa..??’’ tanya Khanaya


‘’nanti juga tahu kok…’’ jawab Arga sambil melihat sekilas ke arah Khanaya dengan senyum penuh makna yang sulit Khanaya artikan.


Setelah melewati beberapa rumah mobil Arga pun berhenti di sebuah rumah yang tak terlalu kecil juga tak terlalu besar, rumah berwarna putih dengan halaman yang cukup luas.


‘’Mas ini rumah siapa..??’’ tanya khanaya heran bahkan sangat heran.


‘’masuk dulu biar tahu ini rumah siapa, nanti kalau belum kenal mas kenalkan..ok’’ jawab Arga


Arga pun keluar, lalu berjalan untuk membukakan pintu mobil untuk istri tercinta.


Khanaya pun turun saat Arga telah membukakan nya pintu. Mata nya berbinar, rumah minimalis tapi elegan, rumah dengan halaman yang luas, bahkan tersedia rak-rak yang berjajar bunga-bunga yang terlihat jelas baru .


Rumah impian nya, ya ini adalah rumah impian Khanaya.


‘’yuk masuk, udah ada yang menunggu kita di dalam…’’ ajak Arga sambil menggandeng tangan Khanaya


Khanaya terpaku , takjub dengan desain rumah yang ada di hadapan nya saat ini.


Mata nya tak berhenti melihat setiap sudut dari rumah ini, ini baru bagian luar, entah bagaimana bagian dalam nya.


‘’Assalamualaikum, Pak, Bu..’’ salam pak Satpam


‘’ Waallaikumusallam ‘’ jawab Khanaya dan Arga bersama

__ADS_1


‘’sudah kumpul pak..?’’ tanya Arga


‘’oh sudah pak, sudah di tunggu dari tadi, silahkan…’’ jawab Pak Satpam mempersilahkan


‘’Mas serius ini rumah siapa sih..??’’ tanya Khanaya lagi


‘’Nanti juga tahu, sabar…’’ balas Arga


Menaiki empat tangga kecil untuk menuju teras depan, dan saat ini mereka sudah berada di depan pintu, pintu yang berwarna coklat muda.


Arga akan mendorong pintu rumah itu, tapi di tarik oleh Khanaya.


‘’Mas , salam dulu, jangan main masuk aja…’’ ujar Khanaya dan Arga terkekeh


‘’Ok… Assalamualaikum….’’ Ujar Arga mengucapkan salam sembari mendorong pintu rumah tersebut.


‘' Waalaukumusallam ….’’ Jawab mereka cukup ramai.


Suara yang terdengar tak asing di telinga Khanaya, bagaimana mungkin asing, karna itu adalah suara dari Ayah,Ibu , kedua adik nya, dan kedua mertua nya.


‘’Surprise….’’ Ujar mereka bersamaan


Mata Khanaya membulat ‘’Mas ini..??’’ tanya Khanaya bingung


‘’Ini rumah kita sayang, rumah impian kita..’’ ujar Arga


‘’serius..?’’ tanya Khanaya tak percaya


‘’kalau gak mau biar buat Tika aja teh…’’ ujar Artika


Bukan membalas ucapan Artika, Khanaya malah memeluk erat Arga tiba-tiba.


‘’Gimana?? Suka..??’’


‘’suka, sangat-sangat suka..’’ jawab Khanaya sembari terisak


Tangis bahagia, siapa yang menduga jika rumah yang sang suami buat untuk keluarga kecil nya sesuai dengan impian nya.


Memiliki rumah dengan halaman yang luar agar kelak anak-anak nya bebas bermain.


Tak hanya itu, Arga pun meyiapkan kolam renang di area samping, tak terlalu besar, tapi cukup untuk dirinya dan anak-anak nya nanti bermain bersama.


Para orang tua ikut terharu, ikut bahagia melihat kebahagian anak-anak mereka.


Dua impian menjadi satu, itulah rumah ini, Arga mengkombinasikan dua impian mereka menjadi satu.


🍂🍂🍂

__ADS_1


Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Sebaik-baiknya Bacaan itu adalah - Al'Quran


__ADS_2