Tak Berujung

Tak Berujung
Turun ke liang Lahat untuk Naik ke Akhirat.


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Khanaya dan Arga sudah berada di kantor, mulai terdengar desas-desus yang menggelitik di telinga, karna seperti biasa mereka nampak turun dari mobil yang sama, tapi itu belum sampai di telinga Arga.


Saat Khanaya sedang mengecek email masuk, tiba-tiba tiga sahabat nya datang.


saat berada di hadapan Khanaya mereka dengan kompak memainkan jari telunjuk mereka ke arah Khanaya dan Khanaya hanya bisa nyengir kuda.


Mereka bertiga pun masuk ke ruangan Arga, tapi tidak dengan Khanaya.


Tak berselang lama mereka masuk , telfon kantor berdering.


"Nay, masuk keruangan saya..." ujar Arga To the point , Tampa menunggu Khanaya mengucapkan salam.


Khanaya pun menutup telfon nya lalu menuju ruangan Arga.


"Ada yang bisa saya bantu pak..??" tanya Khanaya dengan Formal.


"sini..." tunjuk Arga tepat di samping kursi nya, Khanaya pun menurut, dari nada bicara Arga nampak bukan nada bicara antara atasan dan pegawai nya.


Arga pun memulai pembicaraan , di mulai dari kejadian di cafe kemarin sore, lalu Arga menyalahkan video lamaran hingga dimana ayah meminta untuk melangsungkan ijab Qabul malam itu juga.


"jadi calon istri yang pak Arga maksud waktu malam itu adalah Khanaya..??" tanya Nilam


"betul..." jawab Arga


Winda memanyunkan bibir nya.. "pupus dech..."


Para sahabat malah terkekeh.


"tapi pak kenapa gak di umumkan saja, agar gak timbul opini yang negatif.." ujar Roy


"semua ketua divisi sudah tahu kok.. cuma saya memang belum mengumumkan secara langsung, saya rasa gak perlu harus semua tahu untuk saat ini" jawab Arga


"Saya memberi tahu kepada kalian karna kalian adalah sahabat istri saya.." tambah Arga


"jadi kami juga harus diam pak..??" tanya Nilam


"ya... Kalau ada yang harus saya beritahu, saya lah yang akan memberi tahu..."


Saat pembicaraan selesai mereka pun keluar, dan saat sampai di depan meja kerja Khanaya, Nilam dan Widia pun langsung merangkul Khanaya.


"ikut bahagia..." ujar Widia


"enak gak jadi istri bos besar...??" tanya Nilam


"tapi dilihat dari kejadian kemarin, pak Arga sangat-sangat mencintai kamu deh Nay..." tambah Nilam


"aamiin... doain yang baik-baik aja ya..." balas Khanaya

__ADS_1


"ya udah yuk kita balik ke ruangan, bisa ngamuk ntar pak Surya" ujar Roy


Roy, Nilam dan Widia pun panik untuk kembali ke ruangan mereka setelah mencubit pipi Khanaya dengan gemas nya.


"di tunggu makan enak nya...hehee, soal nya kemaren sore Gatot..." bisik Nilam


"In Syaa Allah, entah di kabarin.." balas Khanaya


"udah buruan balas email dari perusahaannya pak Burhan..." ujar Arga tiba-tiba yang sudah ada di depan pintu ruangan nya dengan menyilang kan tangan nya di dada


"baik pak... segera saya balas..." jawab Khanaya dengan ekspresi sedikit kesal tapi bahagia.


Kesal dengan setiap kejutan yang Arga berikan, kejutan tak terduga. Bahagia karna sahabat nya di perusahaan ini sudah tahu statusnya saat ini.


Arga malah tersenyum sumringah sembari kembali ke ruangan nya.


Tak pernah terbayangkan bahwa wanita asing yang sudah membuatnya kagum saat pertama kali bertemu, kini dia menjadi istri nya, wanita kedua setelah sang mama yang dia cintai.


Seberapa besar cinta nya, dia pun tak tahu, bahkan dia belum pernah menyatakan dia mencintai Khanaya. tapi yang ingin dia lakukan adalah membuat wanita nya itu Bahagia.


🍃


Khanaya dan Arga keluar kantor sebelum jam pulang, karna ingin berbelanja bingkisan untuk sang mama. selesai membeli buah dan camilan mereka pun langsung menuju kediaman keluarga Arga .


Mobil Arga pun memasuki kawasan rumah keluarga Arga, sebuah rumah bercat putih yang berdiri kokoh, jika di bandingkan dengan rumah keluarga Khanaya , separuh nya pun tak ada.


Arga membuka pintu mobil untuk Khanaya. Khanaya pun keluar dari mobil, mata nya melihat ke sekeliling.


Merasa kerdil, ya Khanaya semakin merasa kerdil saat memasuki rumah sang mertua. Bukan tidak bersyukur, bagaimanapun dia hanya manusia biasa, terbiasa hidup sederhana, rumah yang sederhana Pula, tapi saat ini dia berada di sebuah rumah yang bagaikan istana.


Rumah ku istana ku, itu adalah istilah, tapi ini benar-benar seperti istana yang nyata.


"ini rumah mama dan papa, bukan rumah mas.." ujar Arga seakan tahu perasaan sang istri, dan Khanaya berusaha tenang dengan berulang kali membuang napas nya.


"Naya...." Panggi Mama dari atas tangga


Khanaya mencoba tersenyum untuk menyembunyikan rasa yang sulit untuk dia utarakan.


Arga melepaskan genggaman nya, dan Khanaya pun mencium takzim tangan sang mama mertua.


lalu sang mama merangkul Khanaya dengan sayang.


Bagaimana bisa Khanaya menolak pelukan sang mertua, dari awal mereka bertemu Mama Arga begitu baik kepada nya,


Dan saat mengetahui Arga telah menyampaikan niat tulus nya pun sang Mama mertua menyambut dengan suka cita.


Mungkin proses nya yang terlalu cepat, Bahkan Khanaya belum begitu mengenal keluarga sang suami. Jika bertemu mereka lebih sering di luar, faktor kesibukan Arga dan Khanaya juga.


"mama udah masak menu spesial loh, semoga kamu suka ya..." ujar sang mama mertua sambil membawa Khanaya duduk di sofa.


"papa mana ma..??" tanya Arga

__ADS_1


"papa lagi jalan sore bareng tetangga sebelah... itung-itung buang lemak" jawab Mama


"sebentar lagi juga pulang kok..." Tambah Mama


Seorang ART seusia mama mertua, hanya saja nampak lebih tua, maklum saja beda profesi membuat usia yang sama pun bisa tampak berbeda.


"Sini kopernya biar mbok antar ke kamar.." ujar Simbok


"gak apa mbok,. biar Arga aja.." balas Arga


"kenalin mbok ini Naya, istri Arga..." tambah Arga


"Masyaallah, cantik den, hebat ya den, tahu-tahu udah bawa istri pas pulang..." ujar Simbok


"Nay, ini mbok As nama nya, nama panjangnya Asih, tapi biasa di panggil mbok As.." ujar Mama memperkenalkan Khanaya dengan simbok


Khanaya pun menghampiri simbok memperkenalkan dirinya dan akan mencium takzim tangan simbok, namun simbok langsung menahannya.


"jangan non, gak pantes non mencium tangan simbok..." ujar Simbok


Namun itu tidak di hiraukan oleh Khanaya, Khanaya tetap melakukan nya sebagai tanda hormat karna bagaimana simbok lebih tua dari nya.


"kita semua sama mbok di mata Allah.. mbok itu kan lebih tua dari Naya, gak seharusnya menunduk ke saya... Tempat kita bersujud itu hanya kepada Allah, orang tua dan pasangan kita.." ujar Khanaya sambil mengelus pundak Simbok


Mama mertua dan sang suami tersenyum bangga melihat Khanaya.


Sebenarnya itu kata-kata tidak hanya untuk simbok, tapi juga untuk dirinya yang merasa kerdil di hadapan keluarga sang suami, padahal sejatinya kita itu hanya kerdil di mata Allah sang Pencipta.


Karna semua yang ada di dunia ini Milik nya, Ibarat Kereta Api kita hanya penumpang, jika sudah tiba saat nya turun, maka kita harus turun,


Turun ke liang Lahat untuk Naik ke Akhirat.


🍃🍃🍃🍃


...Lanjut…???...


Jazaakumullah Khairan untuk semua doa dan dukungan nya... untuk Reader kak Ajeng yang best semua..🥰


..........


...Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai....


........


Jangan lupa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Jangan lupa tinggalkan Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2