Tak Berujung

Tak Berujung
Malam Perpisahan


__ADS_3

Satu pekan berlalu dengan berbagai pertimbangan dan pastinya dengan tekat kuat dari Khanaya untuk melanjutkan Pendidikan di Kota P, ayah dan ibu pun mengizinkan.


Tak bisa di pungkiri kekhawatiran itu pasti ada.


Malam ini rumah Khanaya sudah ramai, mereka mengadakan tasyakuran atas kelulusan mereka sekaligus acara perpisahan untuk Khanaya.


‘’Nay,,, kenapa sih gak lanjut di kota ini aja..??’’ tanya Riana


‘’Iya Nay, kan kita jadi super jauh, kami di pulau jawa, kamu nya di pulai Sumatera..jauh Nay..’’ Tambah Salsa membenarkan perkataan Riana


‘’Pada lebay dech, walau jauh sekarang banyak akses untuk kita berasa dekat, bisa Video call, kalau perlu kita ngeZoom..hehehe…’’balas Khanaya


‘’Nay, ini bukan karna kak Rafa kan…??’’ tanya Riana


‘’ya enggak lah, jauh sebelum ini aku tuh memang pengen banget ke sana…’’ jawab Khanaya


‘’Nay…’’panggil Bayu


‘’Sa…kita gabung sama yang lain yuk…’’ Ujar Riana sambil menarik tangan salsa membuat salsa mau tak mau mengikuti langkah Riana


‘’kalian ngobrol aja dulu ya disini..’’ teriak Riana tiba-tiba saat sudah berjarak dengan Khanaya dan Bayu


Khanaya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat dua sahabat nya itu


‘’hmm… bakal jauh nih..’’ ujar Bayu tiba-tiba


‘’Dekat kok Bay, banyak alat komunikasi yang membuat jarak itu tak berarti apa-apa’’ balas Khanaya dengan senyuman manis nya


Tiba-tiba Bayu menyodorkan sebuah bingkisan, dan bingkisan itu adalah sebuah boneka Teddy bear


‘’apa ini Bay..??’’ tanya Khanaya


‘’Seperti yang kamu lihat Nay..’’ jawab Bayu


‘’Iya aku tahu ini isinya apa, maksud aku tuh, tujuan kamu ngasih ini tuh apa…??’’ tanya Khanaya


‘’hhmmm… anggap aja sebagai kenang-kenangan, atau teman kamu di sana..mewakili aku..hehehe" balas Bayu


‘’Bay, aku paham perasaan kamu ke aku, tapi maaf banget, untuk saat ini Naya lagi gak mau terlibat dalam sebuah hubungan lebih dari teman… Bayu itu pria baik, Naya tahu banget itu..’’ Ujar Khanaya terbuka,

__ADS_1


Tak ingin ada kesalahpahaman, atau memberikan harapan lebih, belajar dari kejadian terdahulu.


‘’Aku paham kok Nay.. soal perasaan aku ke kamu itu cukup biar jadi urusanku, tapi bagaimanapun kita adalah teman yang cukup akrab kan? gak salah donk aku sekedar kasih bingkisan kecil, aku bisa pastikan ini bukan bentuk ungkapan perasaanku ke kamu kok, jadi tolong terima..’’ balas Bayu dengan sangat tenang


‘’dari teman untuk teman..’’ tambah Bayu meyakinkan Khanaya


Khanaya pun menerima nya walau jujur agak berat, tapi niat baik Bayu tidak mungkin dia kecewakan.


‘’Jika kita berjodoh, Allah pasti akan tuntun kita nanti, jika tidak berjodoh, kita kan tetap jadi teman…’’ ujar Bayu meyakinkan lagi


Tidaklah mudah mengatakan itu semua, tapi memang harus dia katakan.


Cukup besar harapan dia bisa masuk kedalam hati Khanaya, tapi Bayu sadar, itu tidak mudah.


Seperti kata nya barusan, jika jodoh pasti ada jalan nya nanti, jika tidak jodoh berarti dia bukan yang terbaik, ada yang lebih baik yang Allah persiapkan


‘’Rezeki itu sudah TERTAKAR, tak akan mungkin TERTUKAR, apalagi KESASAR, begitupun jodoh’’ ujar Wahyudi tiba-tiba


‘’bisa aja botol kecap..’’ balas Bayu


‘’ketimbang lo Bay, botol cuka..hahaha’’ balas Wahyudi


‘’Yang lain udah nunggu tuch..’’ tambah Wahyudi


‘’kalian duluan aja, Naya masuk ke rumah dulu..’’ balas Khanaya


Khanaya pun menuju ke dalam rumah untuk meletakan boneka yang Bayu berikan, sedangkan Bayu dan Wahyudi bergabung dengan yang lain.


…..


Satu ujian selesai, maka bersiap untuk mengerjakan ujian selanjut nya, mungkin kurang lebih seperti itu.


Lulus SMK, kini sebentar lagi Khanaya dan teman-teman akan masuk ke dunia perkuliahan, ada juga yang langsung bekerja.


Ayah, ibu dan kedua adik nya sudah berada di airport, mereka ikut bersiap mengantarkan Khanaya untuk menuju kota P dimana dia akan melanjutkan Pendidikan nya, di sebuah Universitas Islam yang cukup ternama di kota P.


Menempuh perjalanan hampir tujuh jam dari kota B ke kota P, tak ada kata lelah, tapi semangat.. Khanaya dan keluarga nya pun sudah memboking hotel jauh-jauh hari melalui aplikasi, jadi saat sampai di kota P mereka tidak terlalu repot untuk mencari penginapan untuk bermalam.


Khanaya kan tinggal di asrama yang di sediakan oleh universitas. Mungkin karna ini Universitas Islam, jadi asrama putra dan Putri berjarak cukup jauh, dan itu juga salah satu pertimbangan ayah bisa mengizinkan Khanaya kuliah di kota P ini.

__ADS_1


‘’udah sore, besok pagi baru kita ke asrama ya..’’ ujar Ayah sambil menaruh koper


‘’iya yah, pagi nya Naya ke kampus dulu, kan harus isi berkas administrasi dulu.. sekalian penyerahan surat-surat yang di minta kemarin..’’ balas Khanaya


Waktu seakan cepat berlalu, jauh sebelumnya Khanaya telah melakukan ujian untuk masuk ke universitas ini secara online.


Khanaya sudah Bersama ayah di kampus, cukup besar dan sangat lekat dengan suasana islami, para mahasiswi nya mengenakan jilbab semua, dan jilbab nya menutup area dada, seperti yang sudah tertulis di peraturan kampus.


Khanaya menyerahkan berkas-berkas walau sempat harus menunggu antrian.


Selesai urusan administrasi, mereka langsung menuju asrama, dimana Khanaya bisa menerima kunci kamar.


Tidak semua mahasiswa tinggal di asrama, asrama di peruntukan untuk yang jauh.


Penjagaan juga begitu ketat, semua pegawai nya perempuan, kecuali pak satpam yang berjaga di gerbang dan area luar asrama.


Setelah menerima kunci, Khanaya dan ayah pun menuju kamar, sebuah kamar yang cukup bersih dan luas, diisi tiga mahasiswi.


‘’ayah suka dengan sistem penjagaan disini,..’’ ujar Ayah


‘’Naya gak akan ngecewain ayah…’’ balas Khanaya meyakinkan sang ayah


‘’iya ayah percaya.. kamu lusa kan baru pindah ke sini, jadi beberapa hari ini kita bisa jalan-jalan menikmati Susana kota P.


"Nanti pas Naya udah pindah ibu harus ikut, agar ke khawatiran ibu bisa sedikit teratasi" ujar Ayah dan Khanaya mengangguk


Sebuah kota yang begitu kental dengan nuansa Melayu menjadi pilihan Khanaya, yang pastinya akan butuh waktu untuk beradaptasi, tapi ini memang sudah pilihan nya.


Hari dimana Khanaya mulai tinggal di asrama, di antar oleh keluarga tercinta, dia pasti akan merindukan keluarga tercintanya, merindukan masakan Ibu, merindukan kejahilan adik-adik nya.


Tapi ini adalah pilihan nya. kurang lebih empat tahun kedepan, kota ini adalah jalan juang nya.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2