
๐ Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa๐
*****************
Dua hari sudah mereka tinggal di apartemen, dan pagi ini Khanaya dan Arga sudah dalam perjalanannya menuju kantor. sebelum nya mereka harus mampir ke kantor KUA untuk memenuhi panggilan dari KUA mengenai pengajuan Akta pernikahan mereka terlebih dahulu.
Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, Akta pernikahan pun mereka dapatkan, sebuah buku berwarna hijau dan merah sudah di tangan mereka.
Bahagia sudah pasti, merkea sudah sah di mata Agama dan Negara.
Undangan pernikahan juga sudah dalam proses percetakan, tidak ada ijab kabul ulang, hanya akan ada resepsi.
"Nay , siang ini kita ada jadwal meeting??" tanya Arga
"meeting hari ini di jadwalkan jam 10 nanti, ada meeting dengan bagian perencanaan" jawab Khanaya
"selesai meeting kita ke butik ya, mama udah sibuk minta kita fitting baju" ujar Arga
"masih jam kantor mas, gak enak lah kalau kita harus lebih dulu pulang untuk keperluan pribadi.."
"Khanaya Putri, lupa itu perusahaan siapa?? kalaupun pimpinan nya hadir di saat meeting saja gak ada yang bisa melarang, kan saya punya Aspri.." jawab Arga
"mas bos nya, lah Naya kan sekretaris, ada jam kerja nya.."
Arga menghentikan mobil nya karna memang sudah berada di depan kantor.
"kamu istri dari Muhammad Arga Anshar, pemilik dari perusahaan ini, jadi tugas kamu itu Double, manut kata suami sekaligus pimpinan perusahaan, jika ada yang keberatan bisa langsung berhadapan dengan saya..."
Mudah untuk Arga berkata demikian tapi tidak mudah untuk Khanaya, karna pernikahan mereka masih belum di publikasikan dan Khanaya juga tidak mau menggunakan kekuasaan mengatas namakan sang suami.
"huuft... terserah mas deh..." pasrah Khanaya
Arga mencolek hidung Khanaya, ke pasrahkan Khanaya membuat nya semakin kagum, bagaimana tidak, jika Khanaya mau dia bisa sesuka hati mau berbuat apa di kantor sang suami, tapi tidak dia lakukan, dia tetap bersikap profesional saat jam kerja.
Mereka pun turun dari mobil, dan siapa sangka banyak mata yang melihat, karna mereka datang agak terlambat , banyak pegawai yang sedang lalu lalang.
Di salah satu sudut ada beberapa orang pegawai yang sedang asik berbincang dan melihat ke arah mereka
"gue perhatiin, Bu Khanaya itu setiap hari pulang pergi bareng pak Arga dech.."
"mungkin karna mereka sering meeting di luar kali..."
"tapi dulu sama Bu Ayu gak kayak gitu dech..."
"aku pernah lihat mereka jalan di mal, gandengan lagi...pas mau aku foto udah hilang.."
"serius...??" tanya yang lain kompak
sebelum menuju ruangan Arga dan Khanaya ke bagian resepsionis, karna ada paket untuk Arga.
__ADS_1
"Ini aja paket nya...??" tanya Arga
"iya pak ini saja paket nya..."jawab petugas resepsionis
"ya sudah, segera infokan jika ada masuk paket lagi..."
"baik pak..."
Arga refleksi menggenggam tangan Khanaya tapi dengan cepat di lepaskan oleh Khanaya, Khanaya menghadiahi Arga tatapan tajam dan Arga malah hanya nyengir kuda.
"Woi....pak Arga tapi genggam tangan Bu Khanaya, kalian lihat gak...??"
"iya gue lihat..."
"kok aku gak lihat ya...??"
"Fix mereka ada sesuatu dech..."
"hebat ya Bu Khanaya, baru jadi sekretaris bisa merayu bos dingin kaya pak Arga"
"di jaga tu mulut, kalau salah bisa jadi fitrnah..." ujar Roy yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka
Melihat Roy yang di ketahui cukup akrab dengan Khanaya pun mereka membubarkan diri, dan Roy hanya bisa geleng-geleng kepala.
๐
Semua team bagian perencanaan sudah berada di ruang meeting dan ada pak Gani juga di dalam nya, mereka sedang menunggu kedatangan Bos dan sang sekretaris.
suara langkah kaki Arga dan Khanaya yang baru keluar dari lift, mereka di sapa oleh beberapa pegawai , mereka juga langsung menuju ruangan Meeting.
Arga membuka pintu, jika biasa nya Sekretaris yang mempersilahkan bos nya masuk, tapi ini kebalikan nya.
Saat mereka sudah duduk di kursi mereka masing-masing, mereka pun memulai meeting nya, Khanaya nampak seperti biasa, bersikap profesional.
Saat Meeting selesai dan sebagian sudah keluar tapi tidak dengan Roy, dia izin untuk berbicara dengan sang pimpinan.
"Kamu duluan kembali ke ruangan saya, dan nanti langsung antara salinan isi meeting hari ini ke ruangan saya.." titah Arga
"Baik pak..." jawab Khanaya
Saat Khanaya keluar, tinggal Arga dan Roy di ruangan itu, Roy pun mulai menceritakan apa yang terjadi di lobby kantor.
"Kamu serius...??" tanya Arga meyakinkan lagi
"serius pak, gak mungkin mengenai Khanaya saya main-main, saya dan divisi perencanaan adalah sahabat Khanaya.."
"ya sudah, terimakasih info nya.. biar saya yang urus"
"baik pak,.mereka berkata begitu karna tidak tahu kebenaran nya pak..." ujar Roy
__ADS_1
Roy memberi tahu ini untuk menjaga Khanaya dari Fitnah, dia juga tidak ingin pegawai yang membicarakan Khanaya dan sang pimpinan sampai di pecat.
"kamu tenang saja, saya tahu kok dengan apa yang harus saya lakukan..." sambil menepuk pundak Roy
Mereka pun kembali ke ruangan mereka masing-masing.
๐
Jika biasanya Arga akan mengajak Khanaya pulang sebelum jam pulang kantor tapi tidak kali ini, Arga mengajak Khanaya pulang pas di jam pulang kantor, agenda fitting baju pun mereka tunda.
Khanaya sempat bertanya, tapi jawaban Arga karna dia banyak file yang harus dia cek, Tampa rasa curiga, Khanaya pun menurut.
Mereka kini masuk ke lift, untuk lift dari ruangan Arga berbeda dengan lift lain nya, jadi lift nya tidak bisa di masukin oleh staf lain.
Hanya mereka berdua di dalam Lift ini, kecuali ada staf lain yang turun bersama mereka tadi dari lantai 4.
Saat mereka sudah sampai di lantai dasar lift pun terbuka, bersama lift yang lain juga ada yang terbuka, banyak para staf atau pegawai yang keluar dari dalam Lift.
Tampa aba-aba Arga meraih tangan Khanaya di genggaman nya erat, Khanaya sempat ingin melepaskan, tapi kali ini tidak bisa, karna Arga memang menggenggam nya dengan erat, tak dia biarkan untuk lepas.
Khanaya sudah tak tahu haru bagaimana, apalagi saat melewati banyak staf atau pegawai kantor.
Khanaya baru saja akan menundukkan kepalanya,. tapi...
"senyum dengan santai, jangan nunduk..." ujar Arga
"Hmmm..." balas Khanaya penuh kebingungan, bagaimana bisa Arga melakukan ini, dan meminta nya senyum, begitu banyak mata yang melihat nya dengan penuh pertanyaan.
Khanaya pasrah, berusaha bersikap biasa, walau sulit, tidak hanya itu, sesampainya di depan mobil yang sudah di siapkan oleh pak satpam, Arga membukakan pintu mobilnya untuk Khanaya, dan lagi-lagi Khanaya pasrah.
Tampa sepatah katapun Arga langsung melajukan mobil nya menuju apartemen, Khanaya diam seribu bahasa,. mata nya melihat ke jendela samping.
Ingin marah, tapi Arga adalah suami, tapi yang Arga lakukan akan mengundang pemikiran yang bukan bukan untuk nya.
Mulut netizen itu ibarat neraka nya di dunia nyata,.panas, bahkan tak ada tandingannya nya panas nya.
Jika api kebakaran ada pemadaman, tapi api netizen alias mulut netizen itu tak ada pemadam nya.
๐๐๐
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
....
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia๐๐ฅฐ
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah โAlโQuran