
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Orang tua Arga sudah kembali, yang tersisa hanya keluarga inti Khanaya di tambah anggota baru yaitu Arga dan beberapa saudara yang sedang membantu Khanaya membersihkan rumah.
"Nia, piring-piring biar besok aja di cuci nya, udah malam banget, besok sekolah kan.." ujar ibu ke salah satu keponakan nya
Semua piring dan gelas kotor pun sudah di bawa ke belakang, Artika nampak menyapu sisa makanan yang berserak di karpet. Sedangkan Khanaya nampak sedang menaruh makanan ke dalam kulkas .Ayah dan Arga nampak sedang berbincang di teras.
"ayah tahu pasti canggung, apalagi ini di luar dugaan, kamu bisa tidur di kamar Adan (panggil akrab Ardana).. bisa juga pinjam baju nya.."
"iya yah...Arga ngikut aja.." jawab Arga
Ayah menepuk-nepuk pundak Arga, kini pria asing yang sering makan di warung Ayah itu telah menjadi menantu nya. Arga tidak nampak risih dengan kondisi rumah Khanaya, padahal jika di bandingkan dengan rumah orang tua nya, entar berapa kali lipat besar nya.
"Rencana kalian mau tinggal dimana nanti..??" tanya Ayah
"Arga selama ini tinggal di apartemen yah, pulang ke rumah mama hanya sesekali, kebetulan apartemen gak jauh dari kantor...mungkin nanti sementara di sana sebelum tinggal di rumah sendiri..." Jawab Arga
"Ayah di dalam udah bersih, udah malam loh, ngobrol nya di lanjut besok.." ujar Ibu
"iya Bu...... ni ayah sama Arga masuk, tadi kan lagi di sapu sama Tika, makanya kami menunggu di luar.."
Arga masih bingung harus melakukan apa, bahkan kamar mana yang akan menjadi tempat nya istirahat pun di juga belum tahu , sedangkan Khanaya masih nampak sibuk di dapur.
"Dan... bawa mas Arga ke kamar kamu ya, dia lelah dan besok juga harus ke kantor" titah Ayah ke Ardana
"loh kok ke kamar Adan Yah....kenapa gak ke kamar teteh...??" tanya Ardana heran
Arga melihat ke arah Khanaya begitupun Khanaya yang melihat ke arah Arga.
"Langsung ke kamar Naya aja yah.. tadi kamar nya udah di bersihin kok..." ujar Khanaya , ada senyum terukir di Bibir Ayah dan Ibu, Putri nya sadar posisinya telah menjadi istri dari Arga, sekalipun apa yang terjadi malam ini cukup mengejutkan.
__ADS_1
Ayah menepuk pundak Arga, senyum mengembang dari bibir Ayah. sebagai isyarat untuk mengikuti kata Sang istri.
Khanaya jalan lebih dulu ke arah kamar nya, di ikuti oleh Arga di belakangnya, jantung Khanaya bak Genderang mau perang, tangan nya saya nampak gemetar saat menggenggam gagang pintu. Arga bisa melihat itu .
"Saya ke kamar Adan aja ya.." lirih Arga
"Gak papa disini aja..." balas Khanaya terus berusaha menstabilkan irama jantung nya.
Arga pun ikut masuk, Sebuah kamar dengan ukuran empat kali empat, untuk Khanaya ini sudah sangat luas, tapi jika di bandingkan rumah keluarga Arga, masih besar ukuran kamar mandi rumah Arga.
Kamar yang sederhana , tak banyak perabot, hanya ranjang, lemari dua pintu dan meja belajar, tak ada meja rias hanya ada kaca yang menempel di dinding dengan rak minimalis yang juga menempel di dinding menjadi tempat beberapa keperluan Khanaya.
"Hmm....maaf Pak kamar nya kecil.." Ujar Khanaya
Arga masih terdiam, dia malam melihat foto-foto Khanaya yang menempel di dinding.
"Pak ini ada baju Adan, bisa bapak pakai dulu, kamar mandi nya ada di samping antara kamar ini dan kamar Adan..."tambah Khanaya sambil meletakkan baju yang akan Arga pakai di ranjang.
Khanaya membalik tubuh nya lalu berjalan mendekati Arga
"ini pas milad sekolah, kami anggota OSIS mengabadikan moment ini..." jawab Khanaya berdiri tepat di samping Arga
"hmm..saya mau ke kamar mandi dulu mau ganti pakaian dulu, dirumah ini ada dua kamar mandi, bapak bisa kesana kalau takut nunggu saya lama.." Ujar Khanaya sambil melangkah kaki nya, namun Arga tiba-tiba menarik tangan Khanaya
Jantung Khanaya yang tadi nya mulai stabil pun mulai berdetak kencang lagi.
Arga mengambil posisi tepat di hadapan Khanaya, dilihat nya wajah Khanaya yang menegang.
"Pak Arga mau ngapain??" tanya Khanaya cepat sambil mengalihkan pandangannya
"saya cuma mau bilang, kamu mau sampai kapan panggil saya Pak?? ini bukan di kantor Nay, dan kamu itu sudah menjadi istri saya,. dan satu lagi, kamu yang bilang kalau kamu akan merubah panggilan itu di saat semua sudah jelas, apa status kita belum jelas??" tanya Arga dengan sangat lembut sambil menarik dagu Khanaya hingga mereka saling menatap
Khanaya mengigit bibir bawah nya, dia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"maaf belum terbiasa dan ini tuh Bener-bener buat Naya kaget.." jawab Khanaya dengan wajah sendu
"saya juga gak kalah kaget nya, tapi buktinya saat ini kita dalam satu kamar.."
"ngomong kemana sih, udah ah, Naya mau ganti baju.. udah gerah dan juga udah bauk bumbu sayur.." ujar Khanaya dengan cepat sambil melepas genggaman Arga dan bergegas ke kamar mandi
Arga bukan marah, dia malah terkekeh dengan sikap Khanaya, Khanaya nampak sangat grogi, pipi nya pun sudah merona.
Arga pun ikut keluar, tapi menujuk kamar mandi satu lagi untuk mengganti pakaian nya.
Saat Arga kembali ternyata Khanaya sudah berada di kamar, dengan mengenakan baju tidur, dan rambut sebahu yang tergerai, Khanaya sedang mengibas kasur nya, dengan kain sembari membaca basmalah
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘Bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.”(HR. Al-Bukhari no. 6320)
senyum Arga mengemban melihat Khanaya Tampa hijab nya, baru melihat dari belakang saya sudah membuat jantung Arga tak karuan, dan Khanaya tiba-tiba membalikkan badan nya saat sudah selesai.
Arga semakin terpana melihat sang istri Tampa hijab nya, Arga menelan saliva nya sendiri, di hembusan napas nya panjang berkali kali.
Khanaya tak kalah kaget dan grogi, tapi dia berusaha bersikap biasa, karna tidak mungkin di terus mengenakan hijab nya, cepat atau lambat Arga juga akan melihatnya.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1