Tak Berujung

Tak Berujung
Bertemu Bayu


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Sesampainya di hotel mereka pun menuju kamar masing-masing, sesuai info dari Bu Jessi ,. pembahasan proyek akan mereka bahas besok pagi.


Hingga makan malam Khanaya memiliki makan di Kamar nya, rasa nya akan canggung jika makan bersama petinggi perusahaan, apalagi Khanaya wanita seorang di antara dua pria itu.


Pagi sesuai instruksi yang infokan mereka bergegas menuju tempat meeting.


Arga sudah di lobby menunggu Khanaya yang harus kembali ke kamar nya karna ada file yang tertinggal.


Sedangkan Gani dia sedang membeli air mineral.


Arga asik dengan benda pipih nya, jika kebanyakan orang bermain game online, dia malah melihat neraca perkembangan perusahaan nya.


"Mas Arga...." sapa seorang pria yang sedari tadi dari jauh sudah memperhatikan nya


Arga mengerutkan keningnya, seperti sedang mengingat sesuatu.


"Bayu...." balas Arga setelah yakin dengan apa yang dia lihat, merekapun saling merangkul


"hmmm...lupa nich sama sepupu sendiri..." sindir Bayu


"Bukan lupa, agak pangling aja, makin ganteng soal nya, hahaha..." balas Arga


"mas juga makin ganteng aja ah pakai jas begini" balas Bayu sambil mencubit kecil pinggang Arga


"mas ngapain nich...?? lagi sama siapa??" tanya Bayu


"mas ada meeting dengan klien di kota ini, lagi nunggu sekretaris mas dan juga Aspri Mas nich... duduk sini..."


"aku juga ada mau nemuin klien mas, gak bisa lama-lama,. kapan mas selesai ngopi lah kita ya..." balas Bayu


"harus itu harus..." balas Arga


Saat mereka sedang asik berbincang, Khanaya pun datang


"Maaf pak agak lama, lift nya ramai tadi pak" ujar Khanaya Tampa melihat sosok pria lain yang ada di depan Arga


Bayu yang merasa tidak asing dengan suara itu pun menoleh


"Naya...." panggil Bayu dengan nada kaget tapi bahagia


Khanaya pun melihat ke sosok yang memanggil nya "Bayu...." balas Khanaya


"Masyaallah Nay....apa kabar...??" tanya Bayu


Arga yang melihat keakraban merekapun bertanya-tanya

__ADS_1


"mereka saling mengenal...?? bahkan Bayu memanggil dengan panggilan yang terlihat akrab" batin Arga


"Alhamdulillah.... Kamu sendiri?? dan sedang apa disini..??" balas Khanaya


"aku ada meeting di sini, lama ya kita gak jumpa, ada lima tahun kayak nya..." balas Bayu


"belum lima tahun, baru hampir lima tahun..." balas Khanaya


"hmmm..." dehem Arga yang merasa jadi anti nyamuk.


"eh mas sorry mas, saking semangatnya ketemu teman lama,..." balas Bayu


"kalian saling kenal...??" tanya Arga , ada rasa tak nyaman melihat keakraban mereka


"temen sekolah dulu mas, satu organisasi juga, jadi lumayan dekat lah.." balas Bayu


"jadi Naya ini Sekretaris mas Arga..??" tanya Bayu


"seperti yang kamu lihat..." balas Arga


"kabar ayah sama yang lain gimana Nay...??" tanya Bayu


"Alhamdulillah semua sehat, main lah kerumah, teman-teman yang lain pasti juga senang.." jawab Khanaya


"In Syaa Allah nanti kalau pas ada waktu luang pasti aku kabarin.." balas Khanaya


"Maaf pak, bu Jessi barusan share log, kita sepertinya harus segera menuju lokasi.." ujar Khanaya saat membaca pesan yang Baru saja masuk


"ok...coba kamu hubungi pak Gani, kenapa dia belum kembali juga..." balas Arga


"sorry lama kasir antri..." terdengar suara pak Gani yang baru saja berada di dekat mereka


"ok,.mas harus segera menemui klien, kamu atur aja dimana kita ketemu ya..." ujar Arga ke arah Bayu


"siap mas, nanti aku kabarin, aku juga harus segera ke restoran hotel..." balas Bayu sambil merangkul Arga


Bayu menuju restoran yang ada di hotel, sedangkan rombongan Khanaya pun menuju mobil yang sudah di sewa selama mereka di kota S.


Pak Gani langsung membawa mobil sesuai arahan dari aplikasi lokasi yang sudah di kirim oleh Bu Jessi.


Sesampainya di sebuah restoran yang cukup besar, di sebuah private rooms meraka sudah di tunggu oleh Bu Jessi dan pak Wilson.


Kedatangan mereka di sambut dengan sangat baik, meeting juga berjalan dengan lancar, berkat pemahaman dalam menyampaikan materi yang di samping oleh Khanaya, pak Wilson pun langsung menyetujui kerja sama mereka.


"terimakasih kasih untuk kerja sama , malam ini jika tidak keberatan bergabung lah di acara makan malam bersama dengan beberapa kolega kami yang lain" ujar pak Wilson


"nanti kami kabarin bisa atau tidak nya pak. yang pasti terimakasih untuk undangan nya..." balas Arga mereka pun saling berjabat tangan


Saat akan menjabat tangan Khanaya tapi Khanaya malah tidak menyambut nya, Khanaya menangkup ke dua tangan nya di depan dada, membuat pak Wilson mengerutkan kening nya.

__ADS_1


"maaf pak jangan tersinggung, dalam Islam wanita dan laki-laki yang bukan mahram memang tidak di izinkan saling bersentuhan, kecuali mereka telah terikat dalam pernikahan, itu semua bukan karna sekretaris saya tidak menghargai pak Wilson" ujar Arga menjelaskan


"oh ya, saya pernah mendengar hal seperti itu.." balas pak Willson paham.


Khanaya melihat sekilas ke arah Arga, ingin mengucapkan terimakasih karna sudah memahami diri nya, tapi itu hanya di dalam hati.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil untuk kembali ke hotel.


"kamu memang cukup dekat dengan Bayu...??" tanya Arga , dan Pak Gani mengerutkan kening nya, dia kenal dengan Bayu, tapi dia tidak tahu kejadian di lobby hotel.


"kami satu sekolah, dan waktu itu Bayu ketua OSIS, dan saya sekretaris OSIS, jadi kami sering terlibat untuk urusan sekolah..." jawab Khanaya


"sebatas itu saja..?? di luar sekolah...??" tanya Arga lagi


"hmm.. lumayan dekat juga sih pak, kami ada 7 orang teman baik semua..." balas Khanaya


"sebatas teman saja...??" tanya Pak Gani seakan mewakili perasaan Arga


"sebatas teman saja Pak Gani, gak lebih hingga saat ini..." balas Khanaya Tampa sedikit curiga dengan pertanyaan demi pertanyaan dua pria di depannya


"kalau pak Arga dan Bayu...??" tanya Khanaya


"dia anak dari adik mama....alias adik sepupu..." jawab Arga dan Khanaya merespon dengan anggukan-anggukan


"tapi sepertinya Bayu punya rasa lebih ya ke kamu Khanaya...??" tanya Gani, lagi-lagi mewakili pertanyaan Arga


"kalau soal perasaan Bayu saya gak tahu pak Gani, dan itu juga bukan urusan saya, kalau untuk saya pribadi, mereka semua teman baik..." balas Khanaya jujur


Khanaya bukan tidak tahu perasaan Bayu kepadanya di masa dulu, tapi bagi Khanaya Bayu tetap sebatas teman baik, lagi pula mereka sudah cukup lama tidak bertemu, Khanaya rasa perasaan Bayu dulu pun pasti sudah hilang.


mendengar jawaban itu Gani pun memainkan mata nya ke arah Arga.


"siap-siap ditikung..." ujar Pak Gani dengan kode gerak bibir, dan Arga tahu maksud kode itu membuat Arga memberikan tatapan tajam pada nya


sedangkan pak Gani malam tampak bahagia. sedangkan Khanaya rada bingung dengan ekspresi dua pria itu.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2