Tak Berujung

Tak Berujung
Kamulah Wanita Itu


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Arga pun memberikan air mineral yang telah dia buka, Khanaya menerima nya lalu meneguk nya.


‘’apakah pertanyaan saya begitu mengagetkan..??’’ tanya Arga


‘’hmm,,, beberapa hari ini pada membicarakan pernikahan, pasangan, tadi kriteria, dan rada kaget aja pas Pak Arga yang tanya…’’ jawab Khanaya setelah lega


‘’apa saya sekaku itu ya..??’’ tanya Khanaya


‘’maaf pak bukan kaku, tapi pak Arga biasa pembahasan dengan saya gak jauh dari pembahasan pekerjaan, jadi agak kaget aja… dan maaf sebelum nya apa pak Arga sedang mendekati seorang Wanita..?? seperti sedang cari tahu biasanya Wanita itu suka pria yang bagaimana,target menikah umur berapa??? ’’ tanya Khanaya


‘’Iya….’’ Jawab Arga


‘’seharusnya Pak Arga tanyakan saja ke Wanita itu untuk lebih pasti…jadi bisa langsung tahu kan, karna target seseorang menikah itukan berbeda-beda’’ ujar Khanaya


‘’kan ini lagi saya tanyakan ke kamu…’’ balas Arga


Khanaya membulatkan mata nya, berusaha mencerna apa yang Arga ucapkan barusan saja.


‘’maksud pak Arga, saya agak gak mudeng…??’’ tanya Khanaya dengan ekspresi bingung


‘’iya saya sedang bertanya kepada Wanita itu, Wanita yang ada di hadapan saya saat ini..’’ jawab Arga


‘’hmm…pak Arga bercanda, saya pulang aja ya pak, mau bantu ibu masak untuk malam ini..’’ ujar Khanaya sedikit gugup karna tak percaya


‘’Khanaya saya serius dan sangat serius, saya ingin tahu target kamu menikah itu kapan?? Karna saya berniat untuk bisa masuk ke kehidupan kamu lebih dari seorang pimpinan dan sekretaris..’’


Khanaya bingung, dia mencoba mengalihkan pandangan nya ke arah lain, membuang napas panjang berulang kali.


‘’Saya juga sudah izin ke Ayah…’’


Sebuah kalimat yang membuat khanaya menatap intens ke arah Arga.


‘’saya tahu sejauh ini interaksi kita gak jauh dari urusan pekerjaan, saya gak penah membuka suara untuk urusan yang lebih pribadi, karna saya ingin mengenal kamu dari sisi ke profesionalan kamu dulu, dan saya mulai melihat bagaimana interasi kamu dengan teman-teman, rekan kerja, dan juga kekeluarga kamu, ya walaupu belum banyak yang saya tahu..’’


‘’tapi pak….’’


‘’saya gak minta kamu harus jawab sekarang, tapi saya ingin menyampaikan nya, jika saya ingin lebih mengenal kamu, jika memang Allah meridhoi, saya ingin membawa hubungan ini ke jenjang yang halal…’’ ujar Arga


Dia paham Khanaya pasti masih kaget dan juga bingung.


‘’Ayah sudah memberi izin, sekarang keputusan ada di kamu Nay…’’

__ADS_1


‘’ya Allah jawaban apa yang harus hamba berikan, rasa nya takut jika nanti harus Kembali hanya harapan palsu, tapi pak Arga sudah langsung izin ke Ayah… dia menunjukan keseriusan nya’’ batin Khanaya


‘’kasih Naya waktu untuk memikirkan nya, Naya tahu ini baru tahap pengenalan, tapi jujur Naya belum siap untuk membuka hati…’’ jujur Khanaya


‘’belum siap membuka hati?? Apakah Khanaya pernah tersakiti..??’’ tanya Arga tapi hanya di dalam Hati


‘’baik lah, kapan kamu siap untuk memberi jawaban, kamu bisa hubungi saya, tapi saya minta pertanyaan saya ini tidak mempengaruhi pekerjaan kamu..’’ ujar Arga


‘’In syaa Allah pak… jadi udah bisa pulang…??’’ tanya Khanaya


‘’habiskan dulu cake nya, abis ini kita pulang… eh maksud saya , saya antar kamu pulang…’’ jawab Arga


🍃


Selesai sholat magrib Khanaya sibuk mempersiapkan hidangan yang akan menjadi menu makan malam mereka bersama teman dan rekan kerja nya, tak ketinggalan ada Arga juga pasti nya


‘’Nak Arga banyak banget Nay beli camilan nya…?’’ tanya Ibu


‘’menurut Tika nich, kalau pak Arga itu mau, swalayan itu di borong pun dia sanggup Bu..’’ ujar Artika


‘’kamu ini…’’ balas Ibu


‘’tadi udah Naya bilang bu jangan banyak-banyak, tapi pak Arga main masukan aja yang nampak di mata nya, Naya bisa apa coba..’’ ujar Khanaya


‘’sebelum isya yah, nanti paling yang udah sampai sholat di dulu ke masjid…’’ jawab Khanaya


‘’Yah ikut Naya deh sebentar…’’ pinta Khanaya sambil menarik tangan sang Ayah


Artika dan Ibu saling melirik.


Khanaya dan Ayah duduk di teras depan, dan khanaya pun mulai bertanya soal Arga yang izin kepada sang Ayah untuk mengenal nya lebih dekat.


Dan ayah pun membenarkan itu semua, ayah juga telah memberi izin, selama Arga bisa menjaga marwah Khanaya sebagai seorang Wanita Muslimah.


‘’Serius yah…??’’ tanya Ibu dan Artika kompak, yang ternyata mereka sedang menguping


‘’iih ibu sama Tika ngapain…??’’ tanya Khanaya


‘’nguping…’’ jujur Artika


‘’percuma donk Naya ajak ayah menjauh…’’ kesal Khanaya


‘’Nay, ayah sudah memberi izin, dan ayah juga sudah bilang ke Arga kalau keputusan akhir ada di kamu,tapi jika kamu bertanya pendapat ayah.. jika dia sudah berani meminta langsung dengan ayah itu menandakan dia tidak sedang main-main…’’ ujar sang Ayah


‘’Saat ayah bertanya kenapa dia malah bilang ke ayah lebih dulu, di menjawab seorang anak perempuan itu, hak sepenuh nya ada di tangan orang tua nya sebelum dia menikah…’’ tambah Ayah

__ADS_1


‘’kalau menurut ibu sih, apa salah nya saling mengenal dulu, ya jika memang nanti hati merasa yakin maka lanjutkan, tapi jika ragu, maka tinggalkan…’’ ujar Ibu


‘’keragu-ragukan, was-was itu adalah bisikan syaitan, bawa sholat istikharah…’’ tambah Ibu


Saat mereka asik berbincang dua mobil berhenti tepat di depan rumah Khanaya, dan teryata mereka rombongan Riana.


Meraka langsung menghampiri keberadaan Khanaya dan keluarga nya. Mereka mencium tangan ayah dan ibu juga.


‘’kangen…’’ ujar Riana


‘’wah si abang ganteng Bayu akhir nya main juga’’ ujar Artika


‘’tika gimana kabar nya..??’’ tanya Bayu


‘’Alhamdulillah… luar biasa…’’


‘’Ardana mana yah..??’’ tanya bayu


‘’dia lagi di asrama kampus, ada tugas males kata nya kalau harus pulang malam…’’ jawab Ayah


‘’oh ya udah sebentar lagi mau adzan isya, pada ikut ke masjid kan..?’’ tanya Ayah


‘’Ikut dong yah…’’ sahut andi


‘’andi ini yah, walaupun biasanya gak sholat, kalau ke rumah ayah ya pasti dia sholat..’’ ujar Wahyudi


‘’lo kalau mau jujur jangan di depan ayah juga kali…’’ balas Andi


‘’ya udah yang mau ke masjid yuk kita jalan bareng-bareng.


Mereka pun kompak jalan bareng menuju masjid yang kebetulan tidak jauh dari rumah Ayah, jadi mereka cukup dengan berjalan kaki.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2