
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
****************
Sudah hampir dua pekan Arga dan Khanaya menghabiskan waktu di rumah, kondisi kedua nya juga mulai stabil. Rasa sakit di perut Arga pun jauh berkurang. Dan untuk Khanaya sendiri memang tidak di izinkan melakukan pekerjaan rumah.
Sejak resepsi pernikahan ini kali pertama Khanaya kembali ke kantor, jangan di tanya apa mereka menjadi pusat perhatian, karna jawab nya ya sudah pasti.
Tapi Khanaya tetap bersikap santun dan rendah hati.
Menggandeng sang istri di hadapan semua pegawai sedikit membuat Khanaya malu, tapi menolak juga akan percuma kan? siapa yang berani melarang sang suami.
Masuk ke dalam lift VIV menuju ruangan nya, tangan Arga tak sedikitpun melepaskan genggaman nya.
‘’Mas ga enak tahu di lihat staf dan pegawai mas..’’ ujar Khanaya
‘’kan mereka yang gak enak, ya biarin aja..’’ jawab Arga tak peduli
Ting
Pintu lift pun terbuka, di depan meja kerja Khanaya sudah ada Gani yang menunggu.
‘’Bumil yakin mau kerja..??’’ tanya Gani
‘’Kak Ayu aja bisa,kan gak salah jika di coba..’’ jawab Khanaya
‘’lo udah cari sekretaris baru yang bakal bantuin Khanaya.??’’ Tanya Arga
‘’Sudah ada beberapa calon, nanti akan di urus sama Bu Diana..’’ jawab Gani
‘’Atur lah… mana berkas yang di bahas kemarin..’’ pinta Arga sambil masuk ke ruangan nya sedangkan Khanaya duduk di kursi kerja nya.
Di ruangan Arga mereka pun membahas beberapa berkas dan kontrak kerja, sedangkan Khanaya membuka email yang masuk pagi ini.
Sebagimana biasa nya Khanaya menjalankan tugas nya dengan professional, tak ada cacat sedikitpun, dan semua mengakui khanaya, mampu berbaur di semua divisi.
Yang sedikit membuat perbedaan jika biasa nya khanaya makan siang bergabung dengan teman-teman nya, tapi tidak kali ini, dia memilih makan di ruangan sang suami, menghindari bau-bau yang membuat hidung nya tidak nyaman.
Tema-teman nya juga sudah tahu kenapa khanaya tidak ikut bergabung.
‘’enak..??’’ tanya Arga sambil menyuapkan makanan ke mulut Khanaya
‘’enak.. mas pesan dimana..??’’ tanya Khanaya
‘’jangan sampai dibilang anak durhaka ya, masak menu baru warung Ayah dia gak tahu..’’ Jawab Arga
‘’Serius ini menu baru di warung ayah..??’’ tanya Khanaya tak percaya
‘’Iya lah sayang… ini menu baru…Mas sempat beberapa waktu lalu cari referensi bareng ayah…’’
‘’makasih ya mas udah banyak bantu ayah…’’ ujar Khanaya sedikit mellow
‘’ayah, ibu itu kan sudah jadi orang tua mas juga, mama juga ikut promosikan warung ayah ke teman-teman nya, dan kita doakan pembangunan ya cepat selesai, biarpun nama nya warung, tapi berasa di restauran..’’
__ADS_1
‘’oh ya kenapa harus recruit sekretaris baru mas..??’’ tanya Khanaya
‘’kenapa, cemburu ya…??’’ goda Arga sambil menyerahkan bolot jus ke Khanaya
"dikit boleh kan...??" tanya Khanaya
"banyak juga boleh..." balas Arga sambil mengacak jilbab Khanaya
"mas berantakan nich..." protes Khanaya dan Arga malah semakin mengacak jilbab Khanaya
"Mas...."
"mas rekrut sekretaris itu untuk bantuin kamu sayang, mas gak mau kamu kelelahan.."
"terserah mas aja.." pasrah Khanaya
"jangan terserah Donk, mas gak ada niat aneh-aneh ,. mas cuma gak mau kamu stres ngurus pekerjaan dalam Kondisi seperti ini" sambil mengelus perut Khanaya.
"di tambah projek kita lagi banyak" tambah Arga
🍃
Pulang dari kantor mereka langsung bersiap menuju rumah Papa dan Mama Arga, sebelum nya mereka sudah kembali ke apartemen untuk membersihkan diri.
Mobil mereka pun sudah memasuki pekarangan rumah Papa dan Mama.
"Bu, Den Arga dan Non Khanaya udah datang" teriak simbok dari teras saat melihat Mobil Arga memasuki pekarangan rumah.
Sang Mama pun dengan cepat keluar untuk menghampiri mereka.
" Waallaikumusallam..." jawab sang Mama lalu merangkul sang menantu
"cuma Naya aja nih ya di peluk.." sindir Arga dengan nada sok ngambek
"ada yang ngambek Nay..." goda sang Mama , sambil membawa Khanaya masuk tanpa melihat Arga. Dan Arga pasrah hanya bisa memanyunkan bibir nya.
"Papa mana Ma...??" tanya Khanaya
"lagi di taman samping,nyiapin untuk acara kita malam ini.." jawab Mama
Seperti yang sudah mereka diskusikan beberapa hari lalu , mereka ada barbeque an malam ini, dan akan ada tamu jauh yang datang, tapi Mama tidak memberitahu kan mereka.
"Oh ya Nay, kata nya kamu alergi kacang ya??" tanya Mama
"iya Ma..."
"mama ada pesan kue untuk malam ini, bersyukur Arga bilang ke mama,. kalau gak Mama akan pilih toping kacang"
"kalau Mama mau juga gak papa Ma..."
"Jangan sayang, nanti Mama takut aja kamu salah ambil.."
"makasih ya Ma..."
__ADS_1
🍃
Malam yang di tunggu, kedua keluarga sudah berkumpul di taman samping rumah. ada lampu lampu kecil menghiasi, Papa mendekorasi seperti ala cafe.
Mereka nampak asik, Papa dan Papa tak kalah asik dengan obrolan mereka, sedang Arga dan Khanaya sedang membakar sosis.
Arga melingkarkan tangan nya perut Khanaya, bersandar manja.
"mas, susah nich..." protes Khanaya
"ngantuk... pengen tidur bersandar di pundak istri boleh kan" ujar Arga dengan manja
Momen yang membuat para orang tua memutar memori masa muda, ala pengantin baru.
"mas malu di lihat yang lain..."
"Biar aja..."
"huaaa..... jangan buat jiwa jomblo menjerit kenapa..??" protes Artika dan itu membuat semua terkekeh
"buruan lulus, trus cari jodoh" bukan Arga atau Khanaya yang menjawab, tapi Ardana
"sesama jomblo itu seharusnya satu frekuensi Adan...." balas Artika
"enakan makan sosis bakar...." balas Ardana, dia memang sosok cowok yang begitu cuek, tapi sayang keluarga pastinya
Arga dan Khanaya kini sudah duduk di atas tikar yang terbentang, gantian Ardana dan Artika yang bertugas membakar.
"kita belum sempat honeymoon kan..??" tanya Arga sambil merebahkan kepala nya di paha Khanaya
"mau kemana mas?? kita udah lama loh ninggalin kantor..."
"ya ga sekarang sayang,nanti kalau kandungan kamu sudah lebih aman di bawa perjalanan jauh" balas Arga
"Naya ngikut aja, oh ya rencana kita umroh jadi mas...??" tanya Khanaya
"In Syaa Allah jadi,itu akan jadi tempat honeymoon kita yang pertama, tapi setelah kondisi kamu Bener-bener kuat.." balas Arga
Menikmati sosis dan daging bakar di temani sinar rembulan, membuat suasana menjadi semakin romantis, semua ikut bahagia, sosok pria yang tak asing untuk mereka pun ikut menyunggingkan senyuman melihat kebersamaan mereka.
"Aku bahagia Nay melihat kamu begitu bahagia, semoga akan tiba waktunya nanti aku pun bisa merasakan kebahagiaan itu" batin nya
🍃🍃🍃🍃
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
...
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran