Tak Berujung

Tak Berujung
Sisa Rasa


__ADS_3

Menghabiskan waktu bersama para sahabat adalah hal yang sangat membahagiakan, membuat lupa walau sejenak dengan tugas-tugas yang membuat otak terasa penuh bahkan mau meledak.


Khanaya sudah berada di rumah, membuka lembar demi lembar buku, bukan buku pelajaran, hanya buku komik, sebagai hiburan sesaat.


Tiba-tiba Khanaya teringan dengan Rafa, dengan pemintaan-permintaan Rafa sebelum berangkat Kuliah ke kota M.


Akan selalu menghubungi nya, akan berkunjung saat kembali, tapi tadi saat mereka sedang di Ulu Kasok, Riana sempat bilang, beberapa hari lalu Rafa pulang, riana juga bertanya apakah Rafa berkunjung atau sekedar menghubungi nya.


Tapi itu sama sekali tidak terjadi, sejak Rafa pergi, mereka tidak ada berkomunikasi, paling hanya sekedar berkomentar di akun social media.


Bahkan Rafa juga tidak ada berkunjung ke rumah, kecewa??


Jika ditanya apakah Khanaya kecewa, tapi apa dia punya hak untuk kecewa…??


Pertanyaan demi pertanyaan, sesaat ada sesal, kembali menaruh harapan, tapi lagi-lagi di sia-sia kan.


Waktu terus berlalu, seakan berjalan begitu cepat, Khanaya dan teman-teman sudah melewati semester pertama, hasil ujian membuat nya tersenyum, mampu meraih nilai terbaik.


Tapi tidak dengan hubungan nya dengan Rafa.


Sore ini Khanaya sedang di rumah Riana, sekedar berkunjung.


‘’Nay,,, kak Rafa gimana…???’’ tanya Riana sambil membawa jus jeruk dan keripik pisang


‘’kenapa sama kak Rafa?? Terus kok tanya ke Naya..??’’ tanya Khanaya balik


‘’dia bener-bener gak ngehubungi kamu Nay..??’’ tanya Riana lagi dan Khanaya menggeleng di selingi tawa kecil


‘’Jujur ya, aku tuh udah dari kecil kenal sama kak Rafa, aku sayang sama dia, dia udah aku anggap kakak laki-laki ku, tapi aku juga gak terima jika dia ngecewain sahabatku..’’ ujar Riana dengan geram


‘’gak usah di bahas, toh kami gak ada ikatan apa-apa kan..?? soal janji atau permintaan dia sebelum dia pergi ya gak perlu di permasalahkan..’’ balas Khanaya


‘’tapi Nay…’’


‘’Na… jujur aku kecewa, tapi itu membuat aku berulang kali sadar, berharap pada manusia itu akan lebih sering kecewa, dan aku udah dua kali merasakan kekecewaan itu, jadi sudah cukup… focus ke diri sendiri, focus ke masa depan…’’ balas Khanaya dengan senyum mengembang


Begitulah manusia, Allah sudah sering mencolek nya, sudah sering menegurnya, bahkan sesekali dibentak, namun tak sadar, masih suka mengulang kesalahan


Sejak melihat postingan Rafa dengan seorang Wanita cantik itu membuat nya semakin yakin untuk menyudahi semua harapan itu.


‘’kayak nya kak Rafa lagi dekat sama teman kuliah nya…’’ ujar Riana


‘’aku tahu kok… ya udah itu kan hak dia..’’ balas Khanaya berusaha santai


Riana memeluk Khanaya, ada rasa bersalah selama ini ikut andil membuat nya dekat dengan Rafa.


‘’masih ada Bayu..’’ ujar Riana tiba-tiba sambil melepas pelukannya


‘’Kenapa sama Bayu..???’’ tanya Khanaya

__ADS_1


‘’iih,,pura-pura bodoh dech…’’ kesal Riana


‘’emang aku gak tahu, emang Bayu kenapa..??’’ tanya Khanaya memastikan


‘’pikir sendiri aja..’’ balas Riana kesal


"Na.. Aku tahu Bayu baik, dia baik sama kita semua.. tapi aku udah pernah salah mengartikan kebaikan dan perhatian seseorang, jadi udah cukup, gak lagi, cukup.. jika pun ada yang serius, nanti ada masa nya" ujar Khanaya


"fokus dulu ke pendidikan kita, lagi pula ayah juga gak kasih izin anak-anak terlibat asmara saat masih sekolah, Ayah pasti punya Allah melarang kami dari itu semua" tambah Khanaya


…..


Bada Ashar Khanaya sudah kembali dari rumah. Duduk di depan televisi bersama kedua adik nya, tiba-tiba handphone nya berdering


-Kak Rafa-


Itulah nama yang terlihat di layar handphone nya, Bahagia boleh lah ya, tapi ada rasa ragu untuk menjawab nya. Panggilan pertama tidak Khanaya angkat, ada rasa sesal


Enam bulan Rafa tidak ada kabar, bahkan beberpa kali pulang Rafa tidak ada berkunjung, bolehkah dia marah dan kecewa??


Panggilan ke dua masuk, Sempat berpikir sesaat namun dia putuskan untuk menjawab nya.


‘’Assalamuallaikum Nay..’’ Salam Rafa


‘’Waalaikumussalam kak..’’ balas Khanaya


‘’Gimana Kabar Nay dan keluarga… lagi sibuk..??’’ tanya Rafa


‘’hehehe..iya tiba-tiba kepikiran kamu aja.. lama ya gak ada hubungi kamu Nay..’’


‘’maklum kok, kuliah pasti lebih sibuk kan…?? lagian Nay juga mulai sibuk persiapan ujian akhir’’


‘’Lumayan lah, dan sering kelapangan juga, oh ya kamu lihat postingan kak Rafa yang sama..’’ ujar Rafa ragu


‘’yang sama cewek…??’’ Khanaya yang meneruskan


‘’hehehe..iya..’’ balas Rafa


"Teman, sahabat, atau lebih kak....??" tanya Khanaya, lagi-lagi berusaha santai


Sebenarnya bukanlah sikap Khanaya yang suka ingin tahu urusan pribadi seseorang, tapi mengingat kata Rafa yang pernah dia ucapkan dulu.


‘’kakak ingin memenuhi harapan orang tua kita Nay..’’ ujar Rafa dulu saat malam perpisahan di kediaman rumah Rafa


"hmmm...proses..." balas Rafa


"Naya doain lancar semua nya, baik urusan kuliah maupun dengan dia.." balas Khanaya


Kecewa sudah pasti, tapi apa hak nya,.bahkan ucapan Rafa dulu sepertinya hanya sebatas angin lalu bagi Rafa.

__ADS_1


"Dia anak dari kota tempat kita tinggal juga loh Nay..." ujar Rafa penuh semangat


"jodoh kan memang gak tahu kak bakal ketemu nya dimana, saat di sini kak Rafa gak pernah ketemu, Allah pertemuan di sana" Balas khanaya dengan tenang


"iya kan Nay, oh soal kata-kata kak Rafa waktu itu..."


"kata-kata yang mana??" tanya Khanaya pura-pura tidak paham


"harapan orang tua kita..." ujar Rafa ragu


"santai aja kak, Nay gak ambil pusing kok, seperti kata ayah, kita masih terlalu muda kan, kita gak pernah tahu apa yang terjadi di depan.. lagi pula Naya mau fokus ke urusan pendidikan.." balas Khanaya


Perbincangan yang cukup menguji kesabaran, tapi dengan adanya semua ini, Khanaya bersyukur.


Ini yang terbaik.. batin nya


"Mengapa masih ada


Sisa rasa di dada


Di saat kau pergi begitu saja?


Mampukah ku bertahan


Tanpa hadirmu, sayang?


Tuhan, sampaikan rindu untuknya"


Sebuh lirik lagu yang tak asing di nyanyikan oleh Artika.. membuat Khanaya menimpuk Artika dengan bantal sofa


"Kak, jujur ya itu lirik lagu indah banget, tapi kalau kakak yang nyanyi, burung pun pingsan" ledek Ardana dan itu membuat Khanaya terkekeh dan Artika merengut


"eh..eh...eh.. kenapa malah nyanyi, udah adzan tuch..." ujar Ibu


"ada yang lagi patah hati Bu..." teriak Artika sambil berlari untuk mengambil wudhu


"awas ya dek..." kejar Khanaya


🍃🍃🍃🍃


Jazaakumullah khairon untuk doa dari semua nya, Alhamdulillah tangan mulai membaik, tapi belum sepenuhnya, masih harus di batasi aktifitas, jika di paksa tangan akan seperti kram.


Lanjut…???


Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Jazaakumullah khairon 🥰


Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya.. Aamiin

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2