
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Dua hari berlalu,rumah Khanaya sudah di hadir beberapa sanak saudara terdekat, seperti yang sudah Arga beritahukan ke Ayah Khanaya, malam ini Arga ingin melamar Khanaya secara resmi.
"Cantik banget anak Ibu..." puji Ibu
"cie yang mau di lamar, udah nyiapin jawaban belum..??" tanya Artika
"oh ya Bu apa acara lamaran jika sudah di bicarakan seperti ini apa itu berarti harus di terima..??" tanya Artika
"biasa sih jika sudah seperti ini udah pasti ada nya kesepakatan, ini hanya untuk lebih resmi saja, ada saksi yang menyaksikan, tapi hasil akhir tetap di pihak perempuan..." jawab Ibu
"berarti teh Naya masih boleh menolak..??" tanya Artika
"Masih,. teh Naya juga berhak mengajukan sebuah syarat , tapi sebaiknya syarat yang di ajukan tidak lah memberatkan sang calon " Jawab Ibu
"teteh yang di lamar kenapa kamu yang kepo sih dek....." ujar Khanaya
"ye... sekedar pengen tahu aja... boleh kan Bu...??"
"boleh...." balas Ibu
Keluarga Arga sudah memasuki kawasan rumah Khanaya, ada tiga mobil yang datang , yang pasti Pak Gani tak ketinggalan ada di dalam rombongan.
Kedatangan keluarga Arga langsung di sambut ramah oleh keluarga Khanaya, mereka langsung di bawa ke ruang tamu yang sudah di rubah menjadi lesehan, mereka semua duduk di atas karpet.
"Tempat nya seadanya pak, Bu..." ujar Ayah
"pak, dimana saja sama, rumah kita itu istana kita, jangan terlalu merendah..." balas Papa Arga ramah
Mereka pun duduk melingkar, Khanaya juga sudah ikut bergabung. Mata Arga tak bisa berpaling dari Khanaya, mungkin jika biasanya khanaya yang bermake-up natural, saat di beri sentuhan make-up yang lebih membuat semua pangling.
"awas tu mata nanti gak bisa kedip lagi loh..." ledek Gani dan itu membuat yang ada di ruangan itu tertawa
Sebelum acara inti dimulai, mereka membukanya dengan doa, lalu Papa Arga pun mulai menyampaikan niatan dari kedatangan nya.
"Bagaimana nak Khanaya..?? apakah niat kedatangan kami untuk mengkhitbah nak Khanaya untuk putra kami diterima..??" tanya Papa Arga
Arga berulang kali membuang napas panjang, jangan di tanya bagaimana groginya dia, sekalipun sebenarnya dia sudah mendapatkan lampu hijau dari Khanaya, tetap saja dia belum menyampaikan niat nya secara resmi, dan ada syarat yang sempat Khanaya ajukan.
Beberapa hari lalu saat Khanaya di antar pulang, ada enam.pertanyaan yang Khanaya ajukan, dan jawaban Khanaya tergantung pada jawaban Arga.
" Bismillahirrahmanirrahim... Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... sebelum Naya menjawab , sebelumnya Naya ada mengajukan pertanyaan ke..." Khanaya sempat berhenti sejenak
"Ke Mas Arga..." lanjut Khanaya
__ADS_1
Semua yang ada di ruangan itu saling melihat satu dan lainya
"pertanyaan apa itu Nak Naya...??" tanya papa Arga
"dan Arga, apa kamu sudah punya jawaban dari pertanyaan itu..?? tambah Papa Arga
"Ada enam pertanyaan yang Naya ajukan.." ujar Khanaya
"pertama , Satu Tuhan Tiada Dua nya"
"kedua , Lima tiada enamnya"
"ketiga , Bernapas tapi tidak bernyawa"
"keempat, Sesuatu yang diciptakan tanpa Ayah dan Ibu"
"kelima, Apa yang dimaksud kuburan berjalan?"
"keenam, Berdiri Kokoh tapi tidak bertiang"
Khanaya mengulang pertanyaan nya kembali, semua terbengong mendengar pertanyaan Khanaya
"pertanyaan apa itu?? yang di tanya bukan pekerjaan atau lain nya.." ujar salah satu tetangga yang menghadiri
Arga pun mulai membuka suara, menceritakan bahwa Khanaya memang mengajukan enam pertanyaan itu.
"mungkin orang akan menganggap aneh, kenapa yang di tanya bukan harta atau sejenisnya, tapi sebuah pertanyaan yang cukup langka.." lanjut Arga
"apa kamu sudah punya jawaban Ga..??" tanya Mama, ada rasa Khawatir bagaimana jika Arga tidak bisa menjawabnya
"Bismillah....Saya sudah punya jawaban dari pertanyaan kamu Nay,.dan semoga jawaban ini sesuai dengan yang kamu harapkan kan..." ujar Arga sambil melihat ke arah Khanaya.
Khanaya mengukir sebuah senyuman, seakan memberikan isyarat untuk Arga , bahwa dia percaya Arga mampu menjawab pertanyaannya
"pertama , Satu Tuhan Tiada Dua nya, itu adalah Allah.."
"kedua , Lima tiada enamnya, itu Adalah Sholat lima waktu"
"ketiga , Bernapas tapi tidak bernyawa, itu adalah Subuh... adapun yang Bernapas tapi tidak ada ruh atau bernyawa adalah waktu subuh "
"Allah SWT berfirman : "Dan waktu subuh apabila Fajarnya mulai menyingsing"(At-Takwir :18)
"Tersibak cahaya sedikit demi sedikit layaknya orang bernapas, dan dimana waktu Subuh itu memiliki keutamaan yang sangat besar di banding waktu lain nya"
Senyum mengukir indah di bibir Khanaya mendengar jawaban Arga
"keempat, Sesuatu yang diciptakan tanpa Ayah dan Ibu , adalah Nabi Adam A.S , Malaikat , Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim"
__ADS_1
"kelima, Apa yang dimaksud kuburan berjalan?, jawaban adalah
Ikan yang menelan Nabi Yunus
A.S"
"keenam, Berdiri Kokoh tapi tidak bertiang, itu adalah Langit"
Semua yang mendengar Jawab Arga kini fokus melihat ke Arga,.mata Arga tak lepas dari Menatap Khanaya.
"Masyaallah...." ujar ustadz yang sengaja ayah undangan
"mendengar perkataan dari nak Khanaya membuat hati saya bergetar, benar kata nak Arga, ini sebuah pertanyaan yang begitu asing di dengar, tapi bermakna dan kita belajar banyak dari pertanyaan ini" tambah pak Ustadz
"Bagaimana nak Khanaya jawab dari Nak Arga..??" tanya Pak Ustadz
Khanaya menganggukan kepala.
"seperti yang sudah Naya utarakan beberapa waktu lalu, jawab Khanaya tergantung pada jawaban mas Arga, dan mas Arga mampu menjawab nya dengan baik dan sempurna" ujar Khanaya sambil melihat ke Arga namun sekilas
"itu artinya Khitbah Arga resmi di Terima...??" tanya papa Arga
Khanaya menjawab dengan anggukan
Semua yang ada di ruangan itu pun mengucapkan hamdalah
"Alhamdulillah......"
ibu dan Ayah merangkul Khanaya bersamaan. begitu pula dengan orang tua Arga yang juga merangkul Arga
Doa dan Impian Mama Arga terkabulkan, bahkan Mama Arga semakin bangga dengan keputusan Khanaya yang memberikan Arga pertanyaan seperti itu.
Bukan Mahar atau mas kawin yang di tanya, tapi sebuah pertanyaan yang mengajarkan hal besar, untuk Arga pribadi dan juga untuk yang mendengar nya.
Salah satu kriteria memilih pasangan adalah dia yang mau belajar, terutama belajar lebih dekat dengan sang maha pencipta.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran