
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Cinta pada pandangan pertama, rasa nya itu tak berlaku untuk seorang pria yang cukup di kenal dengan ketegasannya,. kewibawaan nya, jika soal tampan, setiap orang punya karakteristik tersendiri dalam hal cantik atau tampan.
Muhammad Arga Anshar dibalik sikap yang terkenal tegas, dia adalah sosok pria yang cukup baik, sangat menyayangi sang mama, cukup paham akan nilai agama, jika soal iman , hanya Allah yang tahu.
Mata indah yang memancarkan keteduhan itulah yang Arga lihat dari seorang Khanaya.
Khanaya dengan cepat mengalihkan pandangannya.
"Pak Gani saya permisi..." pamit Khanaya sambil bangkit dari posisi duduk nya
"Saya permisi pak Arga.." ujar Khanaya saat berpapasan dengan Arga dan Arga menjawabnya dengan anggukan kepala.
"ngapain kalian berduaan..??" tanya Arga
"cemburu Bos..??" tanya Pak Gani
"ngarang..." balas Arga
"lagian pertanyaan Lo itu aneh, ini masih area kantor dan juga jam kerja kantor, gue juga gak mungkin lah macam-macam, gue udah punya istri dan anak..." balas Pak Gani
"Lo itu udah kayak adek gue, gue itu lagi cari tahu soal dia, masih jomblo" tambah Gani
"gak udah di ulang, gue juga denger..." balas Arga dan Gani malah terkekeh
"Persiapan dinas kita udah siap, Khanaya juga udah mempersiapkan semua nya.. kita tinggal boking hotel aja.." ujar Gani sedikit mengulas pembahasan nya tadi dengan Khanaya
Arga menganggukkan kepalanya paham.
🍃
Hari keberangkatan Khanaya , Arga dan Gani untuk ke kota S pun tiba.
Khanaya pun sudah mendapatkan izin dari Ayah dan ibu, mereka percaya anak perempuan nya ini bisa jaga diri.
Jika selama empat tahun saja Khanaya bisa menjaga diri, ini hanya tiga hari, Khanaya pasti bisa.
"kecil banget koper nya Bu Khanaya, dulu Bu Ayu kalau udah dinas luar kota, pakaian dia udah kayak mau liburan satu bulan.." ujar Pak Gani sambil memasukkan koper Khanaya ke dalam bagasi mobil.
Mereka akan menuju bandara pagi ini juga, keberangkatan jam 10 pagi.
Khanaya di antar oleh ayah menuju kantor nya.
__ADS_1
"Yah, Naya pamit ya.." pamit Khanaya sambil mencium takzim tangan ayah
"iya, kamu hati-hati, kabarin ayah kalau sudah sampai..." balas Ayah
dan Khanaya membalas dengan anggukan, Khanaya pun masuk ke dalam mobil, Gani mengangguk kepala sebagai tanda hormat dan ayah membalas dengan anggukan pula.
"Bu Khanaya kita ke apartemen Pak Arga dulu untuk menjemput beliau, kebetulan satu arah "baik pak.."
Tak butuh waktu lama merekapun sudah memasuki kawasan apartemen Arga.
Pak Gani pun sudah menghubungi Arga agar segera keluar, tepat Mobil berhenti di depan apartemen, Arga pun keluar.
Pintu kaca mobil pun terbuka.
"Lo naik belakang..." titah Pak Gani dan itu cukup membuat Arga kaget, ternyata Khanaya duduk di kursi depan.
Mau tak mau Arga pun menurut.
"oh ya Khanaya, Saya panggil Khanaya saja ya, kan kita lagi gak di lingkungan kantor" ujar Pak Gani setelah Arga masuk ke dalam mobil dan mulai mengendari mobil nya
"silahkan pak..." balas Khanaya
"jangan heran ya kalau saya dan bos kamu ini di luar cara bicara nya berbeda, kami ini udah kaya adek kakak.." ujar Pak Gani
"oh ya Pak, pantas terlihat sangat akrab.." balas Khanaya
"saya lihat kamu sangat dekat dengan ayah ya... beliau sampai mengantarkan putri nya ke kantor, bahkan menunggu sampai kita berangkat" ujar Pak Gani dan sekilas melihat Arga dari kaca spion membuat Arga mengerutkan kening nya
"Ya pak, kami tiga bersaudara cukup dekat dengan Ayah dan juga Ibu" balas Khanaya
"tapi bisa diizinkan kuliah jauh dari kota B loh..." ujar Pak Gani lagi
"Alhamdulillah , diberikan kepercayaan penuh" balas Khanaya lagi
"nih orang kayak lagi ngetes gue mau nunjukin dia lebih tahu banyak soal Khanaya ya..." batin Arga dengan sedikit kesal
obrolan mereka terhenti karna sudah sampai di bandara, mereka pun keluar dari mobil, dan mereka juga menarik koper mereka masing-masing untuk segera check in.
Saat di dalam pesawat entah kebetulan atau di sengaja, tapi Khanaya dan Arga duduk berdampingan, soal itu hanya pak Gani lah yang tahu, karna dia lah yang mengatur semua nya.
Khanaya tak banyak bicara, dia langsung duduk di kursi nya, memasang sabuk pengaman, memasang mode pesawat terbang.
Khanaya memasang headset di handphone, memutar salah satu tilawah seorang qori yang cukup ternama, Muzzamil Hasballah.
Suara tilawahnya tak di ragukan.
__ADS_1
membuat Arga menyunggingkan senyuman saat melihat nya.
Pesawat pun take off.
Khanaya dan Arga tak banyak bicara, jikapun ada yang Arga tanyakan seputar agenda mereka, dan saat membahas pekerjaan Khanaya pun mempause kan tilawah yang dia putar.
"kamu sudah hubungi sekretaris pak Wilson, bahwa kita siang ini sampai..??" tanya Arga
"sudah pak, info selanjutnya Bu Jessi sekretaris pak Wilson akan menginfokan.." jawab Khanaya
"oh ya kenapa milih mendengar tilawah, kenapa gak dengerin lagu..??" tanya Arga
"lebih menenangkan, jika memang tidak bisa membacanya secara langsung, setidaknya kita mendengar kan nya saja sudah mendapatkan pahala, jika mendengar musik mungkin sebagian orang itu lebih nyaman, tapi tidak ada manfaat nya, tapi itu untuk saya sih pak, kan setiap orang punya cara pandang tersendiri" balas Khanaya
"saya ada Al-Qur'an kecil jika kamu mau membacanya langsung.." ujar Arga sambil mengeluarkan Al-Qur'an kecil miliknya
"Masyaallah, terimakasih pak , Alhamdulillah saya juga bawa pak, tapi untuk saat ini lebih nyaman seperti ini..." balas Khanaya yang juga ikut mengeluarkan Al-Qur'an kecil milik nya
dan itu membuat mereka tertawa singkat.
"Masyaallah.. niat ku hanya mengujinya apakah dia mau membaca nya, teryata dia juga selalu membawa Al-Qur'an di dalam tas nya" batin Arga
"Masyaallah.. gak nyangka pak Arga menyimpan Al-Qur'an di tas nya" batin Khanaya
tak berselang lama pesawat pun landing dengan selamat dan tak ada kendala apapun.
"kamu langsung ke depan saja, koper kamu biar saya yang ambilkan..." ujar Arga dan itu membuat Pak Gani tersenyum sumringah mendengar nya
"hmm... gak papa pak, biar saya saja..." balas Khanaya
"manut saja, kamu aktifitas handphone dan tablet, cek jika ada info dari Bu Jessi" ujar pak Gani
mau tak mau Khanaya pun menurut, dia mencari tempat duduk untuk mengaktifkan handphone dan juga tablet nya, mengecek jika ada email atau info terbaru dari Bu Jessi.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran