Tak Berujung

Tak Berujung
Belajar di layani sama istri


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


"Maaf tadi saya sudah menarik lengan kamu tampa izin..." Ujar Arga saat Khanaya sudah berada di depan pintu kamar nya sedangkan Pak Gani sedang di bawah memesan kopi untuk dirinya dan Arga


Khanaya membalik tubuh nya, kini mereka saling berhadapan, tapi tetap berjarak


"Jujur saya kaget, tapi saya yakin pak Arga tidak ada niat buruk, malah saya sangat berterima kasih karna pak Arga sudah melindungi saya saat di acara tadi.." balas Khanaya


"sudah kewajiban saya..." ingin meneruskan kata-katanya tapi di urungkan nya


"bagaimana mungkin saya membiarkan kami di lecehkan, bahkan jika wanita lain saja pasti akan saya lindungi, apalagi kamu..." sayang kata-kata itu hanya Arga ucapan dalam hati


"sudah malam, sebaiknya kamu istirahat, besok kita akan kembali menemui pak Wilson sebelum kembali.." tambah Arga


"baik pak,. sekali lagi terimakasih..." balas Khanaya


entah kenapa seakan banyak yang ingin dia ucapkan, tapi Khanaya sulit untuk mengutarakan nya.


merekapun masuk ke kamar masing-masing, dengan pikiran mereka masing-masing pula.


Mereka sama-sama berdiri tepat di jendela kaca hotel yang memperlihatkan pemandangan kota.


"kenapa hati ini panas saat melihatnya di perlakukan seperti itu?? ingin rasa nya bibir ini berucap dia adalah Wanitaku, tapi aku mampu menahannya tadi, jika sampai kata-kata itu terucap, apa pikiran Khanaya terhadap Ku...?? haaahh...." pikir Arga sambil mengacak rambutnya mengingat kejadian tadi.


Tidak berbeda dengan Khanaya yang saat ini pikiran nya juga entah kemana.


Sebuh pertanyaan besar seorang Arga melindungi nya sampai seperti itu, bahkan bisa merusak image nya di depan rekan bisnisnya hanya untuk seorang sekretaris.


Di kamar Arga dimana Pak Gani baru saja masuk.


"kopi...." ujar Pak Gani sambil meletakkan kopi di atas meja


" Lo udah hubungi pak Wilson..??" tanya Arga


"kenapa Lo khawatir projek kita di batalkan..??" tanya Pak Gani balik


"gue lebih baik kehilangan projek, ketimbang melihat seorang wanita akan dilecehkan" balas Arga


"Bukan karna dia Khanaya...??" tanya Pak Gani


"Lo lupa bang, gue gak pernah ngajak Ayu ke acara seperti ini karna gue tahu acara seperti ini banyak karakter orang yang gak bisa di tebak... dan apa yang terjadi saat pertama kali gue pergi membawa wanita, dia hampir dilecehkan" geram Arga


"Pak Wilson memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan yang tadi mau melecehkan Khanaya.. dia malah salut dengan cara Lo... " ujar Gani


"Sebenarnya soal minuman tadi itu ulah gue, tapi soal yang mabok tadi gue gak tahu sama sekali..." jujur pak Gani


"Gila ya Lo bang..." berang Arga


"santai Ga.. gue cuma pengen lihat gimana perhatian Lo sama Khanaya..."

__ADS_1


"ya gak gitu bang, Lo main benda haram yang jelas itu gak akan di Sentuh Khanaya...."


"lagian gue yakin Lo gak bakal lah biarin itu terjadi...udah lah minim kopi nya, atau langsung tidur, besok kita singgah sebentar ke kantor pak Wilson lanjut ke bandara..."


🍃


Seperti yang di agendakan, pagi ini sebelum kembali ke kota B mereka akan ke kantor pak Wilson.


Pak Wilson menyambut dengan ramah bahkan pak Wilson meminta maaf untuk kejadian tadi malam.


Kini mereka sudah kembali berada di pesawat, lagi dan lagi mereka duduk bersebelahan.


entah kenapa ada rasa canggung untuk kedua insan ini, Khanaya lebih sering melihat ke luar jendela. menikmati keagungan ciptaan Allah..


begitu indah, awan yang bergantian melewati kaca nya, jika saja bisa ingin dia raih.


Sebuah senyuman indah terukir, Khanaya tidak tahu sepasang mata sedang melihat senyuman itu, mata Arga.


"jika boleh aku meminta, aku ingin perjalanan ini tak cepat berakhir.." batin Arga


Namun sayang, pramugari sudah meminta untuk para penumpang bersiap kembali duduk dengan posisi kursi yang tegak lurus, karna pesawat akan segera landing.


"kamu tunggu di depan saja, koper biar saya yang ambil..." ujar Arga


Khanaya menjawab dengan anggukan.


Setelah bawaan semua sudah terbawa, merekapun menuju mobil yang sudah Pak Gani parkiran, karna saat mereka mendarat pak Gani langsung menujuk tempat penitipan kendaraan, sedangkan Arga bertugas mengambil koper mereka bertiga.


"saya turun di kantor saja pak, nanti bisa pesan taxi online..." jawab Khanaya


"langsung antar kerumah saja..." ujar Arga


Pak Gani seakan paham dengan maksud perkataan Arga.


"Setuju biar kita antar saja..." balas pak Gani


"terserah bapak berdua saja jika tidak merepotkan.." balas Khanaya


"ternyata Bayu tadi pagi nge chat gue, gak kebaca pula..." guman Arga saat mengecek beberapa chat masuk yang gak terbaca oleh nya tadi


"yah,telat kita udah balik, suruh dia ngabarin kalau balik ke sini..." balas Pak Gani


Tak lama kemudian mereka sudah memasuki kawasan perumahan Khanaya sesuai instruksi dari Khanaya pastinya.


"itu pak rumah cat hijau..." tunjuk Khanaya


Bersama saat mobil sampai di depan rumah, ayah dan ibu juga akan keluar.


Khanaya bergegas keluar.


"Yah,. itu Naya udah pulang..." tunjuk ibu

__ADS_1


Khanaya pun menghampiri Ayah dan ibu, mencium takzim tangan keduanya


"baru mau ayah jemput bareng ibu..." ujar Ayah


"tadi nya mau turun di kantor, tapi pimpinan perusahaan mau ngantar langsung, Naya gak bisa nolak..." jawab Khanaya dengan senyum manis nya


Saat Khanaya sedang berbincang dengan ayah dan ibu, Arga menghampiri mereka sembari menarik koper Khanaya disusul oleh pak Gani juga


"Masyaallah pak,.maaf jadi bapak yang mengeluarkan koper saya..." ujar Khanaya sambil meraih koper yang Arga berikan


"bukan hal besar, santai saja..." Balas Arga


"Yah,. kenalin ini pak Arga pimpinan perusahaan dan ini pak Gani Aspri dari pak Arga..." ujar Khanaya memperkenalkan dua pria itu


Mereka pun menjabat tangan ayah memperkenalkan diri.


"Jadi ngerepotin harus antar Naya sampai rumah..." ujar Ayah


"masuk dulu, udah jam makan siang..." ujar Ibu menawarkan untuk mereka mampir


"gak perlu Bu, jadi merepotkan..." balas Arga


"gak ada yang direpotkan.. Ayuk masuk dulu..." ujar Ayah sambil merangkul Arga dan pak Gani bersamaan


"anggap saja sebagai ucapan terimakasih kami..." tambah Ayah


"wah rezeki nomplok ni Ga...gak boleh di tolak.." ujar Pak Gani


merekapun langsung menuju meja makan... Ibu dan Khanaya pun menuju dapur menyiapkan menu makan siang yang sudah ibu masak.


"jangan terlalu formal, disini itu udah biasa kedatangan tamu, dulu masa Naya sekolah teman-teman nya sering ke sini... panggil mereka pun sama seperti Khanaya, semua manggil nya ayah..." ujar Ayah


"wah ramai berati ya pak..??' tanya Gani


"lumayan.. kalau udah pada kumpul, kalau sekarang udah jarang, sibuk sama pekerjaan masing-masing..."


Khanaya dan Ibu datang membawa piring dan juga sup yang ibu masak tadi.


"anggap aja belajar di layani sama istri..." bisik Pak Gani


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2