Tak Berujung

Tak Berujung
Kemarahan Arga


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Dua pasangan halal itu nampak sangat menikmati waktu mereka, bukan pasangan di mabuk cinta, soal nya mabuk itu gak boleh ya, nanti bisa gak sadar diri.


Mereka baru pasangan yang menuju untuk saling mencintai, di dalam ikatan yang In Syaa Allah di ridhoi.


"Saya ke toilet sebentar ya..." ujar Arga dan Khanaya menganggukan kepalanya.


Arga melangkah kaki nya menuju toilet, dan beberapa menit kemudian ada seorang lelaki yang menuju meja Khanaya.


Khanaya masih nampak santai dengan benda pipih nya, dengan minuman nya juga.


Lelaki itu tiba-tiba duduk dimana itu menjadi tempat duduk Arga beberapa menit lalu.


"mas kok cepat banget...??" tanya Khanaya masih sambil melihat handphone nya, tidak ada jawaban, dan itu membuat Khanaya melihat ke arah lelaki itu.


Mata Khanaya membulat sempurna melihat sosok lelaki yang duduk di kursi sang suami.


"Kak Rafa..?? ngapain disini..??" tanya Khanaya, Rafa hanya diam, tak memberikan jawaban, dan itu membuat Khanaya memiliki beranjak dari duduk nya, meraih paper bag nya, lalu bergegas untuk beranjak


"gak adakan waktu untuk kita bisa saling ngobrol...??" tanya Rafa


Khanaya pun melihat ke arah Rafa dan menunda untuk pergi, tapi dengan posisi yang sudah berdiri


"maaf kak, suami Naya lagi gak ada, Naya gak mau ada Fitnah..." balas Khanaya


"semudah itu kah Nay... kamu memutuskan untuk menikah, tanpa mempertimbangkan kesempatan untuk kak Rafa memperbaiki nya..??" tanya Rafa, kali ini mereka sama-sama berdiri


"kesempatan apa yang kak Rafa maksud?? kak Rafa jangan bertingkah seakan kak Rafa korban disini..." geram Khanaya, Khanaya berasa geram dengan tingkah Rafa.


"Nay.. kak Rafa yang lebih dulu mengenal kamu Nay... bukan pria itu.."


"pria itu punya nama, nama nya Muhammad Arga Anshar, dia adalah suami Naya.. tolong kak jangan bicara yang aneh-aneh.. masalah dengan siapa Naya menikah itu urusan Naya, gak ada hubungannya dengan kak Rafa"


"kenapa harus nikah siri..?? apa yang sudah kalian perbuat...??" tanya Rafa


Pertanyaan Rafa membuat Khanaya ingin rasa nya meninju mulut Rafa, Khanaya hanya bisa mengepalkan tangannya, bagaimana mungkin dengan mudah pertanyaan seperti itu Rafa tanyakan di depan umum.

__ADS_1


Begitu banyak telinga yang mendengar dan mata yang melihat.


"BUGH..." satu ciuman tangan dari Arga mendapat di sudut bibir kiri Rafa.


"saya diam tapi tidak kali ini, kamu siapa istri saya..?? apa hak kamu mempertahankan semua itu?? kamu lupa, enam tahun lalu kamu yang membuat janji dan dengan mudah kamu lupakan begitu saja, dan sekarang tiba-tiba mempertanyakan pernikahan kami.." Ujar Arga dengan penuh emosi


"jika kamu mempertanyakan saya, saya diam,, tapi tidak dengan mempertanyakan istri saya,. maka saya tidak akan tinggal diam..."


Rafa nampak meringis menahan sakit di sudut bibir kiri nya


"kamu tadi bertanya, kenapa kami menikah siri, baik saya akan jelaskan..."


"mas udah... kita gak perlu menjelaskan untuk orang yang sama sekali gak perlu tahu.." cegah Khanaya sambil menarik lengan Arga.


Khanaya bukan tidak sakit hati akan pertanyaan Rafa yang mempertanyakan pernikahannya, jika memang Rafa tulus seharusnya Rafa tahu bagaimana Khanaya dan bagaimana menyikapi Pernikahan Khanaya.


Lebih lama mengenal memang tidak menjamin dia lebih paham.


Sebenarnya mengenal seseorang bukan terletak seberapa lama kita mengenal. karna setiap manusia punya karakter masing-masing, baik dalam bersikap maupun dalam berfikir.


Intinya setiap manusia mempunyai kekuasaan, memiliki batas, sikap kita menghargainya. jika salah maka ingatkan.


"jika bukan karna istri saya yang minta , saya tidak akan segan-segan melakukan lebih dari ini... jadi saya minta jaga sikap dan ucapan anda "


Arga meletakkan dua lembar uang berwarna merah di atas meja, tak ingin berlama-lama, di bawa nya Khanaya keluar cafe. dan Rafa hanya bisa menatap kepergian Khanaya dan sang suami.


Mata Khanaya terbuka lebar saat melihat Nilam,Widia dan Roy juga ada di cafe tersebut.


"besok kalian temui saya di ruangan saya, dan ingat hanya kalian bertiga" ujar Arga dengan penuh ketegasan,. sedangkan Khanaya hanya diam dan mengikut langkah sang suami.


Selama dalam perjalanan pulang sampai Khanaya dan Arga saling diam,.ada pertanyaan besar, bagaimana rekan nya di kantor bisa ada di cafe itu juga..apa kata mereka nanti.


Mobil Arga pun sudah masuk ke area rumah Ayah, saat Khanaya akan turun tangannya di tarik oleh Arga.


"Mereka bertiga saya yang undang, saya ingin memberi tahu mereka tentang pernikahan kita, agar tidak ada salah paham, tapi saya gak tahu jika harus terjadi insiden seperti tadi" ujar Arga


Di raihnya tangan kanan sang suami yang tadi mencium sudut bibir Rafa.


Dielusnya tangan itu.. "Makasih udah jadi benteng pertahanan untuk Naya, tapi jangan seperti itu lagi mas, Naya gak mau mas menyakiti orang lain.." ujar Khanaya sembari menatap tangan sang suami.

__ADS_1


Arga mengangkat dagu Khanaya agar Sang


istri bisa melihatnya


"kamu istri saya, bagaimana mungkin saya diam, mungkin jika pernyataan itu dia tanya baik-baik dengan datang kerumah, saya gak akan semarah itu, tapi dia mempertanyakan itu di depan umum.."


"Seorang suami akan merasa di rendahkan saat harga diri sang istri di pertanyaan, begitupun seorang istri akan merasa di rendahkan saat harga diri suami di pertanyaan" tambah Arga


Khanaya terdiam, lihatlah lekat raut wajah sang suami yang tadi nya nampak begitu emosi, kini begitu tenang dan penuh kasih sayang.


"makasih ya mas..."


"udah masuk yuk, nanti dikira kita ngapa-ngapain lagi lama di dalam mobil.." ujar Arga sambil tersenyum kuda


Khanaya pun langsung melepaskan genggaman tangannya.


"iih mas mikir nya kemana-mana sih..." ujar Khanaya menahan malu lalu bergegas keluar dari mobil.


Sedangkan Arga malah terkekeh lalu keluar dari mobil sambil membawa tiga paper bag dan koper nya. Arga mengejar Khanaya dengan sedikit berlari.


"emang mikir kemana-mana itu yang gimana sich..??" tanya Arga dengan sedikit menahan tawa.


Khanaya tidak menjawab, dia malah mengucapkan salam sambil masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum..." salam Khanaya sambil melihat Arga sekilas.


Arga menyunggingkan senyuman kecil lalu ikut mengucapkan salam, teryata hanya ada Ibu, sedang ayah masih di warung, Artika dan Ardana sedang di kamar masing-masing melepas lelah sepulang kuliah.


🍃🍃


...Lanjut…???...


...Sebelum lanjut mohon komentar yang Bijak ya. Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai....


Jangan lupa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Jangan lupa tinggalkan Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2