
Hari yang di tunggu, hari yang membahagiakan untuk keluarga besar Arga dan Khanaya, namun cukup menegangkan dan mendebarkan.
Mulai tadi malam Khanaya merasakan mulas yang berulang, dan pagi ini Khanaya sudah berada di rumah sakit.
Begitu sampai di rumah sakit Khanaya langsung mendapatkan penanganan karna sebelum nya Arga sudah menghubungi dokter yang biasa menangani Khanaya.
Arga tak beranjak sedikitpun dari sisi Khanaya, bahkan tak jarang tangan Arga menjadi pelampiasan sakit yang Khanaya rasakan, sedangkan keluarga yang lain menunggu di luar dengan rasa Khawatir yang mendominasi.
Erangan rasa sakit semakin sering terdengar, Arga berusaha terus menguatkan.
‘’Kamu pasti bisa sayang…’’ ujar Arga sambil mengusap kening Khanaya yang sudah berkeringat, dia berusaha tenang, walaupun tak bisa di pungkiri dia sedang merasakan ketakutan yang amat sangat, bagaimana tidak, sang istri sedang berjuang antara hidup dan mati.
‘’Maass…’’ rintih Khanaya
‘’iya sayang.. ‘’
‘’Ya Allah, kuatkan istri hamba, berikan keselamatan untuk nya dan untuk anak kami’’ doa Arga dalam hati sembari mengecup kening Khanaya.
‘’Tas-Bih…’’ lirih Khanaya terbata karna menahan sakit
‘’tasbih..? sebentar mas ambil di tas..’’ ujar Arga , Arga berlari cepat mendekati tas Khanaya, dia tahu Khanaya tak pernah meninggalkan tasbih kecil di dalam tas nya,
‘’Kamu pasti bisa, kamu wanita hebat dan kuat sayang..’’ ujar Arga saat kembali sembari menyerahkan tasbih kecil ke Khanaya
Khanaya berusaha tersenyum di balik rasa sakit yang dia rasakan.
Tasbih kecil berada di tangan kanan Khanaya, Khanaya pun mulai bertasbih, setitik air mata terjatuh, dia berpasrah kepada sang maha Pemilik, karna Dia lah maha pemilik seutuhnya atas dirinya dan anak nya.
Suasana semakin tegang saat dokter sudah memposisikan kaki Khanaya menekuk di sisi kanan dan kiri.
‘’Aaargg…’’ rasa sakit yang semakin tak ada jeda nya Khanaya rasakan, dan tangan kanan nya terus bertasbih.
‘’Dok..’’ ujar Arga semakin panik
‘’Tenang ya pak, terus damping Ibu Naya nya, ini sudah lengkap bukaan nya, kita akan memulai proses persalinan nya…’’ jawab sang dokter
‘’Mas… maafkan Naya..’’
‘’Kamu gak pernah melakukan kesalahan, kamu dan bayi kita kan baik-baik saja’’ ujar Arga berusaha menguatkan Khanaya dan diri nya sendiri
‘’bu Khanaya dengarkan saya ya, ikuti instruksi dari saya, Tari napas, jangan terlalu pendek dan juga jangan terlalu dalam… lalu tahan…’’ ujar dokter memberikan arahan
Khanaya pun mengikuti arahan dari sang dokter, menarik napas , dan saat dokter meminta nya mengejan , Khanaya pun melalukan nya.
‘’Argh..!’’ Khanaya mengejan sekuat mungkin dengan sisa tenaga nya, bagaimana rasa sakit nya? sakit nya sulit di utarakan, sulit di gambarkan, sakit yang amat sangat seperti 20 tulang di patahkan bersamaan.
Dan di detik berikut nya suara tangis bayi menggema di ruangan ini, sangat melengking membuat semua beralih kepada suara itu.
Air mata Arga tak lagi mampu dia tahan, Arga terisak ambil merangkul Khanaya, mencium kening Khanaya berulang kali.
Rasa sakit yang tadi teramat itu hilang seketika, tinggal tangis bahagia yang ada.
__ADS_1
‘’Selamat ya pak, Bu.. anak pertama nya laki-laki, sangat bersih dan masyaallah kasep nya..’’ ujar sang dokter
Tangis bahagia tak bisa Arga hentikan , suara tangis dari Arga junior membuat jiwa nya bergetar.
Arga pun berdiri, menghampiri sang dokter yang sedang menggendong bayi nya yang telah di bersihkan, tangan nya bergetar saat bayi kecil itu berada dalam dekapan nya. Bagaikan Mimpi.
Arga menatap nya lekat, kulit putih kemerahan dan lembut itu di usap nya perlahan, sangat hati-hati, takut jika dia akan melukai sang Arga junior.
‘’Mas, Naya mau lihat..’’ lirih Khanaya dengan lemas, dia masih begitu lemas.
Arga pun mendekat ke Khanaya, di dekatkan nya Arga junior itu ke pipi Khanaya, Khanaya memiringkan kepala nya lalu mencium sang putra dengan air mata yang menetes.
‘’Adzanin dia mas..’’ ujar Khanaya di menit berikut nya.
🍂
Khanaya dan baby boy nya sudah berada di ruang rawat, Arga pun sudah meng adzanin baby boy nya, berjuta doa dia sematkan ,doa terbaik pasti nya dari setiap orang tua.
‘’uluh-uluh cucu nya Oma…’’ ujar Mama yang gemas melihat sang cucu sedang terlelap dalam box bayi.
Bayi kecil itu di kelilingi oleh Nenek dan kakek nya, ingin berebut menggendong, tapi tadi sempat di larang oleh sang dokter, jadi mau tidak mau mereka hanya bisa menahan hasrah mereka.
Sesekali menjawil hidung mancung cucu mereka.
‘’Di beri nama siapa Ga..??’’ tanya Ayah
‘’Muhammad Azka Al-fatih’’ jawab Arga
‘’Dia adalah umat dari Baginda Rasulullah , Muhammad SAW’’
‘’Azka yang berarti Suci, Bersih…’’
“Al fatih , dia yang berarti Awal atau pembukaan, dia lah Pemimpin, penakluk’’
‘’Dia lah anak pertama kami, yang kami harapkan bisa menjadi Pemimpin yang baik, bersih hati nya, dan dia yang selalu mengikuti sang suri tauladan, baginda Rasulullah ‘’
‘’Masyaallah, nama yang baik.. Ayah suka..’’
‘’Ya, Papa juga suka…’’
‘’Sesungguhnya kalian akan di panggil pada hari Kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian , maka berbaguslah nama-nama kalian’’ hadits riwayat Abu Dawud
‘’Ibu…’’ panggil Khanaya
Ibu pun menghampiri sang putri.
‘’kenapa sayang, lapar..?’’ tanya Ibu
Bukan menjawab, Khanaya malah merangkul sang ibunda .
‘’Naya bisa merasakan perjuangan ibu, maaf jika naya banyak buat salah, mungkin dari perbuatan atau pun dari tutur kata, Naya minta maaf, sampai kapanpun Naya gak akan bisa membalas perjuangan ibu, pengorbanan ibu..’’ ujar Khanaya sembari terisak
__ADS_1
Ibu mencium kening sang putri.
‘’itu adalah jihad nya kita sayang, tak mengharapkan balasan dunia, karna Allah lah yang akan membalas nya, dan masih ada tugas besar yang harus di tunaikan sebagai orang tua’’ ujar Ibu
‘’Menjadikan anak-anak kita, anak-anak yang sholeh dan Sholeha’’ tambah Ibu sembari mengusap air mata Khanaya
Suasana haru penuh bahagia sedang mereka rasakan.
‘’kalian masih ada pe –er lagi loh..’’ ujar Papa
‘’Apa Pa..??’’ tanya Arga
‘’Aden buat Azka…hahaha’’ jawab Papa
Dan itu membuat semua tertawa bahagia, tapi tidak dengan Khanaya dan Arga
Moment menegangkan beberapa jam lalu saja belum bisa mereka lupakan, para orang tua malah sudah membahas cucu ke dua.
‘’Pa… ketegangan di ruang bersalin tadi aja belum bisa Arga lupakan..’’ protes Arga
‘’hahaha… bercanda ga, serius amat..’’ balas Papa sambil menepuk pundak Arga
‘’tapi kami juga gak nolak loh jika di berikan cucu ke dua dalam waktu dekat..’’ kali ini Mama yang angkat bicara
Khanaya hanya bisa menelan saliva nya.
Tapi mereka bahagia, sangat bahagia.
Arga menghampiri sang istri tercinta, duduk di samping ranjang Khanaya, di kecup nya kening sang istri, rasa nya berjuta kata terimakasih tak akan cukup.
‘’Terimakasih sayang…’’ ujar Arga
‘’Naya juga makasih mas udah sabar menemani Naya berjuang..’’ balas Arga
Para orang tua saling merangkul pasangan masing-masing, sedangkan Artika dan Ardana menatap dengan gemas Baby Azka.
Kita semua punya cerita dan juga punya jalan cerita.
Apapun yang terjadi tidak pernah lepas dari skenario- NYA
Selalu bersyukur.
...🍂🍂🍂...
...TAMAT...
...🍂🍂🍂...
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Sebaik-baiknya Bacaan itu adalah - Al'Quran
__ADS_1