
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Sepertinya pergulatan mereka tadi malam cukup melelahkan, entah bagaimana cerita nya tapi tadi malam mereka melakukan ibadah itu lagi.
Seperti kata Arga ke Gani bahwa saat di apartemen dia akan lembur.
Khanaya menggeliat, di kucek nya mata nya berkali-kali, di lihat nya jam dinding tapi masih samar-samar karna lampu masih mode lampu tidur.
Diraih nya handphone nya, mata nya membulat sempurna saat melihat angka jam yang tertera.
Arga sudah telat jika harus ke masjid, sepertinya ada lelah perjuangan mereka membuat tidur mereka sangat nyenyak.
Diletakkan nya handphone ke v nakas lagi. Khanaya langsung bangun dari tidur nya menuju kamar mandi dan langsung mandi wajib.
"Mas bangun..." sambil menepuk-nepuk pipi Arga saat Khanaya sudah selesai mandi,. bahkan sudah mengganti pakaian nya
"hmmm..." dehem Arga
"bangun mas.. buruan mandi, Naya udah siapkan air hangat..."
"hmm... sebentar lagi..." lirih Arga dengan mata terpejam, di raih nya tangan Khanaya yang menepuk wajah nya.
"mas udah gak terkejar nanti subuh nya, hayuk bangun..." ujar Khanaya sambil menarik tangan sang suami
"hmmm... ngantuk Nay, emang jam berapa sih..???" masih dengan mata terpejam
"hampir jam 5 mas.... Ayuk buruan, air hangat nya udah siap..." jawab Khanaya sambil menarik tangan Arga lagi
Rasa kantuknya seakan hilang seketika.. Arga pun langsung berhambur ke kamar mandi, ruang mandi kan ruang wudhu Arga bedakan jadi Khanaya bisa langsung mengambil wudhu saat Arga sedang mandi.
Mereka pun langsung melaksanakan sholat subuh.. dan saat selesai Arga malah merebahkan kepalanya di pangkuan Khanaya.
"mas... udah siang.."
Arga tak mempedulikan ucapan Khanaya, dia malah meraih tangan Khanaya , lalu di genggamannya di atas dada.
Khanaya pasrah dan hanya bisa geleng-geleng.
"Si mbak izin gak datang, kita pesan online aja ya sarapan nya" ujar Arga dengan mode terpejam
"Naya bisa masak mas, kenapa harus pesan online...??"
"gak boleh kemana-mana, tetap disini.." balas Arga tak ingin ada penolakan
"kan cuma sebentar, gak lama kok masak nya" ujar Khanaya tapi Arga malah menggeleng
Arga tiba-tiba bangun dari tidur nya.
__ADS_1
"tetap disitu aja..." titah Arga sambil berjalan di atas nakas, tapi Khanaya tak mengindahkan titah sang suami, Khanaya malah bangkit , membuka mukena nya lalu sajadah yang mereka pakai.
"Nay...." protes Arga tak terima Khanaya malah bangun dari posisi duduk nya. dan Khanaya malah hanya mengangkat ke dua bahu nya.
Khanaya lalu membuka gorden yang masih tertutup, membuat cahaya matahari bisa masuk ke kamar mereka.
"Nay...." protes Arga lagi, dan Khanaya malah nyengir kuda dengan tingkah Arga yang nampak ngambek
Arga pun duduk di tepi ranjang dengan wajah nya yang masam, dan Khanaya masih sibuk merapikan kamar, rasa nya ingin tertawa dengan ekspresi yang Arga berikan, tapi Khanaya menahan nya.
Walau dengan wajah masam, Arga tetap memesan menu untuk sarapan mereka.
Kamar sudah rapi sudah di sapu dan kini Khanaya langsung menghampiri sang suami, duduk tepat di sebelah sang suami.
"kalau udah rapi , udah bersih kan enak.." ujar Khanaya dan Arga terdiam hanya melirik sekilas ke Khanaya.
Tiba-tiba Khanaya menepuk paha nya, agar Arga bisa merebahkan kepalanya di paha nya.
Melihat komando dari sang istri, wajah masam itu langsung berubah, Tampa pikir panjang Arga langsung kembali tidur dengan paha Khanaya sebagai bantal nya.
Arga tidak sekedar merebahkan kepala di paha Khanaya, kali ini dia malam membenarkan kepalanya di perut datar Khanaya.
"Mas geli iih..."
"sttt... mas itu lagi doa, semoga Arga Junio atau Khanaya Junior segera hadir di sini.." balas nya sambil mengelus perut Khanaya
"aamiin..." balas Khanaya mengaminkan
Tiba-tiba terdengar suara bel pintu apartemen mereka.
"mas ada yang datang tuch..."
"kayaknya kurir yang antar sarapan kita, ya udah kamu ke dapur langsung aja, biar mas yang ambil orderan nya" ujar Arga dan Khanaya menganggukan kepalanya.
Merekapun keluar dari kamar, Arga menuju pintu dan Khanaya menuju dapur untuk menyiapkan Piring dan lain nya.
Khanaya tak lupa membuatkan Arga teh hangat.
Saat sudah menerima pesanan dan juga membayar nya, Arga pun menuju dapur.
Dua bungkus bubur ayam dan satu soto menjadi menu sarapan yang Arga pesan pagi ini.
Khanaya pun menuang bubur dan soto ke mangkuk.
"mas gak tahu mau pesan apa, jadi mas pesan ini, suka gak..??" tanya Arga
"suka kok mas... nih teh hangat nya" balas Khanaya sambil menyodorkan teh hangat
Mereka pun memulai sarapan mereka, ada yang membuat Arga terfokus pada kegiatan Khanaya.
__ADS_1
Khanaya sebelum makan menyingkirkan semua kadang yang ada di bubur ayam itu.
"kenapa gak suka kacang nya??" tanya Arga
"Naya gak makan kacang mas, Naya alergi sama kacang..." jawab Khanaya dengan senyuman
"astagfirullah Nay... mas gak tahu, apa mau makan soto nya aja??" tanya Arga dengan rasa sesal karna tidak tahu sang istri ada alergi kacang
"gak papa mas, nama nya mas gak tahu, lagian kacang nya gak banyak, jadi masih bisa si pilih..." balas Khanaya meyakinkan sang suami bahwa dia tidak masalah.
Arga pun ikut memilih kacang dan di taruh nya ke mangkuk nya, dan Khanaya tersenyum sumringah melihat nya.
"Kita harus tulis apa yang gak kita suka, apa yang kita suka, dan apa yang boleh kita lakukan atau gak boleh konsumsi" ujar Arga
"Naya cuma alergi kacang kok mas..."
"yakin gak ada yang lain...??" tanya Arga memastikan
"hmm... ada sih sebenarnya..." jawab Khanaya
"apa itu...??" tanya Arga
"sarapan aja dulu ya, nanti Naya Jawab..."
"sekarang aja, jangan buat mas penasaran..."
"hmm... alergi perselingkuhan dan alergi kekerasan..." jawab Khanaya dengan senyum mengembang
"astagfirullah, mas udah serius pengen tahu, malah itu jawaban..."
"tapi memang beneran, Nay alergi dengan semua itu.." Jawab Khanaya dengan wajah seriusnya
"In Syaa Allah, cukup satu hingga ke Jannah Nya..." balas Arga sambil mengecup singkat kening Khanaya
"aamiin...." Khanaya mengaminkan dengan senyum penuh kebahagiaan
"Kita tak pernah tahu ujian apa yang akan kita lalui di depan sana, tapi mas tahu ujian seorang lelaki adalah menjaga pandangannya, jajan wanita di luar sana, dan mas akan selalu berusaha menjaga semua itu..." ujar Arga di sela sela waktu mereka sedang menikmati sarapan mereka.
🍃🍃🍃🍃
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
....
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran