
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Khanaya mengucek mata nya, dan berusaha menggeliat, tapi ada rasa berat menimpa bagian pinggulnya, baru saja Khanaya akan teriak sekencang mungkin, dan juga mengambil aba-aba tendangan maut.
Tiba-tiba Khanaya terikat akan kejadian malam tadi.
Khanaya menepuk kening nya, moments ikrar pernikahan nya dengan Arga kembali di ingatan nya, moments dimana Arga melihat nya pertama kali Tampa jilbab.
"udah malam, kamu tidur duluan aja.." ujar Arga mencoba bersikap biasa
"hmnm...mas juga buruan tidur, besok kita harus ke kantor kan.." balas Khanaya
Mendengar panggilan Khanaya yang sudah berubah Senyum sumringah terbit dari bibir Arga.
Arga pun menuju sisi ranjang yang lain merebahkan tubuhnya yang sebenarnya memang sudah sangat lelah,. disusul oleh Khanaya juga, tapi masih dengan posisi membelakangi Arga.
Jika tadi malam tidur dalam posisi membelakangi Sang suami, siapa sangga pagi ini dia sudah berada dalam pelukan sang suami. Bagaimana caranya?? entahlah....
Khanaya mengangkat tangan Arga sangat hati-hati, lalu di taruh nya di atas guling, Khanaya juga beranjak dari ranjang dengan sangat hati-hati, di cepolkan rambutnya lalu keluar dari kamar .
"Arga mana Nay...??" tanya Ayah
"masih tidur yah,Naya gak berani mau bangunkan , nampak lelah banget..." jawab Khanaya
"bangunkan saja,. tanya dia mau sholat di masjid atau di rumah, ayah udah bersiap berangkat ke masjid...." titah sang Ayah
"Naya gak berani Yah..." cemberut Khanaya
"di beranikan, gak mungkin ayah yang bangunkan dia sayang, yang ada dia akan malu.." ujar Ibu
Khanaya pun kembali ke kamar nya setelah mencuci wajah nya dan meneguk air hangat.
Arga masih pada posisinya yang terlelap memeluk Guling.
"Mas...Mas bangun di tunggu ayah sholat subuh di masjid..." lirih Khanaya
Mendapati lengan nya yang di goyang-goyang membuat Arga mengedipkan mata berkali-kali.
"Mas..."
Arga menatap Khanaya setelah kesadaran sudah kembali sepenuhnya.
"kok malah diam sih,. di tunggu Ayah mau sholat subuh di masjid.."
"Astagfirullah.. " istighfar Arga sambil mendudukkan tubuhnya
"ini udah jam berapa??" tanya Arga
" jam 4 lewat,. masjid masih tilawah, mas buruan bersiap..udah di tunggu Ayah" ujar Khanaya
__ADS_1
Rasa nya ingin dia menjawab, bolehkah sholat di rumah, tapi dia urungkan.
Arga pun bangkit dari duduk nya, lalu menuju kamar mandi di samping kamar.
Arga mengambil baju koko dan juga sarung yang selalu ada di mobil nya,.lalu di kenakan nya,. ayah mertua dan menantu itu pun berangkat ke masjid dengan berjalan kaki.
🍃
Ayah dan Arga pun sudah kembali dari masjid, ibu dan Artika mulai membuat sarapan,. sedang Khanaya di hadapan oleh cucian piring setumpuk bekas acara tadi malam.
Arga membuka baju Koko dan sarung nya, di kenakan nya lagi baju tadi malam, lalu mendekat ke arah Khanaya.
"sini biar mas bantu.." ujar Arga, pertama kali membahasakan diri nya dengan panggilan mas ke Khanaya
"gak usah, Naya bisa kok, mas minum kopi aja bareng ayah..." cegah Khanaya
"bisa nanti, sekarang kita selesaikan ini dulu ya,. biar cepat selesai, kita harus ke apartemen dulu untuk ganti baju, masa iya saya ke kantor pakai baju tadi malam" ujar Arga sambil membilas piring yang sudah Khanaya sabuni.
"Pimpinan perusahaan besar gak malu mas nyuci piring...??" tanya Khanaya
"di perusahaan saya pimpinan nya, di rumah saya suami yang wajib membantu istri..." jawab Arga, Khanaya melihat ke Arga sekilas, di luar ekspektasi, Khanaya pikir sang suami akan jaga image.
Beberapa menit pun berlalu, cucian piring pun selesai.
"Sarapan dulu udah siap sarapan nya.." ujar Ibu
"Mas mau langsung sarapan?? kalau Naya mau ganti baju dulu.." tanya Khanaya ke Arga
" ya sudah Naya mau ke kamar dulu.." Khanaya pun ke kamar nya sedangkan Arga bergabung dengan sang ayah mertua.
"jadi nanti ke apartemen dulu...??" tanya Ayah
"iya yah, baju dan laporan Arga di apartemen, mungkin untuk sementara kami disini dulu sampai Khanaya siap untuk pindah.." jawab Arga
"kalau di tanya soal kapan siap jauh dari orang tua , anak perempuan manapun dia akan berat, tapi sebagai istri dia wajib mengikuti langkah sang suami" ujar Ibu
"gak apa Bu, semua butuh penyesuaian,. apalagi mungkin sementara masih mondar mandir, soal nya mama udah chat dari tadi pagi, minta menantu nya di bawa kerumah" balas Arga
beberapa menit kemudian Khanaya sudah keluar dengan pakaian rapi , bersiap untuk rutinitas kantor.
Merekapun sarapan bersama sebelum menuju apartemen Arga.
Saat ini mobil Arga sudah terpakai di tempat parkir apartemen nya. Khanaya nampak bingung harus ikut naik atau menunggu di mobil.
Arga turun dari mobil nya lalu menuju dimana Khanaya duduk, dibukanya pintu mobil sisi Khanaya duduk.
"Ayuk... mau disini aja...??" tanya Arga
"Naya disini aja ya mas..."
"naik dulu, kenapa takut saya apa-apain??" tanya Arga
__ADS_1
"bukan gitu, takut di lihat orang gimana ?? mas bawa wanita ke apartemen.."
"Nay, kamu itu istri saya, apa yang harus di takutnya, dan kita nanti juga bakal tinggal disini... Ayuk turun, nanti kita telat loh..."
Khanaya pun menurut, Arga mengunci mobil nya, di genggam nya tangan Khanaya tak ingin dia lepas, Khanaya ingin menolak tapi tak berani, bagaimana bisa dia melarang sang suami menggenggam tangan istrinya sendiri.
Mereka pun menuju lantai dimana kamar apartemen Arga berada, Arga menekan sandi kamar nya tanpa melepaskan genggaman tangannya.
Ting
Pintu terbuka,.dan mereka pun masuk.
Khanaya dibuat melongo melihat isi apartemen Arga, tak ada apa-apanya di banding rumah nya.
"Mas mau ganti baju dulu.. sekalian mau siapakah pakaian untuk di bawah ke rumah ayah.." ujar Arga dan Khanaya hanya bisa mengangguk kepalanya.
Khanaya melihat ke sekeliling, di sisi luar ada sofa untuk tamu, ada dapur yang menyatu dengan meja makan, disini lain ada ruang kerja Arga yang hanya di batasi dinding kaca, ada toilet di luar dan baru kamar Arga.
Dilihat satu persatu, Khanaya tertarik dengan isi kulkas Arga, dibukanya kulkas itu.
hanya ada telur, selai roti dan roti nya, dan beberapa minuman rasa buah dan air mineral.
"Biasa ada yang bersih-bersih dan masak di jam sebelum mas ke kantor.." ujar Arga tiba-tiba sudah keluar dengan pakaian rapi dan koper di tangan nya.
"beberapa hari ini mas liburkan selama kita belum pindah ke sini" tambah Arga
"Naya gak masalah kok kalau kita harus pindak kesini secepatnya.." ujar Khanaya sambil menutup kulkas
"gak papa, sementara kita di tempat ayah aja.."
Khanaya menyadari satu hal, sang suami adalah pimpinan perusahaan, butuh ruang untuk nya bekerja, melihat ruang kerja Arga sedangkan di rumah hanya ada meja belajar kecil di kamar nya.
"beberapa hari ini kita di tempat ayah, lalu kerumah mama, baru kita tinggal disini..mas juga udah bilang tadi ke ayah dan ibu.." ujar Arga
"Naya nurut aja, ya udah kita harus ke kantor kan..?? nanti telah, kalau mas yang telat gak papa, kalau Naya yang telat apa kata mereka.."
Arga hanya menggelengkan kepalanya, sang istri begitu profesional.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1