Tak Berujung

Tak Berujung
Kesempatan dari Khanaya


__ADS_3

Setiap orang punya cara nya tersendiri, begitu pun Khanaya dan Arga.


Banyak orang akan bersikap baik untuk seseorang yang dia sukai, tapi dia akan menunjukkan sifat asli nya saat di hadapan orang yang tidak dia sukai.


Dunia tipu-tipu, begitu lah dunia, begitu banyak tipu daya, karna seperti itulah cara Iblis menjerumuskan para keturunan Adam. Dan itu adalah janji Iblis kepada Allah.


Orang pintar itu banyak, tapi orang ber-Adab itu sedikit.


Nora , Lisa dan Sindy sudah duduk di hadapan Arga dan Khanaya, diam seribu bahasa, dan untuk Nora dan Lisa mereka tertunduk malu.


Bagaimana bisa wanita yang di remehkan adalah Sekretaris plus Istri dari Arga.


"Gimana tadi ngobrol nya??" tanya Arga ke Khanaya


"baik dan lancar.." Jawab Khanaya


"Disini saya cuma mau bilang, siapapun nanti yang terpilih menjadi sekretaris saya, tugas nya membantu Bu Khanaya.." ujar Arga dengan profesional.


"Bu Khanaya saya mau minta maaf untuk kejadian tadi.." ujar Nora


"tidak ada yang perlu minta maaf, ataupun memaafkan, setiap orang berhak menilai apa yang ada di hadapannya, mau dalam segi negatif Atau positif, kembali ke individu nya" balas Khanaya


"emang ada kejadian apa??" tanya Arga


"bukan apa-apa Pak Arga, sekedar obrolan santai saja" jawab Khanaya


Arga sedikit mengerutkan dahi nya.


"Seperti yang saya sampaikan tadi, dimana pun kita bekerja, apa pekerjaan kita, bukan hanya penampilan yang jadi pokok utama, Ettitude , Kejujuran itu jadi poin utama" tambah Khanaya


" untuk hasil nya , nanti Bu Diana yang akan menghubungi , di terima atau tidak Bu Diana yang akan memberikan informasi nya". ujar Arga


Dan merek bertiga pun di persilahkan untuk keluar, dan saat mereka keluar Bu Diana masuk.


Arga, Khanaya dan Bu Diana pun mulai berdiskusi.


"Gimana hasil nya tadi sayang...??" tanya Arga dan itu membuat Khanaya memberikan lototan kecil, karna Arga memanggil sayang di hadapan Bu Diana dan ini masih jam kantor.


Bu Diana malah terkekeh "gak apa Bu Khanaya, biasa aja, saya mah maklum kok" ujar Bu Diana dan itu berhasil membuat Khanaya Memanyunkan bibirnya menghadap ke arah Arga


Arga bukan mengentikan aksi nya, dia malah merangkul pundak Khanaya, dan Bu Diana hanya bisa mengukirkan senyuman melihat kebahagiaan mereka.


Khanaya pun menceritakan apa yang terjadi tadi.

__ADS_1


"kalau begitu Sindy yang akan bantuin Bu Khanaya..??" tanya Bu Diana


"iya Bu, tapi berikan kesempatan untuk Nora dan Lisa juga, berikan mereka pekerjaan di divisi lain, karna mereka juga butuh pekerjaan" ujar Khanaya


"ini yang bicara Bu sekretaris apa Bu bos..??" tanya Arga sedikit menggoda sang istri


"kedua nya..." jawab Khanaya


"hehehe....lucu lihat pak Arga dan Bu Khanaya, jadi ingat suami , pengen cepet-cepet pulang...." ujar Bu Diana


"boleh Bu, sekarang juga boleh kalau mau pulang..." balas Arga dengan ekpresi sok cool nya


"mau sih pak,. tapi nanti gaji saya di potong kan bahaya.." balas Bu Diana sambil sedikit terkekeh


"Baiklah keputusan sudah ada, saya akan cek di divisi lain yang membutuhkan " tambah Bu Diana


Bu Diana pun pamit untuk keluar, dan saat Bu Diana telah keluar, Arga menjadikan paha Khanaya sebagai bantal nya.


"Mas,.Naya masih punya pekerjaan..."


"ada Gani, serahkan aja sama bang Gani, atau besok sekaligus buat bahan membimbing Sindy" balas Arga


"Oh ya Sayang, kenapa kamu malah memberi merek kesempatan..??" tanya Arga sembari menatap lekat mata Khanaya


"dan sekarang mereka memiliki diam, karna mereka tahu Naya sekretaris sekaligus istri bos mereka"


"beda nya kita gak tahu apa pendapat mereka secara terbuka, sedang Nora dan Lisa dia gak tahu posisi Naya, jadi mereka menunjukkan sisi tidak suka nya secara langsung"


"mereka berhak mendapatkan kesempatan, semoga dengan kesempatan ini mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik"


Penuturan Khanaya semakin membuat Arga bangga akan istri nya, Pemikiran yang sederhana, tapi bermakna.


Arga mengangkat kepalanya lalu mengecup singkat bibir Khanaya.


"maaas..." protes Khanaya


"itu hadiah dari suami, gak boleh di tolak"


Kali ini Arga malah memiringkan tubuh nya, kepalanya tepat mengarah ke perut Khanaya.


Dicium nya perut Khanaya yang jika dilihat sekilas masih terlihat rata, tapi jika di raba, Arga bisa merasakan perubahan bentuk perut sang istri.


"anak Ayah baik-baik ya, jadi anak yang rendah hati, beradab, membanggakan Ayah sama Bunda dalam segi dunia dan Akhirat.. aamiin" bisik Arga

__ADS_1


"aamiin..." balas Khanaya ikut mengaminkan doa sang suami


Setiap orang punya jalan ceritanya dalam mendapatkan kebahagiaan, ada yang terlihat singkat dalam proses mendapatkan nya, ada yang butuh seperjuangan ektra dalam mendapatkan nya, tapi semua itu pasti punya arti nya.


Terus bersyukur sekali pun hari ini kita tersungkur, selama kita tersungkur dalam perjuangan di jalan Allah, maka sakit nya akan membuat kita semakin kuat dan gigih.


Mereka Yang kita lihat bahagia , kita tak pernah tahu proses mereka dalam mendapatkan kebahagiaan itu.


Terus menebar kebaikan, sekalipun mungkin kebaikan itu tak selalu di nilai baik oleh orang lain.


Khanaya bukan dari keluarga yang bergelimang harta, tapi berkat didikan Ayah dan Ibu membuat nya menjadi anak yang selalu berfikir sederhana tapi bermakna.


Diusapnya rambut sang suami, siapa yang menduga, rasa sakit nya sudah terobati, di kecewakan, di remehkan tak membuat nya berhenti.


"Mas untuk umrah akhir tahun ini jadi..??" tanya Khanaya


"In Syaa Allah,. semua surat sudah siap, mas juga udah atur semua nya, jadi akhir tahun ini kita akan berlibur sembari berdoa di sana, In Syaa Allah.." jawab Arga


"Tika sama Adan bekum tahu kan mas? trus mas bilang apa pas mereka di minta buat Paspor??"


"mas gak tahu, ayah yang bilang ke mereka,. kalau soal Visa akan di urus nanti pas udah dekat waktunya" jawab Arga


Bukan keliling Eropa, atau ke balon udara yang ada di Cappadocia, tapi ke tanah suci adalah tujuan utama mereka.


Banyak mereka yang ber-uang, mampu keliling dunia, tapi untuk Umrah itu masuk daftar nomer ke sekian.


Banyak mereka yang mampu mencicil mobil berjuta-juta perbulan, bayar pajak berjuta-juta, tapi saat datang hari berkurban,.mereka entah bersembunyi dimana?.


Banyak yang mampu membeli rokok hingga harga termahal, tapi mereka tak sanggup menabung sepuluh ribu perhari untuk berkurban.


Dimana letak kesalahannya??


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


...


Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.


...


Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia๐Ÿ™๐Ÿฅฐ

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah โ€“Alโ€™Quran


__ADS_2