
๐ Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa๐
****************
Kediaman Rafa
"Rafa mau kemana...??" tanya sang Mama yang melihat Rafa baru pulang dari undangan tapi sudah kembali meraih kunci mobilnya.
"apa lagi sih Ma....apa peduli Mama??" tanya Rafa sinis
"RAFA..." bentak sang Papa
"Papa tahu Mama kamu melakukan kesalahan, tapi dia adalah Mama kamu, yang melahirkan kamu, membesarkan kamu, bukan begini cara kamu marah Raf..." kali ini sang Papa berbicara dengan nada lembut sambil menepuk pundak sang Putra
"Jika Khanaya memang jodoh kamu, sejauh apapun kalian akan di pertemuan, jadikan yang terjadi sebagai pembelajaran"
"Papa tidak kalah kecewanya dengan Mama kamu, tapi kita tidak bisa berlarut dalam kemarahan.." kali sang Papa memeluk sang Putra sedangkan sang Mama hanya bisa tertunduk.
Harta, Tahta itu yang Mama Rafa pikiran dan pentingkah saat Rafa dekat dengan Khanaya.
Khanaya hanya anak dari pedagang warung makan kecil, tinggal di kompleks sederhana, berbeda jauh dengan keluarga Rafa.
Tapi siapa sangka, usaha tak membohongi hasil.. kegigihan Ayah mampu membawa warung nya cukup terkenal di kota ini, mampu memberikan pendidikan terbaik.
"lawan dari kata Bahagia adalah Sedih.."
"lawan dari kata Sehat adalah Sakit .."
"lawan dari kata Kaya tapi bukan Miskin... karna ada Allah sang maha mencukupkan.."
"dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan" Surat An-Najm : 48
Rafa kembali ke kamarnya, sejak kejadian menyaksikan pernikahan Siri Khanaya dan Arga, Rafa lebih banyak diam, sekali bertemu dengan Khanaya dia malah mempermalukan diri nya.
Allah mengujinya dan ujian itu tak akan melampaui batas kemampuan, tapi semua kembali kepada manusia nya.
Lulus atau tidak, jawaban ada pada diri sendiri dan Allah itu tergantung prasangka Hambanya.
๐
Lelah seharian harus duduk berdiri, duduk lagi berdiri lagi, membuat kaki nya sangat pegal, tapi Khanaya sangat bersyukur sang suami begitu pengertian.
Arga dengan telaten memijat kaki Khanaya bahkan hingga Khanaya tertidur pulas. Khanaya tidak sadar apa yang terjadi hingga pagi ini terdengar suara tilawah dari masjid.
Tidur dalam Kungkungan sang suami membuat nya begitu hangat, seakan enggan untuk beranjak.
Di angkat nya tangan kekar yang melingkar di perut nya perlahan, tapi ternyata sia-sia, sang pemilik tangan kekar itu malah semakin mengeratkan pelukannya..
"mas lepas dulu, Naya kebelet, ini di rumah ayah harus keluar ke kamar mandi nya, nanti keburu keluar..."
Arga pun dengan terpaksa melepaskan pelukannya. dan Khanaya pun buru-buru menuju kamar mandi.
Rumah masih sangat sepi, sepertinya semua kelelahan, tapi Khanaya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar orang tuanya dan adik-adiknya, setelah keluar dari kamar mandi, karna waktu subuh memang sudah tiba.
Ibu pun keluar dari kamar nya.
__ADS_1
"Ayah mana Bu...??" tanya Khanaya
"Ayah mau sholat dirumah aja dulu Nay, kelelahan.." jawab ibu
"iya tuh mas Arga juga malah tidur lagi.."
"kalian pasti lelah, sholat di rumah aja.. ibu mau masak air dulu untuk buat kopi" ujar sang Ibu
Khanaya pun kembali ke kamar nya, sang suami masih dengan posisi nyamannya di dalam selimut.
"mas, udah adzan..." sambil mengelus rambut Arga
",hmmm.... lima menit lagi" jawab Arga dengan mata terpejam
"awas penundaan itu adalah bisikan iblis loh..."
...Arga pun dengan berat membuka mata nya.....
"bisa aja ya buat suami biar bangun" ujar Arga dengan nada serak nya
"kita sholat di rumah aja jamaah bareng ayah dan yang lain"
Mereka ber 6 pun melaksanakan sholat subuh berjamaah di rumah, dengan Arga sebagai imam nya.
Selesai melaksanakan sholat Subuh Arga memutuskan untuk lari pagi, lelah tubuh, tapi jika dia bawa rebahan malah semakin membuat malas untuk beranjak, jadi dia memutuskan untuk lari pagi dengan mengajak Ayah dan Ardana pun tak mau ketinggalan.
Sedangkan tiga wanita itu sibuk berkutak-katik di dapur.
"gak ngantor hari ini..??" tanya Ibu
"kapan kita liburan Teh...?? jalan-jalan dua keluarga" tanya Artika
"Mas Arga udah ada rencana sebenarnya, tapi waktunya belum tahu kapan nya"
"kemana teh..??" tanya Artika Kepo
"nanti juga tahu kok, masih di urus"
"iih buat penasaran aja lah..."
Ibu dan Khanaya malah terkekeh melihat Artikan yang penasaran akan liburan kemana.
Tak berselang lama tiga laki-laki beda generasi itu pun masuk kerumah setelah mengucapkan salam.
Nampak keringat membasahi kening Arga, tapi itu membuat ketampanannya bertambah.
Khanaya pun mendekati sang suami dengan membawa air mineral, di lap nya keringat sang suami dengan tisu.
Ibu pun melakukan hal sang sama ke Ayah.
"Nasib Jomblo, ambil air minum sendiri, ngelap keringat pun sendiri..." ujar Ardana dan itu membuat semua tertawa
"mau...??" tanya Khanaya
"mau lah..." jawab Ardana
__ADS_1
"minta tuh sama teteh kamu yang satu itu, kalau gak mau , ya nunggu nanti kalau udah nikah.." ledek Khanaya
Ardana malah memanyunkan bibir nya sambil menyambar pisang goreng yang ada di meja makan.
๐
Semua sudah segar dan semua juga sudah selesai sarapan, Ayah dan Arga pun menuju warung, karna Arga ingin membantu di warung sekaligus melihat projek pembangunan warung ayah.
Sedangkan Khanaya yang tadi nya ingin ikut memutuskan untuk rebahan, tiba-tiba merasa lemas, mungkin karna kelelahan di acara resepsi kemarin.
Di warung Arga tak sungkan membantu mengantar pesanan, dia juga belajar menyajikan makanan.
Ayah bahagia bahwa menantu yang berstatus bos besar itu tak malu melakukan pekerjaan seperti itu.
"Karyawan baru ya Pak, boleh di kenalin Donk, saya punya anak gadis di rumah" ujar seorang ibu
"hahaha....si ibu, bisa ngamuk nanti istri nya sama saya Bu" balas Ayah
"yaaah... udah punya istri pak, seriusan..?? nanti jangan-jangan bapak gak yang mau ngejodohin dengan anak bapak..??" tanya ibu yang lain
"bukan ngejodohin Bu, malah udah jadi mantu" ujar salah saru pegawai ayah yang lain
"seriusan...???" tanya dua ibu-ibu itu kompak
"mangga, di tanyaken langsung.." ujar Ayah mempersilahkan
Saat sedang mengantarkan pesanan, ada seorang wanita yang bertanya
"mas Boleh minta nomer handphone nya gak...?"
"waduh saya gak bawa handphone kak.." jawab Arga sambil menaruh pesanan di meja
"masa gak hapal mas...??" tanya wanita yang lain
"hafal sih kak, tapi handphone yang pegang istri saya..." jawab Arga , karna dia memang lupa untuk membawa handphone tadi
"yah... mah nya udah punya istri.. serius..?? nanti mas nya cari-cari alasan aja..."
"waduh mana saya berani Kak, tuh mertua saya..." tunjuk nya pada Ayah yang sedang menahan tawa
Menantunya jadi rebutan hari ini.
๐๐๐๐
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
....
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia๐๐ฅฐ
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah โAlโQuran
__ADS_1