Tak Berujung

Tak Berujung
Dia mas Arga, calon suami Naya


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Khanaya dan Arga sudah berada di restoran YD, sedang menunggu kedatangan kliennya.


"Pak lama-lama motor saya bisa jadi penghuni tetap parkiran kantor..." ujar Khanaya


"terus... kamu mau bawa motor saya bawa mobil gitu...?? lagian kan motor nya juga aman" balas Arga


Arga nampak memijit pangkal hidung nya.


"Pak Arga lagi kurang sehat..???" tanya Khanaya


"kenapa Khawatir ya...??" tanya Arga balik


"saya serius..."


"saya Jawab nya juga serius..." balas Arga


"saya gak papa kok, mungkin karna kurang tidur aja, agak pusing.." tambah Arga


Tak lama kemudian klien mereka pun datang, mereka pun tak melewatkan kesempatan, mereka langsung membahas projek yang akan mereka jalankan, dan setelah deal semua, mereka pun pamit.


"Pak saya ke toilet sebentar ya..." ujar Khanaya


"ya sudah, jangan lama-lama, langit udah mendung tuch.." ujar Arga dan Khanaya pun mengangguk kepalanya


Khanaya pun langsung beranjak menuju toilet. tak butuh waktu lama untuk Khanaya, setelah selesai dia pun keluar dari toilet, tapi ada yang cukup membuat nya kaget.


"Nay..." Panggi seseorang


"kak Rafa..." balas Khanaya


"sendirian...??" tanya Rafa sambil jalan beriringan


"gak kak, kebetulan sama bos , baru selesai meeting kak" jawab Khanaya


"hmm.. maaf ya kak, Naya duluan...." ujar Khanaya mempercepat langkahnya


" tunggu Nay..." tahan Rafa


"ada apa ya kak...??" tanya Khanaya


"kakak mau minta maaf untuk yang sudah terjadi dulu.." ujar Rafa penuh sesal

__ADS_1


"enam tahun lebih kak sejak kejadian itu kak, kakak menghilangkan tanpa jejak, dan saat kita bertemu kak Rafa sedang mengandeng wanita lain, calon tunangan kak Rafa.. masih berlaku kah kata maaf itu.." ujar Khanaya tapi itu semua hanya dalam hati nya, tidak sanggup untuk dia utarakan


"maaf ?? maaf untuk apa?? kan kita memang gak punya hubungan apa-apa, Naya ikut bahagia kok dengan pilihan Kak Rafa" balas Khanaya pura-pura tidak tahu bahwa pertunangan Rafa dan sang kekasih batal


"Maaf untuk semua Nay, kakak sadar kakak sudah ingkar janji.. seharusnya..."


"kak, yang lalu biarlah berlalu, kadang Allah menghadirkan seseorang sebagai bentuk pembelajaran untuk kita.." balas Khanaya Tampa menunggu Rafa menyelesaikan kata-katanya


"tapi kakak benar-benar menyesal Nay.. apa masih ada kesempatan untuk kakak perbaikan semua nya..."


Mata Khanaya membulat, bagaimana bisa Rafa meminta itu kepada nya. Bukan Khanaya membenci Rafa atau pun memiliki dendam, tapi rasanya dia merasa tidak di hargai, dengan mudah Rafa meminta maaf dan meminta kesempatan. dan itu setelah sekian tahun berlalu.


"Maaf kak, jika soal maaf seperti yang Naya sampai, kadang Allah menghadirkan seseorang sebagai bentuk pembelajaran, Naya udah gak pernah mempermasalahkan itu semua, tapi jika untuk kesempatan , maaf Naya gak bisa..." jawab Khanaya


"kenapa Nay, kamu belum maafin kak Rafa...??"


"jauh sebelum kak Rafa minta maaf, Naya sudah maafkan, lagi pula itu juga bukan sepenuhnya kesalahan Kaka Rafa, jadi lupakan, kita lanjutkan hidup masing masing... dan tetap menjalin hubungan yang baik, tapi tidak lebih dari teman, Naya permisi kak sudah di tunggu..." jawab Khanaya sambil berbalik.


Tapi saat Khanaya akan melangkah kaki nya, tangan Khanaya di tarik oleh Rafa, pergelangan tangan Khanaya di genggaman oleh Rafa , sekalipun mereka tidak bersentuhan secara langsung, tapi tetap Khanaya tidak nyaman.


"please Nay... izinkan kakak menebus kesalahan kakak..." pinta Rafa


Tampa mereka tahu ternyata percakapan mereka di dengar oleh Arga, Awal nya Arga santai malah mengukir senyuman mendengar jawaban Khanaya, tapi saat tangan Khanaya di genggaman oleh Rafa, membuat Arga berang


Arga dengan cepat berlari, mata Khanaya membulat melihat Arga yang mendekat ke arah nya, Khanaya berusaha melepaskan genggaman Rafa, tapi genggaman Rafa cukup kuat.


"please Nya..."


"Anda tidak dengar apa kata Naya barusan, lepaskan dia..." Ujar Arga dengan nada ketus sambil melepas genggaman Rafa, lalu membawa Khanaya ke belakang punggung nya, di raih nya tangan Khanaya Tampa menyentuh kulit Khanaya langsung


"maaf anda siapa, ini urusan saya dan Naya...??" tanya Rafa


"Perkenalkan saya Arga, Saya calon suami Naya, anda yang siapa?? saya saja yang calon suami Khanaya tidak pernah menyentuh nya, tapi anda...ckckckck.." jawab Arga


Sebenarnya Arga sudah pernah menggenggam pergelangan tangan Khanaya saat mereka dinas luar kota, tapi itu sebelum Arga menyatakan niat nya untuk Khanaya, dan selama mereka memutuskan untuk saling mengenal Arga memang tidak pernah menyentuh Khanaya, jadi bisa dibilang Arga jujur lah ya kali ini.


Rafa tiba-tiba teringat akan kejadian di beberapa waktu lalu, Khanaya juga dengan Arga di restoran ini


"Calon suami?? " tanya Rafa Lagi


"masih kurang jelas ucapan saya..??" tanya Arga


"Nay apa benar yang di bilang pria ini..??" tanya Rafa


Jujur Khanaya bingung harus menjawab apa, karna hubungan nya dan Arga memang belum ke tahap selanjutnya, belum ada pembicaraan antara dua keluarga, tapi saat ini dia juga tidak mungkin tidak menjawab pertanyaan Rafa

__ADS_1


"Iya kak, dia mas Arga, calon suami Naya...." ujar Khanaya


Senyum Arga mengembang.


"sudah cukup jelas kan..?? kami permisi, oh ya tolong jangan berharap lebih dari teman,dan mengenai masa lalu anda dan Naya saya juga sudah tahu.." ujar Arga sambil membalikkan badan, dengan tangan yang masih menggenggam tangan Khanaya, ada senyum mengembang yang tak lepas dari bibir Arga


Merekapun menuju mobil, Arga membukakan pintu mobil untuk Khanaya, Rafa menyaksikan itu semua, perih sudah pasti, tapi nasi telah menjadi bubur.


Jika Rafa harus menerima luka atas perbuatannya sendiri, Tapi Arga malah nampak sangat bahagia.


"Pak Arga kenapa dari tadi senyum-senyum..??" tanya Khanaya heran


"gak bisa di ulang lagi kah panggilan tadi..??" tanya Arga


"panggilan yang mana..??" tanya Khanaya pura-pura tidak paham, padahal dia jelas-jelas sangat paham arah pembicaraan Arga


"hmm... lupakan Saja lah..." balas Arga pasrah


"kan gak mungkin saya jawabnya, iya kak, dia Pak Arga, calon suami Naya, jelas kak Rafa gak akan percaya kan..." ujar Khanaya


"maka belajar dari sekarang panggil saya Mas saat kita tidak di jam kerja..." pinta Arga


"belum bisa..." balas Khanaya


"tuh tadi bisa..."balas Arga


"situasi pak yang memaksa..." balas Khanaya


"maka dari sekarang harus di paksa.."


"Pak Arga, nanti ada waktu nya, gak sekarang..."


"hmmm...." Arga pasrah


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2