Tak Berujung

Tak Berujung
Wanita ini


__ADS_3

"Bismillahirrahmanirrahim...." Doa Khanaya saat Lift sudah sampai di lantai empat.


menuju meja kerja nya, di mulai dari menyalakan komputernya, mengelap meja dan juga mengeluarkan beberapa berkas.


"Pagi Bu Khanaya..." sapa Bu Sari sang OG yang akan memberikan ruangan Arga


"Pagi Bu Sari..." balas Khanaya ramah


"Semangat ya Bu..." ujar Bu Sari memberi semangat sembari mengepalkan tangannya dan di balas hal sama oleh Khanaya.


Tak berselang lama bu Sari pun keluar dari ruangan Arga dan bersamaan dengan itu Arga juga sampai di depan ruangan nya.


"Pagi pak.." sapa Bu Sari


"Pagi Bu Sari..." balas Arga


"pagi ini mau kopi ginseng atau kopi hitam biasa pak...??" tanya Bu Sari


"nanti saja Bu, lagi belum pengen minum kopi, saya masuk dulu ya Bu .." balas Arga ramah,


Bu Sari dan Arga nampak akrab, bahkan Khanaya sempat mengerutkan kening nya melihat bagaimana Arga ngobrol santai dengan pegawainya, tidak memandang rendah sekalipun seorang OG.


Arga melangkah masuk ke ruangan nya, di dorong pintu ruangannya, tapi kemudian di tahan nya.


Arga membalikkan tubuhnya "Apa Ayu sudah mulai cuti?" tanya Arga ke Khanaya


Khanaya yang tadi nya akan duduk kembali berdiri


"iya pak Bu Ayu sudah mulai cuti, jika ada yang kurang paham akan di bantu dari via telfon" balas Khanaya sedikit gugup


"Ok..."


"oh ya tolong kamu bawakan berkas-berkas meeting saya kemarin, yang di berikan oleh Pak Gani" Titah Arga


"baik pak...." jawab Khanaya


Saat Arga masuk ke ruangannya, tubuh Khanaya seakan tak bertulang, langsung lemas dan terduduk di kursi nya


"huuft... tu bos buat jantungan aja, tadi sama Bu Sari ramah banget, kenapa pas sama Naya jadi kaku gitu...huuft...." lemas Khanaya


beberapa detik kemudian Khanaya langsung berdiri lalu beranjak menuju ruangan sang pimpinan dengan membawa beberapa berkas.


Sebelum masuk Khanaya mengetuk pintu dan juga mengucap salam.


Arga sempat terdiam sebelum membalas salam Khanaya, baru kali ini ada yang mau masuk keruangan nya dengan mengucapkan salam.


Saat salam di jawab, Khanaya pun masuk, berjalan mendekat ke meja Sang pimpinan.


"Ini berkas-berkas yang bapak minta tadi pak.." sambil menyodorkan berkas itu ke Arga


"kamu sudah ada cek ulang dan copy semua data ini??" tanya Arga sambil membuka berkas demi berkas

__ADS_1


"maaf pak belum, saya baru akan buka berkas ini tadi, tapi bapak sudah memintanya, saya tahu sebenarnya tidak ada alasan untuk semua ini" jawab Khanaya


"saya kan bertanya, saya tidak bilang kamu harus sudah membacanya, lagi pula kemarin kan pak Gani juga sudah mau jam pulang memberikan ke anda Bu Khanaya.." balas Arga


"Ayu sudah jelaskan apa saja yang harus kamu lakukan saat menerima berkas dari saya??" tanya Arga


"sudah pak..." jawab Khanaya


"baiklah, tolong kamu langsung salin poin-poin penting nya di laptop saya, pakai laptop saya " titah Arga sambil menyodorkan laptopnya


"baik pak..." balas Khanaya sambil meraih laptop Arga dan juga beberapa berkas.


Khanaya akan keluar, tapi terhentikan


"kamu mau kemana...??" tanya Arga


"saya mau balik ke meja kerja saya pak untuk merangkum berkas ini" jawab Khanaya setelah berbalik melihat Arga


"kerjakan di meja sana..." titah Arga sambil menunjuk sofa yang ada meja nya


"Maaf pak, saya di meja kerja saya saja... gak baik jika saya hanya berdua dengan bapak disini.." balas Khanaya


Arga mengerutkan keningnya "kamu mau menuduh saya macam-macam??" tanya Arga


"maaf pak bukan begitu, saya bukan bermaksud menuduh bapak yang tidak-tidak, tapi bagaimanapun saya dan bapak bukanlah mahram, jika hanya berdua di ruangan ini,takut terjadi Fitnah.. karna kita tidak pernah tahu penilaian orang di luar sana" Jawab Khanaya dengan lembut


"gadis ini, bukan hanya menjaga diri dengan menutup auratnya, bahkan dalam hal seperti inipun sangat dia jaga... padahal hanya orang-orang kepercayaannya saya yang masuk ke ruangan ini" batin Arga


Khanaya menjawab dengan anggukan dan senyuman singkat,. lalu kembali ke luar ruangan


Tampa sepengetahuan Khanaya sebenarnya Arga memperhatikan nya, Arga dapat melihat aktifitas di luar, tapi yang diluar tidak bisa melihatnya.


"Sisakan satu untuk hamba wanita yang menjaga Marwah nya ya Allah..." doa Arga sambil tersenyum melihat Khanaya yang fokus pada layar laptop.


Beberapa jam berlalu, Khanaya pun mengetuk pintu ruangan Arga lagi-lagi dengan mengucapkan salam.


"ini pak, silahkan di cek, jika ada yang kurang bisa segera saya revisi.." ujar Khanaya


Arga pun langsung mengecek, "bener kata Ayu , pak Surya dan Bu Diana, dia sangat teliti" batin Arga


"Gimana pak...??" tanya Khanaya


"Hmmm....sejauh ini saya suka dengan hasil rekapan yang kamu buat.. jika nanti ada yang gak pas, saya akan panggil kamu" balas Arga


"Alhamdulillah, baik pak, saya permisi dulu..." pamit Khanaya


"oh ya, tolong kamu telfon bagian Pantry, minta Bu Sari antarkan kopi hitam" pinta Arga sambil fokus pada laptop nya


"baik pak..." balas Khanaya lalu menuju meja kerja nya


Khanaya langsung menghubungi bagian Pantry, meminta Bu Sari untuk membuatkan kopi untuk Arga.

__ADS_1


Tapi ternyata Bu Sari sudah pulang karna anaknya sakit, ingin bertanya ke Arga, tapi rasa nya aneh jika masalah kopi saja dia harus bertanya lagi.


Khanaya pun beranjak dari duduk nya menuju Pantry


"eh Bu Khanaya,..." sapa salah satu OB


"Bu Sari biasanya ada takaran khusus untuk kopi pak Arga gak ya pak..??" tanya Khanaya


"waduh saya gak tahu Bu, biasa Bu Sari yang selalu buat, kalau Bu Sari keluar pak Arga tetap akan nunggu..."


"gitu ya pak..." balas Khanaya sambil berpikir


Khanaya memutuskan untuk tetap membuatkan kopi untuk Arga, pasrah dengan reaksi Arga nanti


"yakin bu...??" tanya sang OB saat melihat Khanaya menakar kopi


"soal nya pernah ada OB yang kena semprot saat kopi gak sesuai..." tambah sang OB


"gak papa pak, jika di tolak nanti bisa di perbaiki..." balas Khanaya dengan senyum ramah


Khanaya sudah berada di depan pintu, tak lupa mengucapkan salam.


"Bu Sari mana??" tanya Arga


"Bu Sari sudah pulang pak, anaknya sakit, ini kopi saya yang buat, jika tidak sesuai bapak bisa beritahu saya berapa takaran kopi dan gula nya" jawab Khanaya


Arga mengerutkan kening nya, saat di kantor memang Bu Sari lah yang selalu membuatkan nya kopi.


Arga menerima kopi yang Khanaya sodorkan.


Ada rasa penasaran, Arga tahu jika makanan dan minuman tidak boleh di tiup, melainkan di kipas jika panas, tapi rasa penasarannya akan rasa kopi yang Khanaya buat.


Membuat Arga akan meniupnya


"Lebih baik di kipas pak jika panas, atau bisa bapak tuang ke piring lepek nya agar cepat dingin" ujar Khanaya mengingat kan


"wanita ini..." batin Arga


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Lanjut…???


Sebelum lanjut boleh lah ya Follow Akun IG kak Ajeng dan jangan ngaku suka sama cerita kak Ajeng kalau belum Follow IG kak Ajeng 🀭 @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...πŸ™πŸ₯°


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2