Tak Berujung

Tak Berujung
Kejadian tak Terduga


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Sebenarnya Arga tidak berminat untuk hadir di acara makan malam pak Wilson, tapi pak Gani mengatakan karna pak Wilson salah satu rekan bisnis nya sejak awal memegang kendali perusahaan.


Merekapun pergi, Khanaya juga ikut serta walau sebenarnya dia lebih memilih untuk tidur di kamar hotel, itu jika boleh memilih.


Sebuah jamuan besar, karna pak Wilson adalah pengusaha internasional, jadi jaringan bisnisnya jelas luas.


Sebuah makan malam Ara Eropa, ada tarian dan juga penyanyi yang mendendangkan lagu demi lagu.


"kenapa...??" tanya Arga ke Khanaya,.Arga seakan tahu Khanaya merasakan tidak nyaman disini


"pak saya boleh ke mobil aja gak...???" tanya Khanaya


"kita gak lama kok, setelah memberi salam ke pak Wilson kita kembali ke hotel.." balas Arga berusaha menenangkan Khanaya


"Jangan jauh-jauh dari saya, disini ramai.." lirih Arga tapi mampu Khanaya dengar dan Khanaya menjawab dengan anggukan kepala


"Pak Arga...mari di Nikmati hidangan nya..." Ujar Pak Wilson saat bertemu dengan mereka.


mengajak Mereka untuk bergabung di meja panjang yang sudah tersedia


"kami gak bisa lama-lama pak..." balas Arga


"Ayo lah sebentar saja, saya tahu pak Arga jarang sekali mau ikut dinner seperti ini, tapi kapan lagi coba.." paksa Pak Wilson


Mereka pun mau tidak mau menurut


"tuh pak Gani malah sudah bergabung dengan yang lain..." tunjuk pak Wilson


"minta di ketok kali ya tu kepala..." kesal Arga dalam hati sembari menatap tajam pada sang Aspri, tapi sayangnya pak Gani malah nampak santai saja.


Arga dan Khanaya pun ikut duduk, sebenarnya Khanaya tak nyaman , apalagi di sebelahnya adalah pria yang tak dia kenal.


Arga paham akan ekpresi dari raut wajah Khanaya


Saat salah seorang pramusaji akan menuang minuman anggur ke gelas Khanaya, dengan cepat gelas itu Arga tutup dengan tangan nya.


"Kami tidak minum anggur atau minuman bersoda lain nya, kami minta jus saja..." ujar Arga ke pramusaji


"oh maaf pak saya tidak tahu, akan saya ambilkan jus..." jawab Pramusaji


Arga dan Khanaya saling melihat sesaat, hanya sesaat, Khanaya pun mengucapkan terimakasih walau sedikit berbisik tapi Arga mampu mendengar nya.


Pak Gani melihat itu semua nampak sangat puas, karna sebenarnya itu semua adalah ulah nya.

__ADS_1


Merekapun menikmati hidangan, jika yang lain bersemangat tidak dengan Khanaya, bagaimanapun dari sekian banyak wanita di acara malam ini bisa dihitung wanita yang mengenakan jilbab.


untuk ukuran jilbab besar menutup area dada hanya Khanaya, jelas itu membuat dia menjadi pusat perhatian..apalagi sebagian besar mereka berpakaian terbuka.


"pak masih lama...??" tanya Khanaya


"saya tanya ke pak Gani dulu, kalau dia masih mau berlama-lama, kita balik ke hotel duluan saja..." jawab Arga dan itu membuat Khanaya lebih tenang


Saat mereka akan mendekati Gani tiba-tiba ada yang meraih lengan Khanaya, dan itu sontak membuat Khanaya kaget.


Khanaya dengan cepat mengibas tangan itu agar terlepas dari lengan nya.


"hei... kok kasar..." ujar seorang pria dengan nada sedikit menggoda


"pak Arga...." panggil Khanaya dan itu membuat Arga menoleh kebelakang.


Arga kaget bukan kepalang saat lengan Khanaya dalam genggaman seorang pria asing.


Setelah tadi terlepas, pria itu kembali meraih lengan Khanaya.


Arga dengan cepat mendekati Khanaya.


"lepaskan..." titah Arga dengan ketus sambil memukul tangan itu agar terlepas,


Arga menarik Khanaya ke belakangnya.


Mata nya pun tak lepas melihat Khanaya dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan kepala yang dia miringkan agar bisa melihat Khanaya yang berlindung di balik punggung Arga


"jaga mata, tangan dan mulut anda, jika bukan karna saya tamu, saya sudah seret anda keluar.." balas Arga


Pak Gani dan Wilson yang melihat keributan itu pun kaget dan langsung mendekat.


"santai bung, memang nya dia siapa anda...??" tanya pria itu


"sepertinya anda mabuk jadi gak bisa jaga tingkah laku anda, lebih baik anda ke toilet dan basuh wajah anda, biar segera sadar.." balas Arga


"pak sudah kita keluar saja..." ajak Khanaya , dia benar benar tidak nyaman dengan situasi ini


"hei cantik, kamu itu kalau ikut bergabung dengan penari itu, saya jamin akan lebih cantik..." ujar pria itu lagi


"saya bilang jaga bicara anda ya..." bentak Arga kali ini dia benar-benar emosi


"ada apa ini...??" tanya Pak Wilson


Arga pun menceritakan apa yang terjadi.


"Pak Arga mohon di maafkan, sepertinya orang ini dalam pengaruh Alkohol..." ujar pak Wilson setelah mendengar cerita yang terjadi

__ADS_1


"aduh pak Wilson, jangan munafik pak, wanita ini jika bergabung dengan penari itu pasti akan lebih seksi..."


BUUUGG...


Satu pukulan melayang di bibir kiri, kali ini Arga benar-benar tidak bisa menahan diri, Khanaya refleksi menarik lengan Arga.


"pak sudah, jangan main kekerasan..." Khanaya berusaha menenangkan


"jaga bicara anda, saya tidak akan membiarkan siapapun melecehkan orang-orang di sekeliling saya, apalagi itu wanita....dia yang tertutup saja masih bisa anda ganggu, bagaimana dengan mereka yang terbuka...???" bentak Arga penuh emosi


"Ga sabar Ga..." pak Gani ikut menenangkan


"maaf pak Wilson, saya sudah tidak bisa menahan emosi, mulut orang seperti ini perlu di beri pelajaran,. bahkan saya bisa jamin, dia bukan orang yang bisa di percaya " ujar Arga kali ini kepada Pak Wilson


"saya yang minta maaf atas keributan ini pak Arga....ini di luar kendali saya...." balas Pak Wilson


"terimakasih untuk jamuan nya, kami permisi.." ujar Arga sambil mengeluarkan beberapa lembar uang lalu di masukan ke saku baju pria yang dia tonjok tadi


Arga menarik lengan Khanaya tanpa bersentuhan secara langsung.


Khanaya tidak berani protes dia mengikuti kecepatan langkah Arga,. begitupun Pak Gani.


Arga langsung membuka pintu mobil saat mereka sudah berada di samping mobil, meminta Khanaya masuk tanpa sepatah katapun.


Pak Gani pun tak berani berucap sepatah katapun.


"Lo ya bang,. sekali lagi ngajak gue ke acara begituan, siap-siap gue pecat..." ancam Arga


"loh kenap jadi gue yang jadi sasaran..." protes Pak Gani


"Lo lupa, Lo yang maksa kita ikut... tapi apa yang terjadi...??" tanya Arga dengan nada lumayan tinggi


Khanaya hanya diam seribu bahasa, kejadian tadi saja masih jelas di ingatan nya, di tambah perdebatan dua pria ini.


Jika soal minuman itu memang ulah pak Gani,. tapi soal pria ini dia tidak tahu sama sekali.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2