Tak Berujung

Tak Berujung
Hari Pertama


__ADS_3

Hampir dua bulan penantian, dan hari ini Hari pertama Khanaya mulai bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar di kota B


"Nay, udah semua gak ada yang ketinggalan..??" tanya Ibu


"In Sya Allah udah semua Bu, ini kan hari pertama Naya masuk, jadi untuk keperluan nanti bisa Naya sesuaikan..." balas Khanaya


"yakin mau bawa motor sendiri??" tanya Ayah


"yakin yah... Ayah masih gak percaya sama Naya bawa motor sendirian, tiga tahun lebih Naya di sana bawa motor sendiri yah..." balas Khanaya mengingat kan sang ayah bagaimana dia di kota P


"hahaha... ayah lupa anak ayah ini gak di ragukan lagi bawa motor.." balas ayah


" tapi belajar juga bawa mobil, jadi kapan butuh bawa mobil kamu bisa bawa.." ujar Ibu


"betul tuh kata Ibu..." dukung Ayah


"gak sekarang ya Yah, Bu... Naya masih belum pengen..hehehe"


Ayah dan ibu hanya bisa geleng-geleng kepala


"Hmm.. Naya berangkat ya Yah, Bu...doain anakmu ini...hehehe...." pamit Khanaya dengan sambil terkekeh


"hati-hati, lancar semua nya..." balas Ibu


Khanaya pun mencium takzim tangah ayah dan Ibu,. tak lupa mengucapkan salam.


Dua puluh menit menempuh perjalanan dengan motor, kini Khanaya sudah berada di area parkir sesuai arahan dari pak satpam.


Dilangkahkan kaki nya dengan jantung yang tak karuan.


Pintu gedung otomatis terbuka saat ada yang akan masuk.


"huuft...." dibuang nya napas panjang untuk menetralisir rasa grogi nya.


Sesuai instruksi para pegawai baru langsung menuju ruang bagian HRD untuk tahu posisi dimana mereka di tempatkan.


Khanaya pun langsung menuju ruang bagian HRD, nampak sudah ada beberapa pegawai baru yang juga baru datang.


Tak lama saat Khanaya saling sapa dengan yang lain, ada seorang wanita cantik, berpakaian tertutup tapi tidak mengenakan jilbab.


"sudah kumpul semua kan?? silahkan masuk..." titah ibu Diana, beliau adalah ketua bagian HRD


ada empat pegawai baru, tiga wanita satu laki-laki.


Mereka pun mengikuti arahan dari ibu Diana.


Bu Diana mulai membagi tugas untuk mereka.


"Ikbal dan Fitri kalian saya tempatkan di bagian pendistribusian"


"Dan untuk Khanaya dan Melda kalian di bagian pembukuan, Khanaya pembukuan bagian perencanaan manajemen dan Melda pembukuan bagian arsip" ujar Bu Diana dengan tegas


"Baik Bu..." jawab mereka kompak


"ingat, kalian masih dalam masa training untuk tiga bulan ini, tunjukan performa kali ya.." ujar Bu Diana dengan senyum ramah

__ADS_1


"Siap Bu..." Balas mereka lagi dengan kompak


Sesuai instruksi yang di berikan, mereka pun menuju ke bagian departemen masing-masing.


Perusahaan ini bergerak di bidang home care dan juga Skincare.


Khanaya menuju meja yang sudah di lengkapi dengan komputer.


"Hai kenalin aku Nilam..." sapa wanita cantik dengan jilbab yang di gulung ke leher


"salam kenal Nilam, aku Khanaya..." balas Khanaya dengan ramah


"Aku Rio..."


"Aku Winda..."


"Kita di divisi ini hanya berempat, untuk kepala bagian ada pak Surya, beliau hanya stay saat pengecekan" ujar Nilam memberi tahu.


Khanaya mengangguk paham.


"mohon bimbingannya ya semua, karna saya masih harus banyak belajar" ujar Khanaya


"Santai aja, kita gak menakutkan kok, oh ya biasa di panggil apa nich...??" tanya Rio


"Panggi Naya saja...mas Rio...".balas Khanaya


"cie mas Rio..." ledek Winda


"salah ya...??" tanya Khanaya


Khanaya di sambut dengan baik dan juga terbuka oleh rekan-rekan satu divisi nya.


Awal yang cukup baik untuk Khanaya, hari ini dia banyak belajar dari rekan-rekan.


Tepat jam 5 sore mereka pun mematikan komputer mereka, lalu mulai berhamburan keluar dengan kompak.


"Bersyukur Nay, kamu hari pertama gak lembur, aku dulu pertama masuk pas lembur jam 9 malam baru pulang, mau nangis rasa nya" ujar Nilam menceritakan pengalaman pertama nya


"nanti kalau pas ada projek, divisi kita itu paling sibuk Nay.." ujar Winda


"belum lagi kalau pak Surya udah datang, gak bisa sambil makan Snack pasti nya, fokus sama lembar demi lembar berkas dan juga layar komputer" ujar Rio


"yang penting harus pada sabar ya ngajari Naya..." balas Khanaya dengan senyum ramah


πŸƒπŸƒ


"perlu di pijit gak teh...??" tanya Artika


"ngeledek nich...??" tanya Khanaya


"yeee, Tika serius ya... oh ya ada cogan nya gak teh, trus CEO nya masih muda gak?? kayak di novel-novel gitu loh teh..."


Khanaya bukan menjawab, malah menyentil kening Artika


"sakit atuh teh..." protes Artika

__ADS_1


"lagian kamu nya, teteh nya baru mulai kerja udah di tanya macam-macam..." timpa Ibu


"kan siapa tahu Bu, dapat jodoh CEO ganteng, baik, gak sombong, penyayang... paket komplit deh..." balas Artika


"efek kebanyakan baca novel dan Drakor ni Bu..." balas Khanaya


"ckckck.... teh Artika mah gitu dia, di kampus aja temennya banyak yang cowok" balas Ardana


Artika pun melempar bantal sofa ke wajah Ardana


"aduh...aduh...kalian ini, kapan akur nya??" tanya Ibu


"Bu ayah mana??" tanya Khanaya yang tidak melihat sosok sang ayah


"ayah ada doa bersama di rumah pak RT, Tasyakuran kelahiran cucu pertama" jawab Ibu"


"siap-siap Bu, bentar lagi ayah sama ibu yang Tasyakuran..." ujar Artika


"tasyakuran apa..??" tanya ibu


"tasyakuran pernikahan teh Naya Donk Bu, masak tasyakuran kelahiran cucu, nikah aja belum teh Naya nya..." jawab Artika


"kayaknya ada yang ngebet nikah deh Bu..." cibir Khanaya ke arah Artika


"siapa.??" tanya ibu


"tuh.." tunjuk Khanaya ke Artika


"enak aja, Tika masih lama ya,. teteh aja belum..." balas Artika tak terima


Bukan terlahir dari keluarga berada, hanya keluarga sederhana, tapi dengan usaha keras ayah,. kegigihan ayah mampu membawa anak-anak menuju pendidikan setinggi mungkin


Ayah dan Ibu bersyukur di berikan anak-anak yang penurut, walau tak bisa di pungkiri terkadang mereka juga saling berselisih ringan antara adik dan kakak.


Tapi masih dalam batas kewajaran.


Buah jatuh tak jauh dari pohon nya, mungkin itulah perumpamaan keluarga ini


Khanaya begitu tenang seperti ibu, dan juga tak banyak menuntut.


Berbeda dengan Artika dan Ardana,, jarak mereka terlalu dekat,. bahkan dikira saudara kembar, mungkin itu yang membuat mereka sering saling mengejek, saling meledek, tak jarang mereka suka bertengkar bahkan untuk hal yang sepele.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Lanjut…???


Sebelum lanjut boleh lah ya Follow Akun IG kak Ajeng @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...πŸ™πŸ₯°


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2