
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Penyesalan..!!!
"Terlalu menyesali hanya akan membuat kita lupa untuk bersiap memperbaiki."
"Ketakutan itu hanya sementara. Penyesalan itu selamanya."
"Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan."
"Adanya penyesalan adalah untuk menyadarkan bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang."
Rafa memukul stir mobil nya berulang kali.. memorinya kembali mengulang masa-masa dulu dengan Khanaya, hingga moments diri nya membuat janji ke pada Khanaya.
Luka yang Rafa rasakan tak sebanding dengan yang Khanaya rasakan, beda nya Khanaya dengan cepat menyadari kesalahannya yang berharap kepada sesama manusia.
"Semoga kamu bahagia Nay..." guman Rafa lalu melajukan mobil nya.
Ada yang bilang, Rafa telah membuang sebuah Berlian hanya untuk onggok batu krikil.
Tapi mungkin ini sebuah teguran untuk Rafa, agar kedepannya lebih bisa menghargai seseorang.
🍃
Malam ini selesai makan malam mereka sedang berkumpul,. Khanaya membawa satu paper bag, lalu di berikan nya kepada Ibu.
"apa ini...??" tanya Ibu
"buka aja Bu, ini dari Naya dan Mas Arga.." jawab Khanaya yang saat ini duduk tepat di samping sang ibunda
Ibu pun membuka paper bag, sebuah Gamis syar'i berwana Grey dengan bordir di lengan dan di bagian bawah.
"Masyaallah, ini buat ibu, bagus banget Nay..." ujar Ibu saat menempelkan gamis tersebut di badan Ibu
"Buat Tika mana teh...??" teriak Tika dari arah kamar
"Tika..." Tegur Ayah
"besok Ahad mas jemput ya, Tika dan Adan bisa pilih mana yang suka..." ujar Arga
"mas...." lirih Khanaya
Arga tak menjawab Khanaya, dia malah melihat ke arah ayah.
"yah... besok pulang kantor Arga dan Khanaya akan langsung ke rumah Papa dan Mama, mama udah chat aja , minta menantu nya datang kerumah.." ujar Arga ke ayah
"ya mangga atuh... ayah mah terserah kalian, disini ya rumah kalian, di sana ya rumah kalian juga..." jawab Ayah
"Ahad siang mas jemput harus udah siap semua ya..." ujar Arga sambil melihat ke Artika dan Ardana berganti
__ADS_1
"hasiiiap..." jawab mereka kompak dan penuh semangat.
Khanaya pasrah, sang suami tak mengindahkan teguran nya,.Arga malah nyengir kuda ke arah Khanaya.
Saat berada di luar kamar mungkin mereka tampak enjoy, tapi tidak saat berada di kamar dan hanya berdua.
Rasa canggung dan gugup mereka rasakan.
Arga sudah berada di ranjang sebelum masuk ke kamar dia telah ke kamar mandi terlebih dahulu.
Khanaya sedang berdiri di depan cermin, di bukanya jilbab nya, lalu di gantung di gantung yang ada di samping kaca.
Khanaya terbiasa tidur dengan rambut yang terurai, di buka nya ikat rambut nya, lalu di sisir nya rambut hitam dan lurus sebahu itu.
"Masyaallah, Cantik..." batin Arga melihat pantulan wajah Khanaya dari cermin.
Ingin rasa nya membelikan Khanaya meja rias, tapi banyak yang Arga pertimbangan, tak ingin ada anggapan Arga mengandalkan uang dan uang.
Melihat ekspresi Khanaya saat akan mengajak adik-adiknya berbelanja saja sudah bisa di tebak, Khanaya buka yang senang di manjakan dalam bentuk rupiah.
Khanaya membalik tubuh nya, dapat dia lihat Arga yang tengah melihat diri nya.
Khanaya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"tidur lah, udah malam..." ujar Arga
Khanaya bingung harus bagaimana, karna bagaimanapun Arga sudah sah menjadi suami nya, tapi rasa canggung masih terlihat jelas, Khanaya sadar ada kewajiban , tapi semua yang mendadak ini membuat nya masih sangat canggung.
"hmmm... gak papa, nih Naya mau tidur..." ujar Khanaya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang, lalu menyelimuti tubuh nya sebatas dada.
Arga hanya bisa geleng-geleng, Arga sangat paham yang Khanaya rasakan,.maka dari itu Arga belum meminta hak nya.
Kejadian yang sama, jika tadi malam mereka berjarak, tapi tidak saat ini, Khanaya berada dalam dekapan hangat sang suami.
Tubuhnya sedikit menggeliat, setelah mata nya terbuka sempurna Khanaya dapat melihat sang suami yang masih nampak terpejam.
Khanaya mengukir sebuah senyuman, di tatapnya setiap inci dari bentuk wajah sang suami, sungguh maha karya Allah yang tak ada celah nya.
Entah keberanian dari mana, jari telunjuk Khanaya tiba-tiba memainkan pipi sang suami, di colek nya berkali-kali.
Mungkin ini Obat terbaik dari rasa sakit nya dahulu.
Dari pipi lalu ke hidung,.di colek nya ujung hidung mancung sang suami.
Tiba-tiba jari telunjuk itu di genggaman oleh Arga, masih dengan mata terpejam,. sedang Khanaya membulatkan matanya.
"kalau mau muji suami itu langsung, jangan diam-diam.... ingat saling melempar pujian itu Sunah loh,.dan bernilai ibadah" ujar Arga sambil membuka mata nya perlahan
"mas sejak kapan bangun...???" tanya Khanaya sambil menarik jari nya.
"sejak kamu masih terpejam dalam pelukan saya, lalu kamu menggeliat, trus akhirnya kami mainin pipi saya udah kaya agar-agar yang kenyal,.trus ke hidung..." jawab Arga Tampa beban
__ADS_1
"berarti mas udah dari tadi bangun nya Donk.." ujar Khanaya dengan kesal dan malu
"saya juga lihat tadi kamu ileran..." canda Arga
"enak aja Naya di bilangan ileran" protes Khanaya sambil mengusap ke dua sudut bibir nya
"tetap cantik kok..." balas Arga lagi Tampa beban, sepertinya menggoda sang istri akan menjadi kegemaran nya mulai saat ini.
"iih... udah buruan bangun, mandi,.nanti ditunggu ayah ke masjid..." ujar Khanaya sambil mengalihkan pandangannya
"ok...saya mandi dulu deh....atau mau mandi bareng..." goda Arga lagi
"mas Argaaa...." geram Khanaya sambil memutar kepala lagi ke arah sang suami, hingga menatap sang suami yang sedang menahan tawa
"saya sini Nay,. belum kemana-mana, jadi manggil nya biasa aja..." balas Arga
"tauk ah..." kesal Khanaya sambil bangkit dari posisi tidur nya, lalu menyepol rambut nya.
Arga malah terkekeh puas, lalu meraih handuk dan keluar menuju kamar mandi.
Jika Arga keluar dengan wajah sumringah, Khanaya malah keluar dengan wajah cemberut.
"tuh muka kenapa Teh...??" tanya Artika saat berpapasan dengan sang kakak.
"mules...." jawab Khanaya ngasal
"kalau mules ya ke kamar mandi atu teh..." Artika
"masih penuh kamar mandinya.." lagi-lagi jawaban ngasal
"ya udah gedor aja,.biar gantian,.. kok repot..." ujar Artika
"iih bawel lah.... " kesal Khanaya
"teh Naya lagi kenapa sih Bu...??" tanya Artika
"berebut kamar mandi kali.." jawab ibu tak kalah ngasal nya juga
🍃🍃
...Lanjut…???...
...Sebelum lanjut mohon komentar yang Bijak ya. Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai....
Jangan lupa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Jangan lupa tinggalkan Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran