
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Sepasang kekasih halal itu sedang menikmati waktu mereka berdua. saat ini mereka sedang di toko furniture, seperti yang Khanaya minta ke Arga untuk membelikan pembatas ruangan.
Agar ruang geraknya lebih leluasa di dapur saat ada tamu berkunjung.
Dan sekitarnya jam 10 tadi mereka pun berangkat.
Tah hanya ke toko furniture, mereka juga menyempatkan ke pasar untuk membeli ikan dan sayuran.
Jika mereka sedang Bahagia, berbeda dengan seseorang di tempat lain.
Mata nya membulat sempurna, dia sadar akan ada tiba saat seperti ini, tapi dia tak pernah mengira bahwa Khanaya dan Arga sudah berstatus suami istri dan undangan yang dia terima adalah undangan resepsi.
"Mama dan Papa udah tahu tentang ini..??" tanya Bayu
"baru tahu juga sih beberapa hari lalu, emang kenapa..??" tanya sang Papa
"kenapa semua baru tahu Ma,Pa..??" tanya Bayu dengan nada kecewa yang sulit dia sembunyikan
"Tak ada yang tahu Bay, semua serba mendadak, karna di saat Arga melamar wanita itu, sang ayah menjawabnya dengan Ijab Kabul, sang Ayah ingin di langsungkan terlebih dahulu walau sebatas siri" jawab sang Papa
"Mereka satu pekerjaan, dan sering bersama, jadi sang ayah gak ingin terjadi sesuatu sebelum waktu nya, inti nya tujuan mereka kan sama, Sekarang atau nanti niat mereka ya menikah"
"dan saat harus mengurut surat, atau lain nya mengenai pernikahan, mereka sudah sah...," ujar sang Papa menjelaskan
"emang kenapa Bay...??" tanya sang mama heran dengan ekspresi sang Putra
"dia adalah sahabat Bayu Ma, dan mas Arga itu sepupu Bayu, tapi Bayu malah gak tahu.." jawab Bayu
"mungkin belum sempat memberitahu sayang, mereka kan sama-sama sibuk" balas sang Mama
Mama bisa melihat ada sesuatu yang Bayu rasakan, suatu rasa yang berusaha Bayu sembunyikan, tapi Bayu tak mungkin mengatakan semua nya. Menyimpan semua dengan rapat adalah keputusan Bayu.
Bayu pun beranjak dari posisinya saat ini menuju kamar.
"Pa.... apa gadis yang Bayu suka selama ini itu istri Arga...??" tanya Sang Mama saat Bayu telah masuk ke kamar.
"huust Mama kalau ngomong.. hati-hati.."
"Pa dia nampak sangat kecewa Pa, dia pernah bilang menyukai teman nya kala waktu sekolah dulu"
__ADS_1
"ah yang bener?? masa iya sih Ma, jika benar wah Papa jadi bingung, tapi semoga itu gak benar lah"
Di dalam kamar Bayu tak henti melihat foto pernikahan Khanaya dan Arga.
Masa ini cepat atau lambat memang akan terjadi, tapi haruskah secepat ini?? Tanya Bayu dalam Hati
Ikhlas.. apa sebenarnya Ikhlas itu, bibir nya berkata ikhlas, tapi hati nya sakit.
Inikah ke Ikhlasan itu???
Jika bukan, lalu bagaimana Ikhlas yang sesungguhnya??
Tak mudah menyimpan cinta bertahun-tahun, tapi berujung pada kekecewaan. siapa yang harus dia salahkan??
Khanaya tak pernah minta untuk dia cintai, bahkan Khanaya sudah meminta Bayu untuk jangan berharap jauh dengannya.
Inikah Ikhlas??
Sedangkan diri ini Masih menyimpan rasa sakit..
Ternyata Ikhlas itu tak mudah seperti saat kita mengucapkan nya .
Tok..tok..tok...
Terdengar suara pintu kamar Bayu di ketuk.
"masuk lah Ma...." jawab Bayu
Bayu nampak sedang duduk di tepi ranjang, dan Mama pun menghampiri nya.
"Kenapa...?? coba jujur...??" tanya sang Mama sambil mengelus punggung sang Putra
"gak kenapa-napa Ma.. lagi pengen sendiri aja" jawab Bayu dengan berusaha tetap tersenyum
"Apa dia wanita yang sudah kamu suka sejak masa sekolah....??" tanya sang Mama, Bayu kaget dengan pertanyaan sang Mama
"Ma.... Ikhlas itu sebenarnya bagaimana, seperti apa..??" tanya Bayu
Sang Mama tersenyum mendengar pertanyaan Sang Putra.
"Ikhlas itu Seperti Surat Al-Ikhlas" jawab sang Mama dan itu membuat Bayu mengerutkan keningnya
"Ikhlas itu Seperti Surat Al-Ikhlas, Yang tidak ada kata Ikhlas di dalam nya. Selama Ikhlas masih terucap , itu berarti belum Ikhlas. Karna hanya dia yang Ikhlas , yang senantiasa Berbuat tanpa mau menyebutkan ke Ikhlasan Nya..." ujar sang Mama lagi
__ADS_1
"Memang tidak mudah, tapi tetap harus melakukan nya, karna dengan kita terus berusaha, maka kita akan menemukan titik ke Ikhlasan itu"
"Bayu berusaha keras Ma, tapi gak mudah.. kadang timbul pertanyaan kenapa harus mas Arga...??"
"Nah... itu namanya kamu belum ikhlas, kalau sudah Ikhlas mau dengan siapapun dia,. kamu gak akan mempertanyakan nya, gak akan mengungkit semua nya.."
"kamu yang lebih dulu mengenal nya, kamu yang lebih tahu dia dan semua nya, kamu yang menjaga dia dan lain nya.."
"Bukan hanya hubungan persahabatan yang harus kamu jaga, hubungan Persaudaraan juga harus kamu jaga sayang, anak Mama ini laki-laki yang hebat, Bayu pasti bisa... jika belum bisa sepenuh nya hari ini,. jangan menyerahkan, masih ada hari esok, tapi tetap positif thinking"
Sang Mama menasihati sang Putra dengan sangat hati-hati, Bayu memang tidak pernah menceritakan siapa wanita itu, tapi setiap di tanya mengenai pasangan, wajah Bayu berbinar, menandakan ada seseorang yang sangat dia harapkan.
Bayu menyandarkan kepalanya di pundak sang Mama, Kini lebih tenang.
Karna saat ini dia memang butuh sandaran. dan untuk seorang anak, Ibu salah satu tempat bersandar yang ternyaman.
"Persiapan diri kamu, kita harus menghadiri pernikahan mereka.."
"iya Ma... makasih ya Ma, sekarang Bayu lebih lega, ternyata menyimpan nya gak mudah.. padahal ada Mama yang selalu setia mendukung Bayu..." balas Bayu , lalu memeluk erat sang Mama.
Dia lah sang Maha Pemilik yang sebaik-baiknya tempat kita mengadu, tapi berbagi dengan mereka yang terkasih juga salah satu jalan untuk kita membuka jalan pikiran.
Selama tempat kita berbagi itu tepat, maka jalan yang akan dia tunjukkan pun tak akan lari dari ketentuan sang Maha pencipta.
"Doain Bayu ya Ma, Ikhlas yang Bayu punya benar-benar seperti surat Al-Ikhlas.. bukan hanya ikhlas di bibir saja"
"Doa seorang ibu selalu berharap kebaikan untuk anak-anak nya... dan Mama yakin, Allah sudah siapkan jodoh terbaik untuk anak Mama ini..."
"Ya udah Mama keluar ya.. kalau gak bisa ke kantor ya gak usah berangkat, istirahat aja di rumah"
"In Syaa Allah bisa kok Ma.. Bayu udah lebih lega , lagi pula jika Bayu mengurung diri itu menandakan Bayu belum sepenuhnya belajar Ikhlas.."
Sang Mama langsung menghujani sang Putra dengan kecupan di kening berkali-kali.
🍃🍃🍃🍃
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
....
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
__ADS_1
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran