Tak Berujung

Tak Berujung
Saran gue di kunci, biar lebih aman


__ADS_3

๐ŸŒ Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa๐ŸŒ 


*****************


"Saya suami yang pak Andre bicarakan tadi, harus lebih tinggi posisinya?? Saya lah suami itu" tambah Arga dengan senyum mengembang


Andre nampak gelagapan, bagaimana mungkin dia menggoda seorang wanita dimana ada sang suami di hadapannya.


Sebenarnya pak Wilson tak kalah malu dengan ulah rekan nya itu, tapi berusaha bersikap biasa, dia pun harus menjaga image nya.


"Ini serius pak Arga?? jadi pak Arga dan Bu Khanaya sudah menikah??" tanya pak Wilson tak percaya


"Seperti yang tertera di Undangan yang saya berikan pak... Jika berkenan untuk hadir" balas Arga


"Selamat ya Bu Khanaya, salut loh saya, bahkan Bu Khanaya tetep profesional dalam bertugas,." puji Jessi


"Saat dalam bekerja saya adalah sekretaris pak Arga, dan harus menjalankan tugas saya juga sebagai mana seharusnya.." jawab Khanaya


Andre akan angkat bicara tapi di potong oleh Arga.


"Khanaya sendiri yang minta kami untuk tetep profesional, tapi di saat ada yang melampaui batas, maka saya akan bertindak sebagai seorang atasan sekaligus suami.." Ujar Arga


Kali ini Arga menggenggam tangan Khanaya yang ada di atas meja. Arga sudah berusaha profesional, tapi jika sang istri di goda, dia pun akan bertindak dengan cepat.


Bersyukur Khanaya tahu harus melakukan apa, dan itu membantu Arga bisa menahan emosi nya.


๐Ÿƒ


Khanaya sedang berada di ruangan Arga, niat nya untuk memberikan beberapa berkas tapi Arga tak nampak, sepertinya sedang di kamar mandi itu yang ada di pikiran Khanaya.


Khanaya bukan keluar, dia malah terpana akan apa yang dia lihat dari jendela kaca ruangan Arga, hiruk pikuk sebuah jalan kecil dapat Khanaya lihat.


Tiba-tiba ada tangan yang melingkar kan penuh di perut Khanaya.


"Mas... ini di kantor" ujar Khanaya, tapi Arga malah semakin mengeratkan pelukannya, dia sandarkan kepalanya di pundak Khanaya.


"Mas...."


Arga tak merespon


"Nanti kalau ada yang masuk gimana...??"


"siapa yang berani masuk tanpa minta izin..?? biarkan seperti ini dulu" jawab Arga


"kenapa?? masih kesal soal yang tadi..??" tanya Khanaya


"gak usah di bahas Nay, pengen rasa nya tu mulut dan mata tu orang mas mutilasi"


"iih serem ah..."


"siapa suruh dia berani ngegodain istri Muhammad Arga Anshar...??"


"kan mereka gak tahu..."

__ADS_1


"tahu atau tidak Nay, tetap harus tahu tempat dan batasan... di hadapan orang banyak aja dia seperti itu, gimana saat berdua..??"tanya Arga


"Kan Naya itu kerja selalu di dampingi suami, jadi akan selalu ada yang siap menjadi pelindung, Naya bahagia dan bersyukur bisa bekerja sama bareng suami" balas Khanaya


"Apa kamu di rumah aja ya...??" tanya Arga


"Trus mas mau bawa sekretaris baru mas kemana-mana gitu...??" tanya Khanaya mode cemburu


"cemburu nih kalau suami sama cewek lain...??" tanya Arga sedikit menggoda


Khanaya membalik tubuh nya, kini mereka saling berhadapan.


"ya udah mulai besok mas bisa rekruit sekretaris baru" ujar Khanaya sambil mengalihkan pandangannya


Arga malah terkekeh, di bawa nya Arga menuju kursi singgasana nya, di bawa Khanaya dalam pangkuan nya.


Dan Kursi singgasana nya itu dia dorong mendekati jendela, jadi saat ini mereka melihat keluar dengan posisi Arga memangku Khanaya.


"Mas lepas..."


"kalau mas cari sekretaris lain, rugi... pertama mas gak bakal betah di kantor, kedua mas gak bisa kayak gini kapan pun mas mau, ketiga kalau ada cewek yang deketin nanti siapa yang bakal jadi benteng buat mas...??"


"tuh kan, semua cuma buat keuntungan mas aja.." balas Khanaya


"emang gak mau gini terus sama suami..??" tanya Arga sambil membawa Dagu Khanaya menghadap diri nya


"apa kata staf dan pegawai mas kalau Naya gini terus...??" tanya Khanaya


"Terserah mereka, kan saya seperti ini di ruangan saya sendiri..."


Arga bukan melepaskan Khanaya, dia malah membawa Khanaya ke meja kerja nya.


"Jangan berani-berani nya beranjak, tetap di pangkuan" titah Arga dan Khanaya pasrah dengan wajah yang dia tekuk, Arga malah menahan tawa sambil tetap fokus pada berkasnya.


Beberapa menit berlalu, Arga pun selesai dan langsung menandatangani berkas nya, lalu menutup nya.


"mas gak pegel, Naya berat loh... Naya balik ya ke depan.." pinta Khanaya


"hmmm... bener sih kayak nya istri mas ini perlu diet deh..." goda Arga


"apa yang mau di dietin..??" tanya Khanaya nada kesal


Arga malah mencubit singkat hidup Khanaya.


Saat mereka sedang asik bersenda gurau manja, pintu ruangan di ketuk


Tok..Tok..Tok


"lepas mas,.ada yang ngetuk..." pinta Khanaya


"dia gak akan berani masuk sebelum mas jawab..."


"iih... gimana kalau Bang Gani...??"

__ADS_1


"Biar aja..."


"maaasss...." protes Khanaya, Dan Arga malah terkekeh lalu melepaskan rangkulannya, dan Khanaya pun berdiri tepat di samping Arga.


Arga kembali membuka berkasnya tadi.


"Masuk..." ujar Arga


"lama amat... " omel Gani saat pintu nya dia buka


"awas jangan macam-macam ya..." ujar Gani sambil melihat ke arah Arga dan Khanaya bergantian


"tolong jaga sopan santu anda ya pak Gani, ini masih jam kerja, ada apa..??" ujar Arga dengan nada kepemimpinan nya


Bukan merasa takut, Gani malah menjitak kepala Arga


"sakit bang..." aduk Arga


"Lo minta gue profesional, trus Lo ngapain...??? bersyukur gue yang masuk, kalau yang lain...???"


"kalau yang lain dia gak bakal ngejitak kepala gue, mereka malah bakal takut nyinggung gue, paling ngoceh di belakang" jawab Arga dengan santai sambil menarik berkas yang Gani pegang


"yang sabar ya Nay..." ujar Gani


Dan Khanaya hanya bisa nyengir kuda


"Saran gue di kunci, biar lebih aman..." bisik Gani tapi masih bisa terdengar oleh Khanaya, dan itu membuat Khanaya malu seketika.


"gue tahu tempat kalau mau ngegempur..." balas Arga dengan santai dan itu membuat Khanaya menginjak kaki Arga


"Au... sakit Nay....kata nya alergi kekerasan ini malah melakukan kekerasan..."


"ckckck... kalian lanjut , gue mau keluar dan langsung pulang, mau ngelonin istri.." ujar Gani sambil terkekeh menuju pintu


Dia sangat paham saat ini mereka ibarat anak SMA yang sedang di mabuk cinta.


Tapi Gani tidak tahu belum pernah ungkapan Cinta itu keluar dari mulut ke dua nya.


"mas ih.. buat Naya malu tahu..." omel Khanaya


Arga bukan menjawab dia malah terkekeh dan karna kesal Khanaya meninggalkan ruangan Arga tanpa menunggu persetujuan Arga.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


....


Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.


...


Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia๐Ÿ™๐Ÿฅฐ

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah โ€“Alโ€™Quran


__ADS_2