
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
****************
Dua hari sudah Arga di kota S, setiap waktu luang dia habiskan dengan menelfon sang istri, hari sebelum nya Khanaya sempat ke kantor, dan hari ini hari libur, Khanaya dan Artika sudah berada di rumah sang Mama mertua, Artika terkagum-kagum.
Tapi Mama Arga dengan cepat membuat suasana menjadi tidak canggung, kini mereka sedang di dapur, mencoba membuat camilan untuk camilan mereka siang ini.
Sedangkan Papa mertua sedang ada Bansos di suatu daerah dengan komunitas nya, Banjir sedang melanda di berbagai daerah, dan sang Papa mertua memiliki komunitas untuk menjadi Relawan, saat ini mereka sedang membantu di lokasi banjir.
‘’Biasa berapa lama Ma kalau Papa jadi relawan ..??’’ tanya Khanaya
‘’Gak pasti Nay, tergantung kondisi, kadang dua hari tapi besok nya balik lagi untuk membantu memenuhi sembako dan lain nya..’’ jawab sang Mama
‘’Mama gak pernah ikut Ma..??’’ tanya Khanaya
‘’kadang ikut juga, karna ini banjir jadi Papa gak izinin mama untuk ikut..’’
Tiba-tiba Handphone Khanaya berdering, dari layar handphone nama Gani yang muncul.
‘Bang Gani nelfon, ada apa ya..??’’ guman Khanaya namun dengan cepat Khanaya menjawab nya, tiba-tiba perasaan nya jadi gak karuan
‘’Assalamualaikum bang..’’ salam Khanaya pada Gani dari sebrang sana
‘’Wassalamu'alaikum Nay…’’
‘’Ada apa bang kok tumben nelfon , Mas Arga mana..??’’ tanya Khanaya
‘’Nay….’’ Ujar Gani dengan gugup
‘’iya ada apa..?? Mas Arga baik-baik aja kan..?? atau pejalan dinas di perpanjang..??’’ Khanaya mulai tidak tenang dengan nada Gani yang terdengar gemetar
‘’Arga kena tusuk…’’
DEG
Khanaya mundur perlahan hingga mentok dengan meja makan.
‘’nay…’’panggil Gani, tak ada jawaban dari Khanaya, mata nya kosong
‘’teh, ada apa..???’’ tanya Artika bingung
Artika pun mengambil alih handphone sang Kakak lalu bertanya ada apa kepada orang di sebrang sana.
Gani pun menjelaskan.. Artika tak kalah kaget, tiba-tiba Handphone itu kembali Khanaya rebut
‘’Naya kesana sekarang, kirimkan lokasi nya bang..’’ ujar Khanaya
__ADS_1
‘’Gak perlu Nay.. Arga sedang dalam penanganan, kamu doain aja, nanti jika ada sesuatu langsung saya hubungi kamu..’’
‘’Gak bisa Naya harus kesana… kirim sekarang juga..’’
Mama pun bingung, bertanya apa yang terjadi, saat telfon di putus, Artika yang mengambil alih menjelaskan keadaan nya. Mama tak kalah kaget nya.
Tampa pikir panjang Khanaya menghubungi sang Ayah. Ayah dan Ibu pun langsung menuju rumah sang besan menjemput mereka untuk menuju kota S.
‘’Tika langsung balik kerumah aja..’’ titah Ayah
‘’ayah,Ibu, teteh dan mama mas Arga aja yang kesana, doain mas Arga saja, semua baik-baik saja ya..’’ tambah sang Ayah dan Artika hanya bisa menurut
Kini mereka dalam perjalan ke kota S, sang Mama mertua berusaha menenangkan Khanaya, wajah Khanaya sudah pucat. Mereka semua paham, istri mana yang tidak Khawatir, Bingung saat mendengar kabar duka dari sang suami tercinta.
Mereka juga tidak bisa banyak bertanya, karna saat nya tidak tepat jika harus bertanya sekalipun jika Khanaya tahu kronologi nya.
‘’Yah buruan…’’
‘’Sabar atuh Nay.. ini kita juga udah ngebut, kita juga harus memikirkan keselamatan kita..’’ balas sang Ayah
Tiba-tiba Khanaya merasa kepala nya berdenyut, Khanaya memijat kepala nya sambil beberapa kali membuang napas panjang.
‘’Kenapaa nay…??’’ tanya Sang Mama mertua dan itu membuat Ibu pun melihat Khanaya dan ayah melihat Khanaya dari kaca spion.
Khanaya tak menjawab, tapi tiba-tiba rasa mual menghampiri nya.
‘’Yah berhenti sebentar, Naya Mual..’’ ujar Khanaya sambil menahan rasa mual nya, Ayah pun mencari tempat berhenti yang aman, dan Khanaya pun bergegas turun dari mobil, Ibu dan Mama pun ikut turun.
Khanaya langsung memuntahkan apa yang dia makan tadi. Ibu memijat tengkuk Khanaya sedangkan Mama mengelus punggung Khanaya.
Ibu langsung memberikan Khanaya air minum untuk Naya berkumur setelah Khanaya selesai muntah. Dan mereka pun kembali ke dalam mobil.
‘’Nay, kamu gak pernah mabuk perjalanan kan, bahkan saat kita pulang dari kota P’’
‘’Apa kamu lagi isi..?’’ tebak Ibu
‘’Benarkah itu Nay..??’’ tanya sang Mama
Khanaya pun menganggukan kepala nya, seharusnya kabar ini adalah sang suami yang lebih dulu tahu, dia sudah sangat menanti kepulangan sang suami.
‘’kenapa gak bilang, dan kamu mau ayah ngebut, Astagfirullah Nay..’’ ujar sang Ayah
‘iya…kenapa gak bilang tadi sama Mama..??’’
‘’Yah, Bu, Ma… Naya juga baru tahu tadi pagi, Naya bingung kenapa selalu lemas, cepat Lelah, dan Naya udah telat 3 hari, jadi iseng naya tes, dan hasil nya dua garis,, mas Arga bahkan belum tahu, Naya sengaja belum kasih tahu siapapun, karna mas Arga saja belum tahu mengenai hal ini, Naya berencana memberikan mas Arga kejutan saat dia pulang, tapi malah Naya yang di berikan kejutan..’’ jawab Khanaya
Mama langsung merangkul Khanaya..dan ibu meraih tangan kanan Khanaya lalu di genggam nya.
__ADS_1
‘’jadi kamu belum sempat cek langsung ke dokter..?’’ tanya Ayah
‘’belum yah..’’
‘’ya sudah, kita lanjutkan perjalanan lagi, kamu istirahat aja, nanti kalau sudah sampai biar kami bangunkan..’’ ujar sang Ayah.
Ayah yang awal nya cukup kencang dalam mengendarai mobil nya, kini kecepatan itu ayah kurangi, dan Khanaya terlelap dalam sandaran sang Mama mertua.
Pusing dan lemas yang dia rasakan, tidur adalah solusi nya saat ini .
Beberapa jam berlalu, kini mobil Ayah sudah berada di lokasi rumah sakit dimana Arga di rawat, Khanaya juga meminta kepada para orang tuanya untuk merahasiakan hal ini terlebih dahulu.
Papa teryata pun sudah berada di rumah sakit, karna Mama tadi sebelum berangkat langsung menghubungi Papa, kebetulan tidak jauh dari lokasi jadi Papa bisa langsung menuju rumah sakit.
Mereka langsung menuju ruangan yang di informasikan oleh bagian resepsionis.
Nampak Papa , Gani dan seorang pria paru baya yaitu Pak Seto sedang berdiri di luar ruangan.
‘’Papa…’’ panggil Mama
‘’Gimana kondisi mas Arga..??’’ tanya Khanaya dengan wajah nya pucat kepada Gani.
"Sedang menjalani opersi Nay, karna luka tusuk nya cukup dalam..’’ jawab Gani
Khanaya semakin lemas, Ayah pun membawa Khanaya duduk.
‘’Nay, kamu harus tenang..ingat..’’ ujar Ibu tapi tak melanjutkan kata-kata nya
‘’bagiamana kronologi nya..??’’tanya Ayah, dan kini Khanaya dalam dekapan sang Ayah
‘’Rencana siang ini kami akan pulang Yah, jadi kami ke pusat perbelanjaan untuk membeli oleh-oleh untuk orang rumah, rupa nya di saat kami sedang memilih milih, tiba-tiba ada yang teriak, anak nya di sandera oleh pencopet.. Arga berniat menolong, dan saat kami melawan pria itu, Arga tiba-tiba di tusuk..’’
Lemas tak berdaya, Khanaya hanya bisa diam dalam doa, batin nya tak henti-henti mendoakan sang suami tercinta.
🍃🍃🍃🍃
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
....
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran,
__ADS_1