
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Saat Arga sedang di landa kebingungan dengan sikap sang mama, sebuah pertanyaan besar, bagaimana sang mama se agresif itu.
Membayangkan yang di obrolkan sang mama saja sudah membuat nya bergidik.
Tiba-tiba pintu ruangan nya di ketuk, tak ketinggalan Sebuah salam di ucap, Arga sudah tahu siapa orang nya .
Khanaya yang melihat sang pimpinan masih duduk di sofa cukup membuat nya heran, tapi keheranan itu cukup dia simpan.
"Maaf pak, saya ingin memberi tahu,. siang ini jam dua kita ada Meeting dengan salah satu supplier, dan mereka ingin meeting nya di restoran YD" ujar Khanaya menginformasikan
"kamu atur saja semua nya, nanti sebelum jam dua kita otw..." balas Arga
"baik pak,.saya permisi..." balas Khanaya sambil berbalik badan
Pukul 13:30 Arga dan Khanaya pun keluar dari kantor menuju restoran YD.
Situasi yang paling membuat Khanaya tidak nyaman harus pergi hanya berdua saja karna Pak Gani juga ada projek yang sedang dia urus.
Satu mobil dengan Pak Gani itu berbeda suasana saat berdua dengan Arga. entah kenapa, tapi jika bisa memilih dia akan lebih memilih untuk naik kendaraan sendiri, tapi jelas itu tidak memungkinkan.
"mama saya tadi bahas apa ke kamu...??" tanya Arga dengan mata fokus ke depan
"hanya obrolan biasa saja Pak..." jawab Khanaya
"gak ada obrolan spesial gitu...??" tanya Arga lagi
"seingat saya sih gak ada sih pak, cuma tanya saya udah punya suami atau pacar, dan saya jawab kalau untuk suami belum, dan untuk pacar tidak, karna tidak ada kata pacaran di kehidupan saya..." jujur Khanaya dan itu membuat Arga geleng-geleng
"bisa-bisa ya ma...." geram Arga dalam hati
"kenapa pak?? kok geleng-geleng..??" tanya Khanaya heran
"Hmmm.... gak papa, heran aja mama saya kok malah tanya ranah pribadi.." balas Arga sedikit gugup
Mereka sudah memasuki area parkir restoran, Arga pun menghentikan obrolan nya.
"Oh ya Khanaya,.kamu duluan ya , saya mau ke toilet dulu..." titah Arga
"saya tunggu Pak Arga di depan saja, kita masuk nya bareng saja pak.." balas Khanaya
"ya sudah terserah kamu saja, nanti coba kamu tanya apakah Pak Bagas sudah memesan meja untuk kita..."
"Baik pak ...."
Arga langsung menuju toilet sedangkan Khanaya kebagian pemesanan, ingin bertanya adakah meja atas nama pak Bagas.
__ADS_1
Setelah di konfirmasi, Khanaya pun sudah tahu di mana nomer meja mereka.
Saat sedang menunggu, tiba-tiba ada yang memanggil nama nya.
"Naya...." Panggi seseorang dan itu membuat Khanaya menoleh
"Kak Rafa...." jawab Khanaya sedikit heran
"sendirian...??" tanya Rafa
"gak kak, ini lagi Nunggu,. kak Rafa sendirian..??" tanya Khanaya balik
"sama mama, tuh..." jawab Rafa sambil menunjuk ke arah sang mama yang sedang berjalan mendekat
"Naya...." sapa Mama Rafa
"Tante...apa kabar Tante...??" sapa Khanaya sambil mencium takzim tangan mama Rafa
"ya Allah makin cantik aja ya, kamu kok gak pernah sih main ke rumah, sejak lulus gak pernah kerumah...??" tanya Mama Rafa sambil mengelus pipi Khanaya
"maaf Tante, lulus kemaren Naya langsung lanjut kuliah ke kota P, dan pas pulang gak lama dari itu Naya langsung kerja, jadi gak sempat kemana-mana..." Jawab Khanaya dengan lembut
Bagaimana dia bisa main ke rumah laki-laki yang telah memberikan harapan namun mengingkari nya, Khanaya memang tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada Rafa, karna janji Rafa pun tidak di ucapkan di depan kedua keluarga, maka nya Khanaya memiliki diam.
"kapan-kapan main ya kerumah..."
"ya siapa tahu bisa menjalin hubungan yang sempat lama merenggangkan..." ujar Mama Rafa dan itu membuat Khanaya mengerutkan kening nya
"ma...." Tegus Rafa ke sang mama agar tidak banyak bicara
Arga yang melihat dan mendengar perbincangan mereka cukup membuat nya tak nyaman, apalagi Khanaya terlihat akrab dengan mama Rafa
"Nay... Ayuk...." Ajak Arga
Entah keberanian dari mana jika biasanya Arga selalu memanggil nama Khanaya ini memanggil dengan panggilan Akbar yang biasa di lakukan orang-orang terdekat Khanaya
"kak Rafa, Tante maaf ya, Naya harus masuk..." ujar Khanaya
"dia siapa kamu Naya...??" tanya Mama Rafa
ingin menjawab tapi lagi-lagi Arga memanggil nya, bahkan kali ini nada panggilan itu cukup membuat yang mendengar akan salah sangka
"Nay....." panggil Arga lagi dengan sangat lembut, Bukan seperti bos memanggil sekretaris nya
"sekali lagi maaf ya Tante... Naya masuk dulu..." ujar Khanaya dengan senyum ramah dan tak lupa mencium takzim tangan Mama Rafa
Khanaya pun mendekat ke arah Arga, sedikit berbincang tapi tak dapat di dengar oleh Rafa.
"Raf, apa dia pacar nya Naya...??" tanya sang mama ke Rafa
__ADS_1
"ya mana Rafa tahu ma,. ini pertama kali Rafa ketemu lagi setelah Khanaya balik..."
Rafa sebenarnya juga bertanya-tanya siapakah pria yang memanggil Khanaya itu, tapi apa hak nya mempertanyakan itu semua.
Khanaya dan Arga pun menemui supplier nya, sedangkan Rafa dan sang mama pulang karna memang mereka sudah selesai makan di restoran ini.
Cukup lama mereka meeting bahkan hampir jam pulang kantor baru selesai.
"Saya antar langsung aja ya..?? ini udah sore jika harus balik ke kantor jadi nya bolak-balik..." ujar Arga menawarkan saat mereka menuju parkiran
"gak usah pak gak papa, saya ke kantor aja dulu, lagian motor saya gimana, masa saya tinggal..." jawab Khanaya
"Motor kamu aman, nanti saya telfon pak satpam nya, gak bakalan di gadaikan juga kan..."
Membantah seperti nya akan sia-sia. dan pulang di antar itu sudah pilihan mutlak.
"pria tadi teman sekelas kamu juga dulu, atau teman satu organisasi juga....??" tanya Arga tiba-tiba
"saru organisasi benar, tapi kalau satu kelas bukan, dia kakak kelas Saya dulu pak, beliau anak pak Budi salah satu anggota dewan di kota kita.." balas Khanaya apa ada nya
"kamu cukup dekat seperti nya..??"
"dulu masa sekolah kami sering di undang jika pak Budi ada acara, atau sekedar kumpul teman-teman sekolah, ya jadi akrab, tapi sebatas itu saja.."
"tapi pria tadi sepertinya..."
"pria tadi nama nya Kak Rafa , dia juga sudah punya tunangan..." potong Khanaya
Mendapat jawaban itu senyum Arga mengembangkan.
"Pak Arga kenapa senyum-senyum, terus tadi kenapa panggil saya dengan panggilan Nay... ??"
"hmm... gak papa pengen senyum aja, sebelum senyum itu bayar..." balas Arga dan itu membuat Khanaya tertawa kecil
Ini pertama kali mereka ngobrol dengan sangat santai
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1