
Khanaya yang tadi nya niat nya ingin rebahan sejenak, malah benar-benar tertidur. Arga hanya bisa geleng-geleng dengan kelakuan sang istri, dia yang selalu profesional sejak hamil manja nya kebawa sampai ke kantor, tapi Arga malah menyukainya.
Satu jam berlalu, Khanaya mengucek mata nya, menggeliat merenggangkan otot-otot nya yang kaku.
Arga nampak sedang menelfon seseorang, tanpa Arga sadari sang istri sudah duduk di sofa santai, dan saat membalikkan badan nya, Arga bertanya hanya dengan gerakan bibir saya.
"U-dah Bang-Un...??"
Khanaya menjawab dengan anggukan. Khanaya beranjak menuju kamar mandi yang ada di ruangan Arga untuk membasuh wajah nya.
Beberapa menit kemudian Khanaya sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih fresh.
"udah lebih segaran..??" tanya Arga duduk di sofa sebelum Khanaya
"mas lihat dech, kayak nya ini enak lah, seger deh.." tunjuk Khanaya pada gambar rujak yang ada di sosmed tanpa menjawab pertanyaan Arga
"mau...??" tanya Arga
"banget..."
"ya udah tinggal pesan aja, kan itu tertulis menerima delivery.."
"beneran nich boleh Naya pesan...???" tanya Khanaya penuh semangat, melihat postingan itu membuat Saliva nya seakan mau menetes
"perlu mas yang pesan kan...??" tanya Arga
"gak usah, biar Naya aja yang pesan..." jawab Khanaya cepat,. Khanaya pun langsung mengirimkan pesan orderan beserta alamat lengkap nya.
tok..tok..tok
Terdengar suara ketukan pintu,. Khanaya akan beranjak tapi di cegah oleh Arga, Arga meminta Khanaya tetap di posisinya.
"Masuk..." titah Arga kepada sang pengetuk pintu sembari kembali ke kursi nya.
Pintu pun di buka, ternyata Bu Diana dan 3 wanita yang pastinya belum di kenal oleh Arga.
"selamat siang pak.." salam Bu Diana , sedangkan ketiga wanita itu menyapa Arga dengan menganggukan kepala mereka.
"Silahkan duduk Bu Diana ada yang bisa saya bantu??" tanya Arga
Bu Diana pun mengambil posisi duduk di kursi yang ada di hadapan Arga, sedangkan 3 wanita itu berdiri di belakang Bu Diana.
"Seperti yang sudah di sampaikan pak Gani, bahwa ada tiga calon sekretaris untuk bapak, pak Arga bisa memilih langsung" ujar Bu Diana
"oh ya, tadi Gani sudah menginfokan ke saya.." balas Arga
"Kalau begitu saya akan meng-interview mereka terlebih dahulu, Bu Diana bisa meninggalkan mereka, hasil nya nanti akan saya informasi kan" tambah Arga
Bu Diana pun pamit untuk keluar, sedangkan 3 calon sekretaris itu di persilahkan duduk di sofa bergabung dengan Khanaya oleh Arga
Mereka bertiga tidak tahu, bahwa Wanita sang bersama mereka adalah Istri sekaligus sekretaris Arga.
__ADS_1
Sesuai pesan Arga, status Khayalan tidak perlu mereka ketahui selama masih masa interview.
"Kalian bisa bergabung di sana,. saya akan ke keluar sebentar" titah Arga dan mereka pun menuju sofa
Tiga wanita itu duduk tepat di hadapan Khanaya, mereka bernama Nora , Lisa , Sindy , mereka melihat Khanaya yang sedang memegang map berwarna biru, mengira Khanaya juga sedang melamar pekerjaan
"Bukankah tadi hanya tiga calon sekretaris ya??" tanya Nora calon sekretaris sambil melihat ke arah Khanaya
"iya ya, mungkin ada campur tangan orang dalam..." balas Lisa
"hai, Sindy nama kamu siapa..??" ujar Sindy ke Khanaya memperkenalkan diri tanpa memperdulikan ocehan dua saingan nya itu
"saya Naya ,salam kenal Sindy, hmmm... kalau kalian siapa nama nya.??" tanya Khanaya
"Aku Nora.."
"Aku Lisa.." jawab mereka dengan malas
"kamu mau ngelamar jadi sekretaris juga..??" tanya Sindy
"sebelum nya aku di divisi perencanaan,. dan di rekomendasikan untuk jadi sekertaris pak Arga..," jawab Khanaya jujur, karna memang seperti itulah perjalanan nya bisa ada di posisinya saat ini
"biasa nya Sekretaris itu yang berpenampilan menarik, lah ini malah pakai baju gamis.." balas Nora
Khanaya hanya tersenyum menanggapi penuturan Nora
"Wah berarti potensi terpilihnya lebih besar donk ya.." ujar Lisa ke Khanaya
"Karna kita tidak cukup berpenampilan menarik, atau lulusan universitas ternama, bahkan dengan nilai kelulusan A, Karna apa?? Ilmu itu kosong tanpa Adab"
"tapi orang yang ber-Adab dia sudah jelas memiliki Ilmu..."
Tiga wanita itu saling melihat satu dan lain nya.
"agak Sombong ya..." guman Nora tapi masih bisa terdengar
"iih udah lah, gak usah banyak omong.." balas Lisa, mendengar penuturan Khanaya membuat nya sedikit tersentil
"Makasih ya Naya ilmu nya, jika nanti aku gak di terima berarti belum rezeki, tapi jujur aku belajar sesuatu hari ini dari kamu.." ujar Sindy
Khanaya membalas dengan senyuman ramah
"siapapun yang di terima saya cuma mau bilang, Pak Arga itu sangat teliti, dan dia tidak mau ada kesalahan sedikitpun, dan ada poin yang lebih penting juga, Dia sudah ber-IS-Tri, daaan istri nya juga lagi Ha-MIL" ujar Khanaya dengan sedikit penekanan
Tok..Tok..Tok
Terdengar suara pintu di ketuk.
"Masuk..." Titah Khanaya
Dea sang resepsionis pun masuk sembari membawa sebuah paper bag.
__ADS_1
"Permisi Bu Khanaya, ini ada paket pesanan ibu.." ujar Dea ke arah Khanaya
Khanaya pun berdiri dari posisi duduk nya, mendekati sang resepsionis
"Alhamdulillah sudah sampai, makasih ya Dea..." ujar Khanaya sembari mengambil paper bag yang di berikan Dea sang resepsionis
"sama-sama Bu, kalau begitu saya permisi..." balas Dea
Melihat cara bicara Dea kepada Khanaya membuat mereka sedikit bingung, apalagi sampai pesanan di antar ke ruangan sang Pimpinan Perusahaan.
Khanaya bukan kembali duduk di sofa, dia malah duduk di singgasana sang suami.
Dan itu cukup membuat tiga wanita itu melongo.
Dibuka nya paper bag yang berisikan rujak pesanan nya, rasa tak sabar untuk menikmati rujak membuat Khanaya lupa, sedang ada tiga calon sekretaris yang masih duduk di sofa.
Mata Khanaya benar-benar berbinar melihat rujak pesanan nya, setelah membaca basmalah, dia pun menyantap rujak pesanan nya.
Sedangkan tiga wanita itu masih bingung dan sangat bingung.
Tiba-tiba pintu di buka, tanpa ada ketukan, karna sang pemilik ruangan lah yang membukanya.
"Mas, enak loh..." ujar Khanaya, dia seolah benar-benar lupa akan tiga wanita itu.
"loh udah datang...???" tanya Arga sambil berjalan mendekati Khanaya
"sayang, kamu gak nawarin mereka..??" tanya Arga yang melihat ketiga wanita itu masih dalam kebingungan.
"Astagfirullah, Naya lupa..." balas Khanaya
Mendengar panggilan sayang yang Arga ucapkan membuat mereka menelan saliva nya.
Bukan lupa , lebih tepatnya pura-pura Lupa, sebenarnya dia sedang melakukan interview dengan cara nya untuk mengenali karakter dari calon sekretaris sang suami,.semua sudah di rencanakan, tapi soal rujak tidak masuk hitungan
"Gimana udah selesai interview nya??" tanya Arga kepada tiga wanita itu
Mereka hanya diam, bingung mau menjawab apa.
"Astagfirullah, saya lupa ya tadi mengenalkan kalian, ini Khanaya dia adalah My Wife is My Secretary" ujar Arga memperkenalkan siapa Khanaya sebenarnya
๐๐๐๐
Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
...
Jika Tidak Suka Jangan di Teruskan, Jika Bosan dengan Alur Cerita Maka Tinggalkan, Jika Typo silahkan Tandai.
...
Jazaakumullah khairon...untuk semua bentuk dukungan reader setia๐๐ฅฐ
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah โAlโQuran