Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Kecelakaan


__ADS_3

bruukkkk......


Suara mobil yang menabrak pohon rindang yang ada di samping jalan raya yang sepi itu karena letaknya di pinggiran kota.


"Aawww... " pekiknya sambil meraba pelipis yang mengeluarkan darah segar karna benturan yang cukup keras di stir mobil yang dikendarai.


"Astagfirullah...... " Della langsung berlari ke arah datangnya suara dengan tujuan untuk menolong orang didalamnya.


"Bapak tidak kenapa-napa?" tanya Della di pintu mobil yang kacanya terbuka dan dijawab dengan gelengan kepala.


"Hah buang aja tu kacamata lo kalau masih belum berguna dan mana mungkin orang yang kecelakaan gak kenapa-napa " gerutu Adrian dalam hati.


"Hati-hati pak, duduk dulu disini saya ambil motor saya dulu disana" ucap Della sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah motornya yang berada di pinggiran danau dekat batu hitam besar yang di duduki Della tadi sebelum kecelakaan itu.


Hah... kok aku mendadak bod**h gini ya ngapain aku nyamperin gak makai motor sekalian jadi capek bolak-balik gini kan. Tapi ganteng juga tu orang, eeeehhhhh kok malah nyasar gini sih mikirnya. Ya Allah ampuni Della yang udah megang dia tadi tapi gak langsung nyentuh kulit kok soalnya dihalagin sama kemeja tangan panjangnya dia. Della


"Pak bisa naik motor kan?" Della takut kalau orang yang dia tolong tidak bisa naik motor akibat pusing karna kecelakaan tadi.


Adrian menggangukan kepalanya pertanda mengiyakan.


"Ok... " ucap Della sambil membuka pintu mobil Adrian mengambil kunci mobil Adrian dan ponselnya lalu menutup pintu mobil kemudian menekan tombol kunci.


tittitt.... suara mobil itu bersamaan degan lampunya yang berkelip.


"Ayo pak" tanpa menunggu intruksi Della untuk yang kedua kalinya Andian langsung naik ke motor Della dengan Della sebagai driver.


"Maaf gue peluk ya soalnya agak pusing takut jatuh. "


Della terlonjak kaget saat tangan kekar milik Adrian memeluk pinggangnya sedikit erat.


"Astagfirullah......kok malah gini jadinya. eeehhhh jantung santai dong jangan kenceng-kenceng nanti ada yang dengar kamu gak malu apa?" Della berkata dalam hati.


"Pak pegang pundak saya aja ya? " Adrian mengerutkan dahinya namun mengiyakan permintaan Della.


"Segini aja udah pasti dimarahin habis-habisan sama umma, aba apalagi abang udah pasti aku ditelan hidup-hidup." Lirih Della


"Eehhhh.... lo anak sini ya...?" suara Adrian pelan tapi masih di dengar oleh Della.

__ADS_1


"Iya aku anak sini, emang kenapa? "tanya Della


"Gak cuma mau mastiin aja.


"Lo mau bawa gue ke rumah lo kan karna ini bukan jalan yang menuju ke puskesmas". tebak Adrian yang diiyakan oleh Della dengan anggukan.


Della berfikir membawa Adrian ke rumahnya karena kelihatannya luka Adrian tidak terlalu parah dan bisa diobati dengan obat yang ada dalam kotak P3K miliknya ditambah Della juga calon dokter udah pasti luka segitu bisa ia tangani.


Lima belas menit berlalu Della memarkirkan motor miliknya di sebuah pekaragan rumah sederhana.


"Hati-hati pak turunnya" Della mengigatkan Adrian yang bergegas turun dari motor.


"Hhhhmm...."


Sesampainya di dalam rumah Della menuju kamarnya mengambil kotak P3K. Lalu membersihkan luka di pelipis Adrian dengan alkohol dan membalutnya menggunakan kain kasa yang telah ditetesi sedikit obat merah.


"Auuwww.... "pekiknya saat merasakan perih ketika Della membersihkan lukanya.


" Segitu doang, ini laki apa bukan sih manja amat. gerutu Della dalam hati.


"Tahan dikit emang agak perih tapi gak usah kayak gitu juga mukanya" ucap Della.


"Ok selesai" ucap Della dan hendak bangkit namun tiba-tiba kaget dengan tubuh Adrian yang rubuh ke sebelah kanan dan kepalanya berada tepat di pundak Della.


"Astagfirullah...." Suara kencang beberapa orang yang baru masuk ke dalam rumah.


"Anak seseorang yang sering menceramahi banyak orang ternyata begini kelakuannya" ucap seserorang diantara mereka


Della masih diam di tempatnya sambil memandang binggung ke arah mereka.


"Dell bisa jelaskan pada abah?" Della pun menjawab dengan anggukan tapi segera dicegah oleh orang yang pertama membuka suara memanasi yang lain.


"Pak Lurah apa ini kurang jelas?" tanyanya lagi.


"Kita dengarkan dulu penjelasan nak Della ujar pak Lurah bijak" namun dibantah oleh yang lain.


sudah lebih dari empat puluh menit perdebatan di ruang tamu sederhana milik pak Ihsan. Mendengar suara ribut itu Adrian membuka matanya dan bingung karna yang ia dapati bukan lagi gadis itu sendiri yang menolongnya tadi melaikan ada lebih dari sepuluh orang laki-laki pun ada di ruangan itu ia pun binggung lalu memutuskan untuk bertanya apa hingga ia dikelilingi oleh orabg-orang tersebut.

__ADS_1


"Maaf ada apa ini?" bukanya dijawab malah diserang dengan kata-kata pedas dan tuduhan.


Ia pun menatap Della yang duduk di sebelahnya untuk meminta jawaban. Della yang seakan tahu maksud dari tatapan Adrian ia langsung membuka suara untuk menjelaskan karna semua mulut yang tadi berceloteh menyudutkannya lebih banyak dari pada yang membelanya diam dan ini kesempatan yang ia miliki untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi.


"Begini pak saat saya mengobati luka bapak karna kecelakaan tadi, bapak langsung pingsan mungkin karna benturan di kepala bapak namun bapak-bapak ini mengira kita melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh kita, saya sudah berusaha menjelaskan namun mereka tidak percaya pak" jelas Della.


Adrian lalu menatap mereka secara bergantian, lalu membuka suara. "Saya benar-benar kecelakaan dan dialah yang menolong saya"


"Ngeles saja biar bisa lari dari tangung jawab" potong bapak A.


"Iya anak jaman sekarang gak bisa dipercaya kelakuanya selalu kebablasan" sambung bapak B.


"Ngeles biar bisa kabur" tambah bapak C.


"Stopp.... Apa-apaan ini apakah kalian tidak melihat kami yang masih menggunakan pakaian hah? " tanyanya dengan sedikit emosi.


"Iya kalian masih berpakaian karna kami tiba disaat yang tepat jika tidak, mungkin itu sudah terjadi" ucap bapak A beliau yang paling ngotot dengan argumennya yang dianggap tidak masuk akal bagi otak normal yang tingkat kesadarannya 70-100 % .


Akhirnya Adrian pun memutuskan untuk menyudahi perdebatan yang akan membuang-buang waktu, di satu sisi ia juga berfikir untuk menyelamatkan Della yang sudah menolongnya, juga menyelamatkan dirinya dari perjodohan yang diminta oleh mamanya dengan seorang gadis ganjen anak dari teman arisan mamanya. lagi pula Della juga tidak buruk.


"Baiklah jika pernikahan memang akan membuat kalian diam maka akan aku lakukan" ucap Adrian tegas


"Tidak" tolak Della dengan nada yang cukup membuat telinga berdenging.


"Iya pak tidak mungkin ini terjadi anak saya tidak mungkin menikah dengan cara seperti ini, kalian menfitnanya saya yakin dengan apa yang diucapkan Della" kini Ihsan yang bersuara.


To Be Continued


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Next reading guys 🙂.


__ADS_2